
Baru kali ini Kelvin mau mengantri hanya untuk membayar administrasi punya Nisa, yang tak lain adalah wanita pujaan hatinya, setelah selesai Kelvin langsung bergegas menuju ruang IGD lagi untuk menghampiri Nisa, berbarengan dengan Nisa yang sedang di lepas selang infusnya oleh salah satu suster.
Ketika menghampiri Nisa, di lihat Nisa tidak sendiri melainkan ada Mita sahabatnya yang belum lama datang, Mita pun merasa canggung di kala Kelvin datang menghampiri Nisa seketika yang tadinya mereka sednag mengobrol kini semuanya terdiam melihat kedatangan tuan muda osmond.
"Sudah selesai mas?" Tanya Nisa
"Sudah" jawab Kelvin
"Siang tuan muda osmond" sapa Mita
“siang”sahut Kelvin, "Sudah selesaikan semuanya, yuk kita pulang sekarang, biar aku antar" ucap Kelvin
"Tidak usah mas, aku bisa pulang bareng Mita ko" tolak Nisa, dia merasa tidak enak kalau terus merepotkan Kelvin.
"Memangnya teman kamu bisa ngantar kamu?" Tanya Kelvin langsung menatap tajam ke arah Mita.
"Bisa kan ya mit?" Tanya Nisa mengkode kepada Mita dengan menggunakan matanya.
"Mata kamu kenapa Nisa?" Tanya Kelvin ketika melihat Nisa mengedipkan matanya.
"Oh gak gak papa mas, ini hanya kemasukan debu iya kemasukan debu" jawab Nisa dengan gugup kenapa pria tampan di hadapannya itu susah sekali untuk di hindari.
"Maaf ya Nis, aku kesini bareng mas Bagas, dan mas Bagas mau ada acara katanya jadi aku tidak bisa mengantar kamu pulang, aku duluan ya mas bagas sudah nunggu di depan soalnya" ucap Mita langsung berpamitan pada Nisa dengan cipika cipiki.
Sepeninggalan Mita, Kalvin juga mengajak Nisa pulang, awalnya Nisa menolak tetapi dengan Kalvin memberi ancaman kepada Nisa, akhirnya Nisa pasrah harus mengikuti pintah Kelvin.
Sebelum Nisa turun dari brankar, Kelvin langsung mengambil kursi roda untuk Nisa karena salah satu kakinya belum boleh di gerakan.
Setelah mendapatkam kursi roda, Kelvin kembali lagi menghampiri Nisa dengan membawa kursi rodanya, Nisa kaget tiba tiba tanpa basa basi Kelvin menggendongnya dan mendudukannya di kursi roda samapi Nisa reflek menepuk pundak Kelvin.
"Mas Kelvin, ngagetin saja tahu gak, kan aku bisa turun sendiri mas dari tempat tidur" ucap Nisa ketika di gendong oleh Kelvin secara memdadak.
"Kelamaan kalau nunggu kamu turun sendiri" ucap Kelvin, lalu Kelvin langsung mendorong Nisa menuju lobby untuk menunggu dirinya mengambil mobi,l karena dia yang akan menyetir sendiri, asisten Doni sudah Kelvin minta untuk kembali ke kantor terlebih dahulu.
Setelah mobil yang di kendarai oleh Kelvin sudah sampai depan lobby rumah sakit, Nisa ingin berdiri sendiri tiba tiba badannya oleng alhasil Nisa hampir jatuh kalau badannya tidak segera di tangkap oleh Kelvin, Kelvin langsung menggendong Nisa dan meminta Nisa membukakan pintu samping pengemudi supaya Nisa bisa masuk.
Setelah Nisa masuk ke dalam mobil, Kelvin kembali ke tempat pengemudi dan siap mengemudi mobilnya menuju apartemen kelvin bukan ke arah rumah Nisa.
Nisa bingung ketika Kelvin mengarahkan mobilnya tidak mengarah ke rumahnya malah tapi ke arah lain.
"Mas lo kita lurus kan harusnya kalau ke rumah aku belok?" Tanya Nisa heran takutnya Kelvin lupa akan arah jalan menuju rumahnya.
"Mas sengaja, untuk sementara kamu tinggal di apartement mas selama kaki kamu masih sakit" uvap Kelvin
"Mas, gak bisa begitu dong, gak baik perempuan dan laki laki yang bukan muhrimnya tinggal satu atap" ucap Nisa
"Makanya cepetan di buat muhrim dong" sahut Kelvin.
