
“Alhamdulillah” semua orang yang hadir di masjid mengucapkan kata syukur karena ijab kabul berjalan dengan lancar. Semua orang merasa lega, terharu dan campur bahagia, Mommy safa langsung memeluk Daddy Albert dan menangis di pelukan suaminya.
“Risa aku sudah menyatukan putra putri kita seperti yang kita cita citakan dulu, kamu yang tenang disana aku dan mas Albert akan selalu menjaga dan menyayangi putri kita dengan baik” batin Mommy safa lalu melarai pelukannya dan menghapus air matanya.
Nisa yang menyaksikan dari dalam mobil, ketika mendengar Kelvin mengucap ijab dan kata sah terdengar di telinganya, ada rasa sedih dan juga bahagia yang dia rasakan, dia sedih karena kedua kalinya dia menikah orang tuanya sudah tidak bisa menemaninya dan bahagianya dia bisa mengabulkan keinginan sang mama jika dirinya menikah dengan anak dari sahabatnya dan Nisa juga bersyukur Kelvin dan keluarganya bisa menerima dirinya yang hanya anak yatim piatu yang tidak punya apa apa apalagi setatusnya dia sekarang seorang janda tapi semua itu tidak di permasanlah kan oleh Kelvin maupun keluarganya.
Lalu Nisa pun datang dari pintu depan masjid dengan di gandeng oleh Mita sahabatnya, Mommy safa pun beranjak dari duduknya untuk menjemput sang menantu dan menuntunnya sampai duduk di samping putranya.
“Kamu cantik banget sayang” ucap Kelvin melirik wanita di sampingnya yang kini sudah sah menjadi istrinya.
“Terimaskah mas, mas juga tampan” sahut Nisa dengan berbisik di telinga suaminya.
“Jadi gak sabar mas mau buka puasa” ucap Kelvin, obrolan mereka pun terpotong ketika pak penghulu mengarahkan Nisa untuk mencium punggung tangan Kelvin. Begitu pun dengan Kelvin memegang kepala sang istri dan melantunkan sebuah doa kemudian mencium kening Nisa dengan penuh perasaan.
“Selamat ya sayang, akhirnya kamu menjadi istri putra mommy yang nakal itu kalau tidak mungkin dia akan jadi perjaka tua” ucap Mommy safa.
“Iya mom, terimaskah juga mommy sudah mau menerima Nisa menjadi menantu mommy” ucap Nisa, lalu mereka berdua saling memeluk satu sama lain.
“Selamat ya putrinya Daddy, kasih tahu Daddy kalau putra Daddy yang nakal itu macam macam sama kamu” ucap Daddy Albert
“Pasti dad, terimkasih Daddy sudah menerima dan menyayangi Nisa” ucap dengan menyalami dan menciun tangan ayah mertuanya dan di balas oleh Daddy Albert dengan mengelus kepala sang menantu.
Melihat interaksi istrinya dengan kedua orang tuanya Kelvin pun tersenyum, kedua orang tua ya terlihat begitu menyayangi istrinya begitu pun sebaliknya, istrinya merasa mempunyai orang tua baru dalam diri kedua orang tuanya.
“Selamat ya sayang, jaga dan cintailah istri kamu dan buktikan kepada orang orang yang selama ini menghina dia jika dia itu wanita hebat wanita sempurna yah” ucap Mommy safa.
__ADS_1
“Iya mom, Kelvin minta doanya semoga pernikahan kita selalu di berkahi sama Allah” ucap Kelvin
“Itu pasti sayang” sahut mommy safa lalu ibu dan anak itu pun saling berpelukan.
Setelah meminta doa kepada Mommy safa kini beralih kepada sang Daddy, “selamat ya boy, jaga putri Daddy, buat dia bahagia jangan kamu sakiti dia sudah cukup selama ini dia terus di sakiti oleh orang lain, lidungilah dia jangan memberi celah pada pria lain untuk merebutnya dari kamu” ucap Daddy Albert memberi nasihat kepada putranya.
“Insya Allah dad, Kelvin akan berusaha untuk membahagiakan Nisa sebisa Kelvin dan tidak akan melepaskannya untuk siapa pun” sahut Kelvin lalau Ayah dan anak itu saling berpelukan.
“Selamat ya sahabat ku, akhirnya ada seseorang yang bisa menerima dan menyayangi kamu dengan tulus seperti tuan Kelvin dan keluarganya” ucap Mita
“Sama sama mit, terima kasih kamu selalu ada di saat masa masa terpuruk aku” ucap Nisa, kedua wanita itu pun saling berpelukan satu sama lain. Setelah itu mereka semua menyalami satu persatu tamu yang datang menyaksikan ijab kabul di pagi hari ini.
Setelah semua acara sudah selesai, Kelvin membawa Nisa menuju Hotel Osmond Group karena nanti malam mereka akan mengadakan resepsi di sana. Begitu pun dengan mommy safa dan Daddy Albert mereka berdua sama sama akan pulang ke Hotel.
