
Pagi ini dimana Kelvin akan mengantarkan Nisa ke rumah sakit untuk cek up dan juga sekaligus membuka gips yang menempel pada pergelangan salah satu kaki Nisa. Dan itu berarti bertepatan dengan hari terakhir Nisa tinggal di apartemen Kelvin.
Kini mereka berdua sudah berada di mobil, dan Kelvin jika pergi bersama Nisa selalu mengendarai mobilnya sendiri karena dia ingin menikmati waktu berduaan bersama Nisa.
“Oh ya sayang, apa mommy menghubungi kamu, soalnya semalam Mommy minta nomor kontak kamu ke mas?” Tanya Kelvin sembari menengok ke arah Nisandi sampingnya.
Ya Mommy safa semalam ketika menunggu Kelvin pulang kerja, Mommy safa meminta nomor kontaknya Nisa, karena hari ini dia akan mengajak Nisa untuk berbelanja.
“Iya mas, tadi pagi mom nelfon aku pas habis sarapan, aku di minta untuk temani mommy belanja buat acara besok katanya, terus aku bilang kalau aku pagi ini mau cek up sama lepas gips sama kamu, terus mommy bilang selepas aku habis dari rumah sakit saja katanya, dan meminta kamu antar aku ke mansion” jawab Nisa
“Oh ya sudah nanti, setelah dari rumah sakit, mas antar kamu ke mansion ya” ucap Kelvin
“Iya mas” sahut Nisa
Mobil yang di kendari Kelvin telah sampai di halaman rumah sakit yang bertulisan SJ Hospital Jakarta, Kelvin langsung memikirkan mobilnya, setelah mobil sudah terparkir rapih mereka keluar dari mobil dan langsung memasuki rumah sakit, dengan bergandengan tangan mereka menelusuri lorong rumah sakit menuju ruang dokter.
Setelah memasuki ruangan dokter, Dokter langsung meminta Nisa untuk duduk di ranjang pasien dan mulai melepas gipsnya dan Kelvin dengan setia berdiri di samping Nisa sembari menggenggam tangan Nisa supaya bisa lebih rileks. Setelah Gips terlepas dokter mencoba menggerakkan kaki Nisa dengan perlahan.
“Apa masih sakit nona, jika saya gerakan seperti ini kakinya?” Tanya Dokter
“Tidak dok” jawab Nisa
“Baik, nona sudah bisa turun, saya akan kasih vitaminnya untuk menguatkan tulangnya, dan kalau bisa jangan banyak buat jalan terlalu jauh dulu ya” ucap Dokter, Kelvin pun membantu Nisa untuk turun dari ranjang pasien.
Setelah urusan rumah sakit semuanya sudah selesai dan Nisa dinyatakan kakinya sudah kemabli sehat, Kelvin langsung tancap gas nya menuju mansion dan sebelumnya Kelvin sudah memberi kabar kepada mommynya untuk bersiap karena Nisa sudah jalan ke arah mansion.
Sesampainya di mansion ternyata mommy safa sudah siap untuk pergi dan tengah menunggu Kelvin dan juga Nisa datang di ruang tengah.
“Assalnualaikum”
“Waalikumsalam, kalian sudah datang” ucap mommy safa
“Iya mom” sahut Kelvin
“Mommy apa kabar?” Tanya Nisa langsung mencium tangan Mommy safa
“Mommy sehat sayang, gimana tadi kakinya sudah sembuh?” Tanya Mommu safa
“Alhamdulillah sudah mom” jawab Nisa
“Ya sudah ya mom, Kelvin ke kantor dulu, mommy mau pergi sekarang?” Tanya Kelvin
“Ya sudah sana kmu ke kantor saja, mommy mau langsung pergi ko” jawab Mommy safa
__ADS_1
“Aku pamit ya mom, Kelvin titip Nisa” pamit Kelvin mencium tangan Mommy safa dan juga mencium kedua pipi mommynya.