__ADS_1
"Apaan sih mas jangan becanda deh" ucap Nisa di kira ucapan Kelvin hanya candaan.
Kelvin yang melihat Nisa tidak percaya kalau dirinya bener serius ingin menjadika Nisa sebagai muhrimnya, diapun langsung menepi dan langsung memberhentikan mobilnya.
"Kenapa tiba tiba berhenti mas?" Tnaya Nisa
"Nisa" panggil Kelvin lalau kedua tangan Kelvin meraih kedua tangan Nisa dan menggenggamnya, Nisa kaget tiba tiba Kelvin menggenggam tangannya dan menatapnya dengan intens.
"Aku serius mau menjadikan kamu mukrim mas, Nisa, dari awal aku bertemu kamu aku sudah jatuh hati sama kamu" ucap Kelvin
Mendengar pernyataan Kelvin otomatis Nisa langsung melepas tangannya yang di genggam boleh Kelvin.
"Tapi mas, maaf aku tidak bisa, aku belum siap untuk memulai hidup baru lagi" jawaban Nisa mebuat hati Kelvin menjadi sakit rasanya, tetapi Kalvin mengerti akan kekehawatiran Nisa, karena sekarang statusnya belum resmi bercerai dari mantan suaminya.
"Aku tidak pantas buat laki laki tampan sesempurna kamu mas, aku hanya seorang wanita yang sebentar lagi akan menjadi janda, jadi maaf mas aku tidak bisa" tolak Nisa
"Tidak apa aku ngerti ko, tapi izinkan aku untuk membuktikan kakau aku bener bener cinta sama kamu dan aku ingin kamu yang menjadi istri aku Nisa" ucap Kelvin
Nisa tidak menjawab dia hanya mengalihkan pandangannya keluar jendela, lalu Kelvin melajukan mobilnya kembali menuju apartemen dan sesekali menyetir sembari mengok ke arah Nisa yang masih melihat ke arah luar jendela.
"Kamu tenang saja, kamu di apartemen mas ada yang menenin yaitu bi atun, sedangkan mas sendiri, mas tidak tinggal disitu, mas akan pulang ke mansion" ucap Kelvin
Nisa bersyukur kalau Kelvin tidak tinggal di apartemen bersama dirinya, bukan apa apa, dia takut akan timbul fitnah, dia tidak mau membawa bawa Kelvin dalam masalahnya.
Sedangkan di pengadial, Niko keluar dari pengadilan dengan hasil yang tidak sesuai harapan, Nisa yang dia harapan datang kini tidak datang lagi, malah dia mendapatkan pemberitahuan kalau sidang cerai Nisa dan Niko akan di laksanakan minggu depan.
Mita di rumahnya tersenyum senang, ketika mendapat kabar dari orang bayarannya, akalau Nisa sudah di buat celaka dan di pastikan kalau Nisa itu tidak akan datang ke pengadilan untuk bertemu dengan suaminya.
Sesnagkan mama Erina masih sibuk bulak balik ke rumah dan ke apartemwnt untuk menemui cucu pertamanya yang tak lain adalah anak dari Miko anak bungsunya.
Sudah beberapa kali mama Erina membujuk Miko untuk tinggal bersamanya si rumah, tetapi Miko kekeh dengan pendiriannya dia akan tetap tinggal di apartemen, Miko tidak mau nasib pernikahannya akan bernasib sama denagn sang kakak, walaupun di antara Miko dan Amel sudah ada anak dia tahu bagai mana sikap ibunya, jadi Miko tidak mau ambil resiko.
***
Sesampainya Nisa di apartemen Kelvin, Kelvin meminta pada pihak Apartemen untuk membawakannya kursi roda yang memang di sediakan oleh pihak apartemen, setelah Nisa duduk tenang di kursi roda Kelvin langsung mendorong kursi rodanya menuju unit apartemen punya Kelvin yang terletak di lantai sepuluh.
Ketika Kelvin dan Nisa memasuki Unit apartemen milik Kelvin, ternyata di dalam sudah ada bi atun, yang biasanya datang hanya untuk bersih bersih ketika siang hari, kini Kelvin meminta kepada Bi atun untuk menginap selama ada Nisa di apartement.
"Selamat datang di apatemen mas, kamu suka tidak?" Tanya Kelvin sembari mendorong kursi rodanya memasuki unit apartemen Kelvin.
"Bagus banget mas, apa ini tidak berlebihan aku tinggal disini mas"ucap Nisa sembari melihat sekitar apartemen.
