Aku (Bukan) Wanita Mandul

Aku (Bukan) Wanita Mandul
BAB. 17


__ADS_3

Niko yang tidak mau pusing untuk berdebat dengan mamamya lagi, akhirnya dia meng iya kan kalau dia akan membayar penalti di agensi Misya dulu bekerja.


“Ya sudah nanti aku transfer uangnya” ucap Niko membuat senyum di wajah Misya terpancar.


“Terimakasih ya mas, mah” ucap Misya sembari memeluk suaminya dari samping dan sembari melirik ke arah Nisa


“Hemm” sahut Niko dingin.


“Cihh, mau aja di bodohin mama mah, giliran aku kelaur rumah sebentar aja di kira mau menghabisi uang, ini baru berucap minta uang saja langsung di kasih, dasar wanita ular” ucap Nisa dalam hati menatap tajam ke arah Misya.


“Ya sudah, nanti jangan lupa buat cari supir Nik, kalau belum ketemu supirnya untuk sementara Misya kalau mau pergi Nisa harus temenin dia” ucap mama Erina


“Hemm” sahut Nisa dengan cuek.


“Kamu dengar tidak Nisa saya bicara” ucap Mama Erina yang tidak mendengar jawaban dari Nisa.


“Iya mah” jawab Nisa


“Ya sudah mama mau istirahat, kamu juga Misya cepetan istirahat wanita hamil tidak boleh tidur malam malam” ucap mama Erina kepada Misya.


“Iya mah” sahut Misya


Melihat menantunya jalan ke kamar hanya sendirian, mama Erinapun melirik ke arah putranya yang masih setia duduk di sofa.


“Niko, ngapain kamu masih disitu? Bukannya temenin Misya istirahat tidur di kamar” ucap Mama Erina kepada putra sulungnya.


“Tapi mah kan malam ini giliran aku tidur sama Nisa, kemarin kan aku sudah tidur si kamar dia” tolak Niko


“Iya tapi, kamu harus mikirin istri kamu lagi hamil, nanti kalau kejadian seperti semalam terjadi lagi bagaimana, terus dia di kamar sendirian tidak ada yang nolongin dia, mama gak mau terjadi sama calon cucu mama ya” ucap Mama Erina

__ADS_1


“Iya mas bener kata mama, mendingan kamu temenin Misya nanti kalau ada papa tidak ada yang nolongin dia” sambunh Nisa pura pura membujuk suaminya.


“Ya sudah Niko tidur sama Misya” ucap Niko


“Nah gitu dong, ya sudah cepetan ke kamar, mama juga mau ke kamar” ucap mama Erina langsung meninggalkan putra dan menantu pertamanya menuju kamar.


Niko menghampiri istrinya di single sofa yang sedang asok dwngan benda pipihnya,“aku ke kamar Misya dulu ya sayang, nanti kalau dia sudah tidur mas janji akan ke kamar kamu ok” ucap Niko membujuk istrinya yang wajahnya sudah cemberut.


“Hemm”sahut Nisa sembari mencerutkan bibirnya.


“Senyum dong sayang” ucap Niko lalu Nisa pun menunjukan senyum giginya.


“Gemesin banget tau gak, ya sudah kamu duluan gih ke kamar, nanti aku nyusul ke kamar ya” ucap Niko lalu mencium kening istrinya sebelum istrinya menaiki tangga untuk menju kamarnya.


Setelah melihat Nisa menaiki tangga dan memasuki kamar, Niko pun beranjak dari ruang keluarga menju kamar istri keduanya.


Misya yang sedari awal mengintip dari balik pintu kamar apa yang terjadi di ruang keluarga, ketika melihat suaminya hendak menju kamar dia langsung mendudukkan dirinya di depan meja rias untuk pura pura tidak tahu apa apa.


"Hemm, mama Yang suruh" jawab Niko lalu dia langsung membaringkan badannya di tempat tidur.


"Makasih ya mas sudah memilih untuk tidur di sini temani aku" ucap Misya yang sudah menaiki ranjang dan langsung memeluk suaminay.