“Titip, memangnya calon menantu mamah barang” sahut Mommy safa
Sedangkan Nisa hanya tersenyum memperhatikan interaksi ibu dan anak di hadapannya, setelah Kelvin berpamitan kepada sang ibu sekarang giliran dia pamit kepada wanita pujaan hatinya.
“Mas ke kantor dulu ya sayang” ucap Kelvin sembari mengelus lengan Nisa
“Iya mas hati hati” ucap Nisa
“Iya sayang, cup” sahut Kelvin, Nisa kaget dan juga malu di cium keningnya secara tiba tiba di depan Mommy safa lagi. Sedangkan Mommy safa melihat interaksi putranya dengan Nisa hanya bisa mengulum senyumnya, sepertinya putranya sudah sangat bucin dengan calon menantunya.
Setelah berpamitan denagn Nisa pun Kelvin langsung berjalan keluar mansion meninggalkan kedua wanita yang sangat Kelvin sayangi dan langsung melajukan mobilnya menuju kantor.
Selepas kepergian Kelvin Mommy safa dan Nisa pun langsing pergi untuk berbelanja ke supermarket, tempat pertama kali mereka bertemu.
***
Sedangkan Niko setelah lepas dari perceraiannya dengan Nisa dia sering pulang malam dalam keadaan mabuk dan dia merasa cemburu ketika melihat Nisa sudah menemukan penggantinya dengan secepat ini, dan Niko malah menganggap omongan Misya ada benarnya juga kalau Nisa menggugat cerai dirinya karena dia sudah menemukan laki laki yang kebih kaya darinya.
Misya yang melihat suaminya setiap hari pulang malam dan selalu mabuk dia tidak mempermasalahkan itu, yang penting rahasia dia semuanya tetap aman pada tempatnya, jangan sampai suami dan ibu mertuanya sampai tahu semua kelicikan dirinya.
“Kamu habis dari mana Misaya, perut sudah sebeaar itu juga masih saja keluyuran?” Tabya Mama Erina ketika melihat menantunya memasuki rumah dengan menenteng beberpa belanjaan.
“Aku habis beli pelengkapan bayi mah, kalau bukan aku yang beli siapa lagi yang mau belanja perlengkapan bayi aku sedangkan aku sebentar lagi akan melahirkan. mama sibuk ngurusin anaknya Miko sama Amel, sedangkan mama tahu anak mama semenjak bercerai sama si Nisa putra mama selalu pulang malam dalam keadaan mabuk, gak ada disini yang peduli sama akundan juga anak aku” ucap Misya, padahal sebenarnya belanjaan yang paling banyak dia beli adalah kebutuhannya sendiri sedangkan pelengkapan buat calon anaknya hanya beli bebrapa, hanya untuk alasan dia saja.
Di dalam kamar Misya langsung tersenyum licik dan menertawakan ibu mertuanya.
“Hahaa, dasar nenek tua percaya saja di kasih alasan seperti itu, dan gua pun gak peduli mas Niko pulang malam ke sampai pagi juga gak papa, yang gua butuh bukan orangnya tapi uangnya” gumam Misya sendiri.
***
Mommy safa dan Nisa selesai belanja mereka langsung melanjutkan untuk makan siang, dan Mommy safa mengajak Nisa untuk makan siang di sebuah restoran yang sekarang sedang buming, kata temen temennya makanannya enak enak di reaterona tersebut.
Nisa tidak tahu kalau yang di maksud Mommy safa itu adalah restoran punya sahabatnya sekaligus tempat dia bekerja, dan Nisa baru menyadari itu semua ketika mobil yang di naikinya telah terparkir di depan restoran yang di maksud oleh mommy safa.
“Ayo turun sayang” panggil mommy safa dan menyadarkan lamunan Nisa.
“Oh iya mom” sahut Nisa lalu dia turun dari mobil, dan Mommy safa langsung menggandeng Nisa untuk memasuki restoran tersebut.
“Selamat datang di M&B Resto” sapa para pelayan ketika Nisa dan Mommy safa datang, setiap pelayan yang ingin menyapa Nisa, Nisa langsung mengisyaratkan untuk mereka diam dengan meletakan jari telunjuknya tepat di depan bibirnya.