"Ya tidak lah, emang ini apartemen jarang mas tempati, mas tempati hanya kalau sedang malas pulang ke mansion saja, tapi kalau bi atun setiap hari bersih bersih disini tapi biasanya bi atun juga setengah hari, karen kamu ada disini aku minta bi atun untuk menginap, takutnya kamu malam malam butuh sesuatu" jelas Kelvin
"Itu Sangat berlebihan mas" ucap Nisa merasa tidak enak kepada Kelvin.
"Gak papa Nisa, kamu ingat pesan dokter, kakinya jangan banyak banyak gerak dulu" ucap Kelvin.
__ADS_1
"Iya mas tapi kan aku bukan lumpuh aku masih bisa jalan, di bantu sama kaki satunya" ucap Nisa
Bi atun yang sedang di dapur mendengar ada suara orang ngobrol pun mencoba melihat ke ruang tengah apa majikannya sudah datang.
"Selamat siang tuan" sapa Bi atun ketika menghampiri Nisa dan juga Kelvin.
"Siang bi, Bi kenalin ini Nisa dan Nisa kenalin ini bi atun yang akan nemenin kamu disini" ucap Kelvin
"Siang nyonya, perkenalkan saya bi atun" ucap bi atun
"Panggil Nisa aja bi, jangan panggil nyonya" ucap Nisa
Mendengar ucapan Nisa otomatis bi atun menatap tuannya takut tidak di perbolehkan kalau hanya panggil nama, tapi Kelvin menganggukkan kepalanya, itu bertanda memperbolehkan untuk bi atun menuruti kemauan Nisa.
"Tidak enak non, bibi panggil neng Nisa saja ya" ucap bi atun
"Ya sudah tidak papa bi"sahut Nisa
"Apa makan siangnya sudah siap bi?" Tanya Kelvin
"Sudah tuan, kalau begitu bibi tinggal dulu tuan" jawab bi atun
"Hemm" sahut Kelvin, lalu Kelvin mendorong kursi roda Nisa ke arah meja makan karena Kelvin belum sempat makan siang karena tadi keburu mendapat kabar kalau Nisa kecelakaan.
"Kita makan siang dulu ya, habis itu mas mau balik ke kantor dulu" ucap Kelvin
"Jadi dari tadi mas Kelvin belum makan siang?" Tanya Nisa ketika mereka samapi di meja makan.
"Belum lah, orang tadinya mas mau makan siang bersama kamu di resto, eh malah dapat kabar dari pelayan resto kalau kamu kecelakaan, ya mas tidak jadi makan siang" jelas Kelvin
Alhasil mereka berdua kini menikmati makan siang bersama di apartemen, Nisa yang tadinya tidak berniat makan siang dengan berbagai macam rayuan Kelvin akhirnya ikut juga makan siang bersama.
Di tengah tengah mereka sedang menikmati hidangannya tiba tiba Nisa terdiam dan terus memperhatikan Handphonenya karena mendapat Email dari pengadilan kalau minggu depan akan di adakan sidang perceraian antara saudari Nisa dan juga saudara Niko.
"Kenapa Nisa?" Tanya Kelvin ketika melihat Nisa memberhentikan makannya.
"Tidak papa mas, ini aku hanya dapat email dari pengadilan kalau sidang cerai aku akan di laksanakan minggu depan" jelas Nisa
"Ya bagus lah, lebih cepat lebih baik kan"ucap Kelvin
"Ko mas Kpelvin bicaranya begitu"ucap Nisa ketika mendengarkan sauatan dari pria tampan yang di hadapnnya.
"Ya memang kan lebih cepat lebih baik, atau kamu sengaja ingin ngulur ngulur waktu biar bisa kembali lagi sama mantan suami kamu itu, atau jangan jangan kamu menyesal memggugat cerai dia" ucap Kelvin dengan nada dinginnya.
"Ya tidak begitu juga mas, tau ah terserah mas Kelvin saja lah" ucap Nisa males meladenip omongan Kelvin.
Setelah menikmati makan siang Kelvin mengantar Nisa ke kamar yang biasa di tempati dirinya, lalu meminta untuk Nisa istirahat sekarang juga di kamar, setelah membatu Nisa membaringkan badannya, Kelvin langsung pamit untuk kembali ke kantor.
__ADS_1
Sepeninggalan Kelvin, Nisa bukanya tidur dia malah memikirkan perkataan Kelvin ketika tadi di jalan, kalau Kelvin meminta Nisa untuk jadi mahramnya.