"Uda cepan tidur, kata mama wanita hamil gak noleh tidur malam malam" ucap Niko


"Iya mas" sahut Misya dia pun langsung memejamkan matanya dengan memeluk suaminya.


Sedangkan Nisa yang sedang menunghu suaminya di kamar, hanya dengan bolak balik di depan ranjang menunggu suaminya tak kunjung datang, dan akhirnya karwna menunggu suaminya tak kunjung datang Nisapun merebahkan badanya di tempat tidur, lama kelamaan dia terlelap.


Niko tepat jam 23.30 ketika melihat Misya sudah terlelap dalam tidurnya, diapun mulai beranjak dari ranjang mengangkat tangan istrinya yang ada di pinggangnya pelan pelan supaya istrinya tidak terbangun.

__ADS_1


Setelah lolos dari istri keduanya, Niko pun langsung keluar kamar dengan mengendap ngendap seperti pencuri, setelah aman keluar kamar dia langsung menuju lantai atas untuk menuju kamar yang di tempati Nisa.


'Cecklek' (suara pintu kamar terbuka)


Begitu memasuki kamar Niko melihat istrinya sudah tetlelap di temoat tidur, lalu dwngan pelan pelan Niko mengikuti istrinya ke alam mimpi dan memeluk istrinya dari belakang dengan melingkarkan tangannya ke perut Nisa, tetapi karna gerkan dari Niko, Nisa pun terbangun dari tidurnya.


"Mas kamu sudah disini?" Tanya Nisa dengan suara khas bangun tidurnya.


"Iya maaf ya kamu menunggu lama ya, samapi ketiduran" ucap Niko


Nisa hanya tersenyum menanggapi ucapan suaminya, dia senang suaminya menepati janjinya untuk datang setelah madunya sudah tertidur, pokoknya Nisa akan berusaha untuk mempertahankan pernikahan dan perhatian dari suaminya.


"Kenapa, ko melamun sayang?" Tanya Niko ketika melihat Istrinya hanya terdiam.


"Gak papa mas, aku senang aja kamu tidur disini sama aku" ucap Nisa sembari tersenyum menatap wajah suaminya.


"Aku akan berusaha mungkin untuk selalu ada buat kamu ya sayang walau pun nanti mas sudah ada anak dari wanita lain, mas minta kamu akan selalu seperti ini sama mas" ucap Niko


Lalu Nisapun hanya tersenyum menatap Niko, lalu dia langsung memeluk suaminya dan membenamkan wajahnya ke ddada suaminya.


"Aku juga berharap sampai kapanpun kamu akan tetap seperti ini mas, walaupun nanti anak yang di kandung Misya sudah lahir, tetapi aku bejanji sebelum anak itu lahir aku sudah menemukan semua kebohongan dan kejahatan wanita ular itu" ucap Nisa dalm hati.


Keesokan harinya, Nisa seperti biasa, selalu masak untuk sarapan pagi suami dan juga mertuanya, dan sekarng tambah satu orang lagi yaitu istri kedua suaminya.


“Selamat pagi, mba Nisa, seneng banget ya yang semalem tidur di samperin oleh mas Niko” sindir Misya


Tetapi Nisa masih fokus dan makanannya, dia tidak menghiraukan omongan madunya itu, karena disini tidak ada yang salah, toh dia dengan Niko sudah suami istri kenapa tidak boleh.


“Dengar tidak sih Nisa, harusnya kamu samperin itu kamu ngertiin dong kalau ibu hamil itu butuh perhatian penuh oleh suamiaya, kenapa kamu meminta mas Niko tidur di kamar kamu” tanya Misya

__ADS_1


Memdengar ucapan Misya, Nisa oun langsung meletakn piring yang mau di tata di meja makan, “ denger ya Misya, bukan aku yang meminta mas Niko untuk tidur di kamar aku, tetapi dia sendiri yang pindah ke kamar aku” ucap Nisa sembari melihat wajah istri kedua suaminya.


__ADS_2