
Niko yang menunggu di depan ruang UGD dengan menggerutui kesalahannya, dia menyalahkan dirinya sendiri atas yang terjadi dengan istrinya.
“Ya Allah tolong selamatkan istri dan calon anak ku, izinkan hamba untuk merasakan menjadi seorang Ayah dari darah dagingku sendiri” batin Niko sembari bersandar di dinding, sesekali dia menarik rambutnya dengan kasar.
Hampir satu jam Niko menunggu dokter keluar dari ruang UGD, akhirnya Dokter yang menangani Rina keluar juga menemui dirinya, sedangkan Dokter Faisal menemani mamanya yang pingsan karena syok melihat apa yang terjadi dengan Rina.
“Bagaimana keadaan istri dan calon anak saya dok?” Tanya Niko ketika melihat Dokter Iqbal keluar dari ruang UGD.
“Alhamdulillah berkat doa tuan, setelah Istri anda di beri satu kantong transfusi darah keadaannya sudah stabil karena lukanya pun tidak terlalu dalam, dan Alhamdulillah luka tusukannya itu tidak mengenai bagian Rahimnya hingga calon anak tuan baik baik saja dan sekarang keduanya sudah stabil” jelas Dokter
“Alhamdulillah ya Allah” ucap Syukur Niko mendengar penjelasan dokter tentang istri dan calon anaknya.
“Terima kasih dok” ucap Niko
“Sama sama tuan, kalau begitu saya permisi dulu, sebentar lagi pasien akan kami pindahkan ke ruang Rawat” ucap dokter Iqbal
“Baik dok” sahut Niko, lalu dokter Iqbal pun pergi meninggalkan Niko. Selang beberapa menit ada tenaga medis keluar sembari mendorong ranjang pasien Rina dan membawanya menuju ruang rawat yang akan di tempati oleh Rina, Niko pun langsung mengikutinya sembari menggenggam tangan sang istri, dia pandang wajah cantik istrinya yang terlihat sangat pucat.
“Sayang, cepat bangun, jangan buat mas takut lagi ya” batin Niko sembari memandang wajah pucat Rina.
Sesampainya di ruang rawat milik Rina, Niko dengan setia menemani sang istri dengan duduk di bangku samping ranjang pasien sembari menggenggam erat tangan istrinya.
Sedangkan di ruang UGD dokter Faisal yang sedang menunggu mamanya yang tadi sempat tak sadarkan diri.
“Rina.., cal Rina dimana cal?” Tanya Ibu Ratna
“Mah..,mamah tenang dulu, kata dokter Rina sudah melewati masa krisisnya dan sekarang sudah di pindahkan ke ruag rawat” jelas dokter Faisal.
“Mam mau lihat keadaan Rina cal sekarang” ucap Ibu Ratna
“Iya boleh, tapi mama gak boleh panik ya nanti mama pingsan lagi” ucap Dokter Faisal lalu Ibu Ratna pun menganggukkan kepalanya. Lalu dokter Faisal pun bergegas mengambil kursi roda dan membawa mamanya menuju tuang rawat Rina.
“Rina, maafin tante sayang, maafin tante” ucap Bu Ratna ketika sudah di hadapan Rina yang tengah terbaring lemah di ranjang pasien.
“Gimana keadaan Rina tuan Niko?” Tanya Dokter Faisal.
“Alhamdulillah, luka tusuknya tidak terlalu dalam dan tidak mengenai rahimnya hingga calon anak kami bisa terselamatkan, dan Rina pun keadaanya sudah setabil tinggal menunggu dia sadar saja” jelas Niko
“Alhamdulillah, selamat ya akhirnya setelah sekian lama kalian menunggu momongan sekarang Allah sudah memberinya” ucap Dokter Faisal
“Terima kasih kakak ipar” sahut Niko
Mendengar obrolan putra dan suami dari ponakannya itu, membuat Ibu Ratna semakin merasa bersalah karena hampir saja dua nyawa sekaligus hampir hilang karena menyelamatkan dirinya.
