
Kini Kelvin dengan Nisa tengah berada di dalam mobil, Kelvin mengatakan kalau mommynya meminta untuk Nisa datang ke mansion, awalnya Nisa menolak tetpi di tengah jalan mommy safa menelefon Kelvin memastikan Kelvin akan datang bersama Nisa, dan Kelvin pun langsung memberikan telefonnya ke Nisa karena Mommy safa ingin bicara langsung denagn Nisa, ketika Mommy safa yang bicara memintanya untuk datang ke mansion Nisa pun tidak bisa menolak.
Sesampainya di mansion mereka berdua langsung di sambut oleh Momny safa yang begitu terlihat sangat senang ketika melihat kedatangan Nisa.
“Assalamualaikum”
“Waalikum salam, hai sayang, kamu apa kabar, gimana kakinya masih sakit ?” Tanya Mommy safa
“Baik bu, ibu sendiri gimna kabarnya?” Tanya Nisa
“Mommy baik, panggil mommy saja ya, sama seperti Kelvin” ucap Momny safa dan Nisa pun langsung melirik ke arah Kelvin untuk meminta persetujuan dan Kelvin pun mengagukan kepalanya.
“Iya mom” ucap Nisa
“Ya sudah yuk kita masuk ke dalam” ajak Mommy safa langsug menggandeng tangan Nisa dan langsung berjalan menuju ruang keluarga yang terlihat di sofa sudah ada pria paruh baya tapi masih terlihat tampan tengah duduk di sofa yang sedang menyimak berita dari televisi.
“Mom, masa anak sendiri di tinggalin sih, anak Mommy kan Kelvin bukan Nisa” canda Kelvin dalam hatinya Kelvin senang mommynya bisa menerima Nisa, tapi satu hal yang Kelvin lupa dia lupa bercerita ke kedua orang tuanya kalau Nisa adalah seorang janda dan baru hari ini Nisa berubah setatus jadi janda.
Mommy safa langsung mengajak Nisa ke ruang keluarga dimana suaminya berada.
“Dad, nih kenalin, ini loh orangnya yang waktu itu nolonhin mommy, sayang kenalin ini daddynya Kelvin sekaligus suaminya mommy” ucap Mommy safa memperkenalkan Nisa kepada suaminya.
Nisa serasa jantungnya berdetak lebih cepat melihat di hadapannya adalah tuan besar osmond seorang pengusaha sukses no satu di indonesia bahkan terkenal di berbagai pengusaha belahan negara mana pun.
“Selamat siang tuan” sapa Nisa
“Jangan panggil tuan dong sayang, panghil daddy saja, masa ke mommy panggil Mommy ke daddy panggilnya tuan, kan tidak pas” ucap Mommy safa
“Tapi Mom”
Daddy Alber hanya melirik Nisa sekilat lalu dia kembali lagi fokus menonton, ya Daddy Alber memang seperti itu terlihat cuek dan dingin tetapi kalau sudah bersama keluarga dia akan berubah sikapnya menjadi laki laki penyayang.
“Gak papa sayang, kamu tidak usah takut sama laki laki tampan tapi sudah kriput di hadapan kamu itu, dia tidak bakalan gigit kamu ko” ucap Kelvin yang berjalan menghampiri Nisa dan kedua orangtuanya di sofa.
“Boy, kata siapa daddy kriputan, segitu wajah daddy masih kencang begini juga iya kan mom” protes Daddy Albert
“Sudah ah, kalian mah kalau ketemu selalu saja berdebat, sudah yuk sayang kita ke dapur saja mommy mau masak buat makan siang soalnya, biar kita tinggalin mereka bersua disini” ucap mommy safa
“Iya mom” sahut Nisa
“Mom, kenapa Mommy yang mengusai sayangnya aku sih” ucap Kelvin melihat Mommy safa seperti mengklaim Nisa dari dia datang, Maklum Mommy safa tidak punya anak perempuan dan kali ini ketika Kelvin memperkenalkan wanita yang di cintainya dia jadi merasa punya seorang putri.