“Untuk berapa orang nyonya?” Tanya pelayan resto.
__ADS_1
“Saya mau di ruang VIP ya mbak” ucap Momny safa, dan pelayan tersebut langsung menatap Nisa dan meminta persetujuan dan Nisa pun langsung mengagukkan kepalanya.
Lalu Nisa dan Mmommy safa pun mengikuti pelayan untuk menuju ruang VIP. Sesampainya di Ruang VIP mommy safa dan Nisa langsung menduduki kursi masing masing dan mulai memilih makanan apa yang akan di peaan.
“Kamu mau pesan apa sayang?” Tanya Mommy safa
“Apa saja mom, terserah mommy, aku pemakan apa saja ko” jawab Nisa
“Baiklah, mbak tolong makanan yang paling favorite di reatoran ini keluarin saja ya” ucap Mommy safa
“Iya nyonya” sahut pelayan.
Sepeninggalan pelayan dari ruang VIP, Nisa dan Momny safa mengobrol, hingga satu persatu makanan pun datang memenuhi meja bulat di hadapan mereka.
“Mom, ini banyak banget, kita makan hanya berdua” ucap Nisa melihat meja makan penuh terisi dengan segala menu makanan yang berbeda beda.
“Kata siapa kita hanya berdua sayang” uvap Momny safa
“Maksud Mommy” uacp Nisa bertanya tanya. Belum juga Mommy safa menjawab pertanyaan Nisa. Dua pria tampan yang berbeda usia telah memasuki ruangan dan langsung menyapa wanita pujaan hati masing masing.
“Hai sayang, Hi Honey” sapa Kelvin dan juga Daddy Albert secara bersamaan dan langsung menghampiri wanita masing masing dan memberikan kecupan di puncak kepala pasangan mereka.
“Mas Kelvin, jadi yang di maksud mommy kita makan siang bareng mas Kelvin dan juga Daddy?” Tanya Nisa memastikan dan mommy saf apun menganggukkan keplaanya.
“Apa kabar dad?” Sapa Nisa langsung berdiri dari duduknya dan langsung menghanpiri Daddy albert dan mencium tangannya.
“Baik nak, kamu sendiri gimaan kakinya sudah sehat, daddy dengar dari Kelvin hari ini lepas gips” tanya balik Daddy Albert
“Alhamdulilah Dad, sudah sembuh dsn gips nya sudah terlepas” jawab Nisa sembari kembali ke tempat duduknya di samping Kelvin.
Mereka pun mulai menjkmati hidangan yang sudah tersedia di hadapannya, dan ketika Momny dan juga Daddy mulai mencoba makannannya ternyata benar apa yang di katakan orang2 kalau makanan di restoran ini terkenal sangat enak, Kelvin melihat reaksi orangtuanya hanya mengulum senyum mereka belum tahu saja kakau chefnya sedang makan bareng mereka.
“Gimana mom, dad makanannya?” Tanya Kelvin
“Ini sih enak banget iya kan dad” ucap Mommy safa lalu meminta persetujuan suaminya dan dady albert pun hanya bisa mengagukkan kepalanya.
“Tapi ini hampir mirip sama masakan kamu sayang” ucap Mommy safa dan Nisa mendengar ucapan mommy safa, Nisa hanya bisa memberikan senyum manisnya..
Kelvin tertawa mendengar ucapan sang mommy kalu makanannya mirip dengan masakan Nisa.
“Kenapa kamu tertawa boy?tanya mommy safa melihat putranya tiba tiba tertawa.
“Mommy lucu, gimana hak mirip orang chef di restoram ini Nisa wanita cantik di samping aku ini” jelas Kelvin sembari melirik ke arah Nisa.
__ADS_1
“Apa, bener sayang kamu bekerja disini dan kamu chef di restoran ini?” Tanya Momny safa
“Iya mom” jawab Nisa, Mommy safa pun makin bangga dengan calon menantunya itu.