“Tuan Niko, saya minta maaf, Rina dan calon anak kalian jadi celaka gara gara menolong saya” ucap ibu Ratna sembari menatap wajah Niko dengan sendu.
“Tante gak usah merasa bersalah, mungkin Rina melakukan ini semua juga karena dia sayang dengan tante, dia tidak mau tante kenapa-napa” mendengar ucapan Niko membuat Ibu Ratna semakin terisak.
“Panggil Niko aja tan, jangan panggil tuan, hanya satu yang Niko minta tan, tolong jangan benci istri saya lagi, di setiap shalatnya dia selalu berdoa semoga suatu saat nanti tante bisa kembali lagi seperti dulu, karena dia yakin dari lubuk hati tante yang paling dalam tante masih sayang kepadanya, karena hanya tante orang tua satu satunya yang dia punya setelah orang tuanya meninggal katanya” ucap Niko membuat Ibu Ratna sadar bahwa bukan Rina lah penyebab suaminya meninggal, bahkan kalau di ingat ingat lagi, kalau di lihat harusnya Rina orang yang paling sedih paska kecelakaan itu, karena kecelakaan itu membuat Rina kehilangan kedua orang tuanya.
“Sudah lah mah, yang penting mulai sekarang mama ikhlaskan kepergian papa, karena maut, rezeki semuanya itu Allah yang ngatur jadi jangan salahkan Rina lagi atas kepergian papa ya” ucap Dokter Faisal dengan mengelus lengan mamanya yang masih terisak menyesali kesalahannya.
Ketika Bu Ratna sudah mulai tenang, Niko pun meminta Bu Ratna untuk pulang dan istirahat karna tadi sempat Pingsan pasti keadaannya masih lemah, tapi Bu Ratna kekeh ingin menemani Rina di rumah sakit dan menunggu sampai sadar. Tidak lama kemudian ada bunyi panggilan masuk dari ponsel milik Niko dan di lihat nama sang adik yang tertera di layar ponselnya.
“Hallo bang, lo dimana mama nanyanin lo sama kakak ipar, ko ke makam lama katanya gak pulang pulang?” Tanya Miko yang memang kini sedang berada di rumah Utama.
“Astagfirullah lupa ngabarin gua mik, tadi gak sempat ke makam karena Rina mengalami kecelakaan dan sekarang sedang di rumah sakit” jelas Niko.
__ADS_1
“Apa bang, kakak ipar kecelakaan, terus sekarang gimana keadaannya?” Tanya Miko kaget dan merasa khawatri juga dengan keadaan kakak iparnya.
“Tadi sempat kristis karena kekurangan darah tapi sekaramg sudah stabil keadaannya dan sekarang sedang nunggu dia sadar aja” jawab Niko
“Alhamdulillah, ya sudah kalau begitu aku kesana sekarang dan kasih tahu mama dulu, lo chat aja nama rumah sakit dan kamarnya ya” ucap Miko
“Hemm” sahut Niko lalu panggilan telphone pun langsung terputus.
Miko setelah mendapat kabar dari sang kakak tentang kakak iparnya dia pun langsung memberitahu mama dan istrinya yang kini sedang di ruang tengah.
“Mah, mamah” panggil Miko yang datang dari halaman belakang.
“Apa sih mik, manggil ko teriak teriak begitu” sahut Mama Erina
“Mah cepatan siapa siap kita ke rumah sakit sekarang” ucap Miko membuat kedua wanita berbeda generasi itu bingung.
“Mas tenang dulu, mau ngapain ke rumah sakit?” Tanya Amel
“Iya, orang mama tadi nyuruh kamu hubungin kakak mu kenapa gak pulang pulang katanya bilang sebentar” sambung mama Erina
“Ya maka dari itu, tadi aku hubungin bang Niko, kata dia Rina kecelakaan dan sekarang di rumah sakit” jelas Miko
“Yang bener Miko ko bisa, terus gimana keadaannya sekarang?” Tanya mama Erina panik mendengar menantunya kecelakaan.