“Kamu gak usah lebay begitu lah boy” ucap Mommy safa, sedangkan Nisa mendengar Kelvin bicara seperti itu di depan kedua orangtuanya, hanya bisa menunduk malu dengan pipi yang udah memerah.
__ADS_1
“Pelan pelan jalannya sayang, apa kakinya masih sakit?” Tanya Mommy safa kepada Nisa ketika melihat ke arah kakinya masih terpasang gips.
“Sudah tidak mom, mungkin sekitar 3 hari lagi mau aku lepas sekalian kontrol ke dokter” jelas Nisa
“Syukur deh kalau sudah sembuh, oh ya kata Kelvin kamu jago masak ya?” Tanya Mommy safa
“Gak jago ko mom, hanya dari dulu aku hobi masak sama almarhum mama” ucap Nisa
“Kira kira kita masak apa ya, bi, bi inah” panggil Mommy safa ke salah satu pelayan di mansion.
“Iya nyanyah, ada yang bibi bisa bantu” ucap Bi Inah
“Bi tolong keluarin bahan masakan ada apa saja biar nanti calon mentu saya yang akan milih mau di masakin apa” ucap Mommy safa
Nisa kaget mendengar ucapan Momny safa yang menganggapnya adalah calon memantunya, padahal dia datang ke mansion orangtua Kelvin hanya anggapannya sebagai temannya Kelvin saja, lalu Nisa menatap ke arah Kelvin yang sedang di ruang tengah dan ternyata Kelvin juga sedang menengok kearahnya dengan memberikan senyum masinya, pikir Nisa biar nanti dia tanyakan langsung kepada Kelvin apa maksud dari ucapan mommy safa.
“Oalah ini calonnya den Kelvin toh, tunggu dulu non, saya ambil bahan masakannya dulu” uvap Bi inah, Nisa hanya memgangguk dan memberikan senyum manisnya untuk menanggapi ucapan bi Inah.
Sedangkan 2 pria tampan yang berbeda usia yang kini tengah mengobrol di ruang tengah sesekali mereka menengok ke arah dapur melihat aktivitas yang di lakukan wanita pujaan hati mereka masing masing.
“Dad, ko mammy bisa langsung akrab begitu sama Nisa ya, padahal mereka baru ketemu dua kali ini?” Tabya Kelvin
“Yah kamu ketinggalan cerita boy dari mommy kamu, Mommy kamu itu sudah pernah ketemu sama Nisa sebelum Nisa itu kecelakaan” uvap Daddy Albert
“Loh ketemu diman memangnya dad?” Tanya Kelvin penasaran.
“Pantesan Momny langsung akrab seperti sudah kenal lama” ucap Kelvin
Ketika Daddy Albert dan Klevin sedang asik ngobrol tentang kerjaan, tiba tiba Mommy safa memanggik mereka untuk makan siang, karena semua makan sudah selesai di masak dan tertata rapih di meja makan.
Kini semuanya sudah duduk di bangku masing masing dan siap untuk menyantap makanan yang di hadapannya.
“Dad cobain deh ini semua masakan calon memantu kita loh san rasanya mengingatkan Momny pada sahabat mommy waktu SMA dia juga jago masak seperti Nisa” ucap Mommy safa sembari mengambilkan makanan untuk suaminya.
“Kayanya sudah dapat lampu hijau nih dari mommy sayang” bisik Nisa
“Lampu hijau apaan sih mas” ucap Nisa
“Kamu tidak makan boy?” Tanya Mommy safa ketika melihat putranya bukannya makan malah bisik bisik terus kepada wanita cantik di sampingnya.
“Kamu mau makan pake apa mas?” Tanya Nisa ketika mau ngambil makanan.
“Yang mana saja sayang, pasti yang kamu ambilin pasti aku makan” ucap Kelvin
__ADS_1
“Cekh, anak siapa sih mom itu, gayanya lo lebay begitu” ledek Daddy Albert
“Anak Daddy lah anak siapa lagi” sahut Mommy safa
“Sok gak ngakuin lagi, kaya sendirinya gak lebaya aja sama Mommy” sambung Kelvin.
