
Sepanjang perjalanan pulang pria pinggir jalan tadi terus bertanya tanya kenapa dirinya bisa di anggap pengemis.
“Don” panggil pria pinggir jalan tadi kepada asistennya yang sedang mengemudi
“Iya tuan” sahut sang asisten
“Apa wajah saya kelihatan seperti pengemis ya?” Tanya pria pinggir jalan tadi.
Sang asisten mendengar pertanyaan tuannya itu menjadi terkekeh sendiri dan tertawa.
“Kenapa kamu ketawa don?” Tanya pria pinggir jalan tadi.
“Tuan lupa tadi pagi keluar rumah tukaran baju sama si parjo tukang kebun rumah, pas dia baru datang ke rumah, supaya tuan tidak ketahuan sama nyonya kalau tuan pergi untuk menghindari pertemuan perjodohan itu” jelas sang asisten
Pria pinggir jalan tadi pun menepuk jidatnya sendiri, kenapa dia sampai lupa kalau dirinya sedang menyamar supaya tidak di ikuti oleh bodygard orang tuanya, karena dia ingin menghindari perjodohan dengan anak teman mommy nya.
Ya pria pinggir jalan tadi bernama Kelvin Osmond, dia adalah pengusaha no satu di indonesai, dia adalah keturunan jerman dan Indonesia, sang daddy berasal dari jerman sedangkan mommy berasal indonesia, kenapa tadi dia bisa di kira seperti pengemis oleh Nisa karena dia sedang menghindari perjodohan dari Mommynya, pagi sebelum keluar dari rumah, ketika melihat tukang kebun baru datang dia minta bertukar pakaian dengan tukang kebun, supaya bodygard orangtuanya tidak bisa mengenalinya.
***
Niko, Mama Erina dan Misya kini baru saja sampai di rumah, seampainya di rumah Niko langsung mengantar Misya ke kamarnya untuk istirahat, sedangkan mama Erina setelah sampai rumah langsung menuju kamarnya sendiri untuk membersihkan diri.
Setelah memastikan Misya sudah istirahat, Niko langsung keluar kamar dan berjalan menaiki tangga menuju kantai atas, sesampainya di lantai atas Niko melanjutkan langkahnya menuju kamarnya, sesampainya di kamar Niko langsung mencari Nisa.
__ADS_1
“Nisa, sayang kamu dimana?” panggil Niko terus keliling menelusuri kamar dan kamar mandi tidak mendapatkan istrinya disana, lalu Niko langsung menuju lemari di lihat masih banyak baju Nisa yang tertata di lemari hanya beberapa baju saja yang tidak ada, dia langsung terduduk lemas di bawah lemari dan mengusap wajahnya dengan kasar.
Ketika dia ingin kelaur kamar menanyakan kepada bi ijah, dia seperti menemukan sebuah kertas yang di lipat di atas meja rias Nisa, dengan tangan yang bergetar Niko membuka surat itu sembari duduk di bangku yang ada di depan meja rias.
"Teruntuk Mas Niko, terimakasih kamu sudah pernah mencintai dan menyayangiku si saat orang terdekatku semuanya pergi meninggal kanku, dan terimakasih untuk menjadi suami yang baik untuk ku selama 5 tahun terakhir ini, aku tidak pernah menyeaal pernah menjadi istri kamu mas, maaf jika aku belum bisa menjadi istri dan menantu yang baik di rumah pratama, tolong sampaikan maaf ku ke mama ya.
Aku pergi mas, bukan aku yang menyerah tapi kamu yang meminta ku untuk pergi, semoga setelah kepergianku dari rumah pratama, kamu dan keluarga akan bahagia selalu, oh ya tolong bilang ke mama, aku pergi tidak membawa barang, baju apapun yang aku beli pakai uang kamu, aku pergi hanya membawa pakaian yang aku bawa dulu dan pakaian yang aku beli dengan uang ku sendiri karena 7 bulan terkahir ini sebenarnya aku bekerja di resto sahabatku, maaf kalau aku tidak bilang jujur sama mas kalau aku kerja, karena kalau mas tahu pasti mas tidak akan mengizinkannya, oh ya untuk kartu yang pernah kamu kasih, kamu minta saja sama mama, karena satu tahun terakhir mama yang menyimpan kartu itu.