“Tadi sempat kristis katanya tapi sekarang sudah stabil keadaannya” jawab Miko
“Ya sudah tunggu mama siap siap dulu, kamu di rumah saja ya sayang, mama takut perut kamu sudah besar begitu” ucap Mama Erina kepada menantunya. Karena memang Amel sekarang sedang hamil anak kedua mereka, yang kini usia kandungannya sudah berusia 7 bulan.
“Iya sayang, bener kata mama kamu disini aja ya, nanti setelah aku nganterin mama dan lihat keadaan kakak ipar aku langsung pulang ya” sambung Miko
“Iya mas” sahut Amel, lalu mama Erina pun bergegas menuju kamarnya untuk bersiap siap ke rumah sakit.
Setelah bersiap mama Erina dan Miko langsung bergegas menuju rumah sakit dimana tempat Rina di rawat.
Tok tok
“Masuk” sahut dari dalam ruang rawat Rina, lalu masuklah Miko dan mamanya.
“Asaalmualikum” ucap Miko dan mama Erina.
“Waalaikum salam” sahut Niko, lalu Niko dan Dokter Faisal berdiri dan menghampiri mama Erina dan menyalaminya.
“Ini kenapa menantu mama bisa kecelakaan, bukannya kalian katanya mau ke makam?” Tanya Mama Erina menghampiri menantunya yang masih tak sadarkan diri di ranjang pasien
Bukan Niko yang menjawab melainkan Ibu Ratna yang menjawab pertanyaan mama Erina.
“Maafkan saya bu Erina, semua gara gara saya, Rina biaa kecelakaan karena menolong saya dari orang yang mungkin mau menjambret barang barang saya” ucap Ibu Ratna
“Ya allah nak, cepat sadar ya sayang” ucap Mama Erina sembari mengelus kepala menantunya.
Setelah melihat keadaan kakak iparnya, sesuai janjinya kepada istrinya Miko pun langsung pamit pulang karena dia juga khawatir jika meninggalkan istrinya terlalu lama, sedangkan mama Erina tetap stay di rumah sakit menunggu menantunya sadar. Selang tiga puluh menit setelah kepergian Miko, Rina pun akhirnya sadar.
“Eughh..” renguh Rina dengan perlahan dia membuka matanya.
“Sayang, kamu sudah sadar” ucap Niko ketika mendengar suara istrinya dan melihat istrinya telah membuka matanya. Lalu dia pun langsung menekan tombol darurat untuk memanggil dokter.
“Bagaimana keadaan istri saya dok?” Tanya Niko yang setelah dokter mengecek keadaan istrinya.
__ADS_1
“Alhamdulillah, keadaanya semakin membaik, dan untuk nyonya Rina jangan terlalu banyak gerak dulu ya agar jahitan di perutnya tidak terjadi pendarahan” jelas Dokter
“Baik dok” sahut Rina
“Untuk kandungannya gimana dok?” Tanya Niko membuat istri dan mamanya yang belum tahu seketika langsung menatap kearah Niko.
“Kalau itu nanti saya panggilkan dokter kandungan ya tuan, biar nanti dia yang menjelaskan bagaimana keadaan kandungannya” ucap Dokter Iqbal.
“Baik dok” sahut Niko, lalu Dokter Iqbal pun langsung pamit keluar dari ruangan Rina, sepeninggalan dokter keluar Niko pun dapat tatapan tajam dari istri dan mamanya.
“Maksud mas apa, kandungan siapa yang sedang hamil?” Tanya Rina
“Kamu sayang, tadi pas dokter menangani kamu dokter bilang kamu sedang mengandung” jelas Niko
“Yang benar nik?” Tanya mama Erina tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh putranya itu.
“Bener mah, mamah akan punya cucu dari aku sama Rina” ucap Niko dengan semangat.
“Alhamdulillah ya Allah, atas nikmat yang telah engkau berikan” ucap Mama Erina.