Dengan segala candaan yang di lontarkan Kelvin dan Daddy Albert membuat suasana makan siang ramai. mereka seperti sebuah satu keluarga yang bahagia, Nisa merindukan suasana canda tawa ketika di meja makan seperti ini ketika bersama kedua orang tuanya, dan tidak tahu kenapa bersama keluarga Kelvin dia bisa merasakan seperti bersama keluarga sendiri.
***
Kini Mita sudah berada di dalam mobil bersama suaminya, Bagas memperhatikan istrinya sedari tadi dia melihat istrinya memasuki mobil dengan wajah di tekuk, apa istrinya berantem dengan sahabatnya dia juga tidak tahu.
“Kamu kenapa sih sayang, ko mas perhatiin dari tadi wajahnya di tekuk begitu?” Tanya Bagas
“Aku tuh kesal tahu mas, rasa aku tuh mau jambak jambak tuh orang” jawab Mita
“Kesal sama siapa sih, sama Nisa?” Tanya Bagas
“Tuh sama selingkuhan kamu, kalau ngomong mulutnya kayak suara motor butut” ucap Mita
“Mantan sayang, kan mas sudah tidak sama dia lagi” ucap Bagas
“Lagian ya, aku tuh bingung sama kamu apa menariknya sih tuh wanita ular?” Tanya Mita
“Ya kan aku sudah jelasin sayang, awalnya dia duluan yang menggoda mas, dan mas khilaf tapi karena anak anak kantor sudah pada tahu kalau kamu gak bisa kasih aku anak, dia merayu aku lagi dengan menjanjikan kalau dia akan memberikan seorang anak buat mas” jelas Bagas
Mendengar penjelasan Bagas, Mita menjadi diam dan merenung sendiri dalam hatinya, benar kata suaminya coba saja dirinya tidak mandul dan bisa memberikan suaminya anak pasti suaminya juga tidak akan selingkuh darinya.
Bagas baru sadar dengan apa yang dia bicarakannya, membuat hati istrinya tersinggung, melihat Mita yang tiba tiba terdiam dan menatap ke arah luar jendela.
“Sayang, maafin mas ya, bukan mas tadi menyinggung perasaan kamu mas hanya cerita saja” ucap Bagas merasa bersalah kepada istrinya.
“Aku gak papa ko mas, cepetan nyetirnya aku sudah di tungguin di resto soalnya” ucap Mita
Bagas pun langsung mempercepat lajuan mobilnya, mengikuti perintah sang istri agar cepat sampai di restoran.
Sedangkan di lain tempat, tepatnya di Rumah keluarga pratama, Niko yang melihat wajah istrinya pucat dan Misha mengatakan kalau perutnya keram membuat dia menjadi khawatir akan kandungan istrinya, hingga dia melupakan kalau dia tadi di berikan sebuah map yang berisi bukti bukti kelicikan istrinyan hanya dia simpan di laci mobil, sesampainya di rumah Niko langsung membawa istrinya untuk istirahat di kamar, sempat mama Erina menawarkan untuk ke rumah sakit tetapi Misya menolaknya.
Sesampainya di kamar Niko membantu istrinya untuk merebahkan badanya di tepat tidur.
“Kamu yakin tidak mau cek ke rumah sakit?” tanya Niko sembari menatap wajah Misya san mengelus perutnya.
“Yakin mas, aku hanya butuh istirahat, habis itu juga biasanya enakan” ucap Misya mencoba memejamkan matanya.
__ADS_1
Karena pada dasarnya Misya hanya ketakutan akan ancaman Nisa, jika memang benar kalau tadi di pengadilan dia harus bertemu dengan mantan kekasihnya sekaligus Ayah biologis sari anak yang dia kandungnya, dia tidak tahu harus gimana cara menghadapi suami dan juga ibu mertuanya.
“ya sudah aku tinggal ke kantor dulu ya”pamit Niko lalu mencium kening dan perut istrinya yang buncit, dan Misya hanya menganggukan kepalanya.