***
“Aku bahagia mas, aku belum percaya jika aku sudah jadi istri mas Kelvin, terimakasih mas sudah menerima Nisa wanita yang tak sempurna ini, wanita yang banyak kekurangannya ini” ucap Nisa dengan isak tangisnya.
Mendengar ucapan istrinya, Kelvin pun langsung meraih tangan Nisa dan membawa istrinya dalam dekapannya lalu dia kecup puncak kepala sang istri, “mas juga berterima kasih sama kamu sudah mau menjadi istri mas, bagi mas kamu itu wanita paling sempurna di dunia ini sayang, jadi kita sama sama belajar untuk menjalani rumah tangga ini, jika mas ada salah sama kamu, kamu boleh tegur mas begitu pun sebaliknya yah, biar kita sama sama tahu apa kesalahan kita dan bisa memperbaiki untuk kedepannya yah” ucap Kelvin, melarai pelukan dari istrinya lalu dia hapus air mata yang menetes membasahi pipi istrinya.
Nisa hanya mengaggukan kepalnya dan menangisnya pun mulai berhenti, “nah sekarang kamu mau mandi dulu apa mas dulu yang mandi?” Tanya Kelvin
“Aku dulu deh ya mas, aku sudah gerah banget pakai kebaya ini, gak papa kan?” Tanya Nisa
“Gak papa sayang, mau bareng juga boleh” jawab Kelvin
__ADS_1
“Dasar mesum” sahut Nisa langsung beranjak menuju kamar mandi.
Sepeninggalan Nisa ke kamar mandi Kelvin melepas jas dan kemeja yang melekat di tubuhnya membuatnya menjadi telanjang dada hanya menggunakan celananya saja yang masih melekat di tubuhnya,lalu dia merebahkan badannya di ranjang. Sedangkan Nisa di dalam kamar mandi setelah membersihkan make upnya dia kesusahan melepas kebayanya dengan terpaksa dia pun memanggil Kelvin.
“Mas” panggil Nisa, mendengar panggilan sang istri Kelvin pun langsung bangkit dari tidurnya mendekat ke arah kamar mandi, “iya sayang kenapa?”tanya Kelvin ketika sudah di depan pintu kamar mandi.
“Tolong bantu aku buka relseleting belakang kebayanya” ucap Nisa dengan membuka pintu kamar mandi.
“lah kamu dari tadi ngapain saja sayang di dalam kamar mandi ko belum mulai mandi juga?” Tanya Kelvin ikut memasuk ke kamar mandi lalu mereka sama sama berdiri di depan cermin dengan posisi Kelvin di belakang Nisa.
“Aku baru selesai membersihkan make up mas, terus aku coba buka kebayanya sendiri gak bisa” jawab Nisa lalu Kelvin mulai menarik relseleting nya ke bawah membuat dia menelan ludahnya sendiri melihat kulit putih punggung sang istri, lalu dia elus punggung istrinya, dengan nalurinya Kelvin mulai memajukan wajahnya dan menciumi punggung sang istri.
“Eum.., mas geli jangan begitu” rengek Nisa, Kelvin tidak memedulikan ucapan istrinya dia terus mencium punggung istrinya sampai ke leher lalu dia dengan sengaja menjatuhkan kebaya sang istri hingga terlihat jelas di cermin kamar mandi istrinya hanya menggunakan penutup gunung kembarnya. Tanpa memberhentikan cumbuannya, tangan kelvin mengarah ke punggung istrinya dan melepas pengait penutup gunung kembarnya. Seketika Nisa langsung menyilangkan tangannya di depan dada ketika menyadari penutup gunung kembarnya sudah terjatuh.
“lihat kamu indah sekali sayang, kenapa di tutupi?” Ucap Kelvin sembari memeluk Nisa dari belakang dan melihat pantulan sang istri dari cermin, jadi sekarang mereka berdua sama sama polos bagian atasnya. Nisa tidak tahu tiba tiba dia terdiam dan terpaku seperti seorang gadis.
Kelvin melepas pelukan dari istrinya lalu membalikan badan istrinya dan mulai merapatkan tubuhnya kepada sang istri dan langsung menggendongnya dan membawanya kembali ke kamar. Dengan otomatis Nisa mengalungkan tangannya di leher suaminya lalu dengan sengaja Kelvin memberi kecupan di bibir sang istri, “manis” ucap Kelvin membuat Nisa tersipu malau dan menyembunyikan wajahnya di dada Kelvin.
Sesampainya di kamar Kelvin merebahkan istri ya di ranjang dan langsung menindihnya, tidak menunggu lama lagi dia langsung mencium bibir
sang istri dengan lembut, Nisa pun yang sedari tadi sudah tergoda dengan bibir tebal suaminya yang terlihat seksi dia pun ikut membalasnya.
Nafas mereka berdua terengal-engal ketika tautan bibir mereka terlepas. Tangan Kelvin terulur mengusap sisa sisa ciumannya di bibir sang istri dan mereka pun saling tatap penuh dengan cinta.
“I Love You Arisha Alfatunisa” ucap Kelvin
__ADS_1
“I love you more Kelvin Osmond” balas Nisa