Aku pergi ya mas, maaf kalau aku tidak pamit langsung ke kamu, semoga kamu dan keluarga bahagia selalu ya
Bye: Nisa mantan istrimu
“Tidak Nisa kamu tidak boleh pergi sayag, mas tidak sengaja mengucapkan kata itu ke kamu, tolong Nisa kembali mas butuh kamu sayang” racau Niko dengan air mata yang sudah menetes di pipinya.
Lalu Niko bergegas menuruni anak tangga menuju lantai bawah dengan tergesah gesah sesampainya di lantai bawah Niko langsung bergegas menuju kamar sang mama.
Tok tok
“Masuk” sahut mama Erina dari dalam kamar.
Lalu Niko langsung memasuki kamar sang mama.
“Eh kamu Nik, mama kira siapa” ucap Mama Erina dengan santai masih tetap duduk di depan meja rias.
__ADS_1
“Mah jawab Niko dengan jujur, apa bener selama satu tahun terakhir mama yang memegang kartu Nisa yang dari Niko?” Tanya Niko dengan baik baik.
Seketika mama Erina terdiam dan gugup mendapatkan pertanyaan seperti itu dari putranya.
“Jawab mah” uvap Niko melihat mamanya hanya diam.
“Iya, mama yang pegang kartu dia” jawab mama Erina
“Kenapa mama pegang kartu dia, itu kan kartu untuk Nisa mah, berarti selama satu tahun ini Niko di anggap tidak menfakahi dia mama” ucap Niko yang sudah emosi mendengar jawaban mamanya.
“Ya mama tidak mau saja dia menghabiskan uang kamu, beberapa bulan ini kan sering keluar rumah” ucap mama Erina
“Mama tahu karna kartu itu di pegang mama, Nisa beberpa bulan terakhir ini sering keluar rumah karena dia bekerja mah, untuk untuk menghidupi dirinya sendiri, dan Niko baru tahu itu sekarang dan sekarang Nisa pergi dia bilang ke aku untuk bilang ke mama bahwa dia pergi tidak membawa barang atau pakaian apaun yang dia beli dari uang ku mah padahal itu sudah jadi haknya dia” ucap Niko sambil menagis, dia menyalahkan dirinya sendiri, dia sebagai suaminya tidak tahu apa saja yang terjadi sama istrinya selama di rumah.
Mama Erina hanya terdiam menatap putranya, dia ada rasa kasihan melihat keadaan putranya sekarang, tanpa basa basi lagi Niko langsung pergi meninggalkan kamar mama Erina dan keluar rumah, langsung menaiki mobilnya dengan kecepatan penuh sembari memukul setirnya, tujuan pertama dia sekarang adalah restoran Mita yang dia butuhin sekarag adalah betemu Nisa.
Sesampainya di restoran Mita, Niko langsung memasuki restoran itu dan menanyakan kepada pelayan Resto kalau dia ingin bertemu dengan kariyawan yang bernama Nisa, tetapi pelayan tersebut mengatakan kalau Nisa sudah berhneti bekerja mulai hari ini, karena sebelumnya sudah memberi tahu para kariyawan resto kalau ada yang mencari dia, bilang saja kalau dirinya telah berhenti bekerja.
Niko melajukan mobilnya lagi entah dia bingung harus mencari Nisa kemana lagi, ada satu tempat yang dia tuju sekarang adalah tempat kos Nisa dulu ketika Nisa masih bekerja di perusahaannya.
Niko tidak mengetahui kalau Nisa mempunyai rumah peninggalan dari kakek nenek dari papanya, yang Niko tahu rumah yang dulu di tinggalin Nisa dan kedua orangtuanya adalah rumah yang di ambil paksa oleh tantenya Nisa dari pihak ibu.
Sesampainya di kosan tempat dulu Nisa tinggal, menanyakan kepada ibu kosnya ada anak kos yang bernama Nisa, yang Niko dapet jawabannya adalah tidak ada, Niko bingung harus mencari Nisa kemana lagi, akhirnya dia memutuskan untuk pulang ke rumahnya.
__ADS_1
Sedangkan Nisa seampainya dia di Rumah peninggalan dari kakek neneknya dia langsung menata baju bajunya di lemari dan memutuskan untuk membersihkan diri setelah membersihkan diri Nisa langsung menyantap makanan yang ia bawa dari resto, untungnya oleh pelayan resto di bawakan begitu banyak makanan sehingga masih ada sisa untuk dia makan, walupun tadi di tengah jalan dia sudah memberikan sebagian makanannya kepada orang lain.