“Mas, mas gak bohong kan?” Tanya Rina dengan mata yang sudah berkaca kaca.
“Iya sayang, kalau kamu tidak percaya nanti kita tunggu dokter yang datang ya” ucap Niko sembari mengelus kepala istrinya.
“Terima kasih ya Allah, engkau telah mengizinkan hamba untuk menjadi istri dan wanita yang sempurna” batin Rina dengan air mata yang mengalir di pipinya karena sangat merasa bahagia.
“Ko nangis” ucao Niko sembari menghapus air mata istrinya.
“Aku bahagia mas, kita sebentar lagi akan jadi orang tua” ucap Rina
“Iya sayang, mas juga sangat bahagia” ucap Niko lalu memberi kecupan di puncak kepala istrinya.
“Selamat ya dek kamu sebentar lagi mau jadi seorang ibu” ucap Dokter Faisal.
“Makasih ya ka” sahut Rina, lalu pandangan Rina tertuju kepada tantenya yang kini tengah duduk di kursi roda dengan menundukkan kepalanya.
“Tante kanapa ka, ko pakai kursi roda?” Tanya Rina.
Ibu Ratna yang mendengar keponakannya menanyakan keadaan dirinya pun akhirnya dia pun memberanikan diri untuk menatap keponakannya. Dokter Faisal yang mengerti mamanya ingin minta maaf, lalu dia pun mendekatkan mamanya tepat di samping Rina.
“Rina, maafin tante, selama ini tante sudah jahat sama kamu, tapi sekarang kamu celaka gara gara nolongin tante” ucap Ibu Ratna
“Tan, dari dulu Rina sudah memaafkan tante, tante tidak usah merasa bersalah, Rina melakukan ini karena Rina sayang sama tante, masa Rina diam aja pas lihat tante mau di celakai oleh orang jahat” ucap Runa sembari meraih salah satu tangan tante nya yang ada di tepi ranjang.
“Maksih ya, kami sudah menyelamatkan tante, sekali lagi maafin tante selama ini sudah jahat sama kamu” ucap Ibu Ratna lagi.
“Sudah gak papa tan, yang penting sekarang Rina senang tante aku sudah balik lagi seperti dulu, dari awal Rina tahu sebenarnya tante itu sayang sama aku, tante seperti itu wajar karena kehilangan Om” ucap Rina
“Gak sayang, harusnya tante juga menguatkan kamu karena kamu juga kehilangan mama sama papa kamu tapi tante malah menjauhi dan membenci kamu” ucap Ibu Ratna sembari menggelengkan kepalanya.
“Gak usah maaf maafan lagi tan, yang penting sekarang Rina hanya ingin tante sayang lagi sama aku seperti dulu, karena hanya tante dan ka Ical keluarga yang aku punya” ucap Rina
“Iya sayang” sahut Ibu Ratna lalu dia pun berdiri dan memeluk keponakannya itu.
Setelah acara maaf maafan, kini Rina membujuk tantenya untuk istirahat di rumah, akhirnya dengan bujukan Rina, bu Ratna mau di ajak pulang oleh ical, dan kini di kamar hanya ada Rina dan Niko, karena sudah sore mama Erina pun pamit pulang, Niko sudah meminta supir untuk menjemput mamanya di rumah sakit.
“Kenapa sih dari tadi istri mas senyum senyum terus?” Tanya Niko yang memperhatikan istrinya terus memancarkan senyum manisnya.
__ADS_1
“Aku bahagia banget mas, begitu banyak Allah beri kebahagiaan buat aku, satu Aku bahagia karena aku hamil” ucap Rina sembari mengelus perutnya yang masih Rata. “yang kedua sekarang tante Ratna sudah kembali sayang lagi sama aku seperti dulu” ucap Rina lalu langsung memeluk suaminya yang tengah berdiri di samping ranjang.
“Alhamdulillah sayang, akhirnya doa kita di kabulkan oleh Allah” ucap Niko sembari memgelus dan menium puncak kepala istrinya yang ada di dekapannya.