Aku (Bukan) Wanita Mandul

Aku (Bukan) Wanita Mandul
Ekstra Part 11


__ADS_3

Dua bulan berlalu kini usia pernikahan Niko dan juga Rina, mereka semakin terlihat romantis dan juga harmonis, setelah Rina sudah tinggal di rumah Niko, Miko dan juga Amel sudah kembali tinggal di apartemen tapi seperti biasa setiap hari sabtu atau minggu mereka akan main ke rumah utama.


Ketika Niko dan Rina melakukan umroh, banyak doa yang mereka panjatkan kepada sang pencipta termasuk mereka meminta untuk di percepat mempunyai momongan dan minta kesembuhan jug untuk mama Erina juga agar cepat bisa berjala kembali.


Hari ini tepat hari sabtu dimana semuanya berkumpul di rumah Pratama termasuk ada Tasya juga yang sekarang sudah di antar oleh orang tuanya ke rumah papanya, tapi sayang keluarga Miko tidak bisa datang karena sedang menghadiri undangan ulang tahun anak dari salah satu teman Amel.


"Mam mam mah" ucap ucap Tasya sembari menarik narik baju Rina, yang kini mereka sedang bersantai di sofa teras belakang rumah, bersama mama Erina dan juga Niko sedangkan Tasya sedang bermain duduk di karpet tepat di depan papa mama dan juga neneknya.


"Tasya mau makan apa sayang?" Tanya Rina ketika mendengar ucapan anak angkat suaminya itu yang sekarang juga sudah di anggap seperti anak sendiri.


"Bikuit" jawab Tasya dengan ciri khas anak kecil.


"Tunggu ya, mama ambil dulu biskuitnya ya" ucap Rina, yang memang sudah membiasakan menyebut dirinya dengan sebutan mama agar Tasya terbiasa memanggilnya mama, dan itu semua atas perintah suaminya.


Mendengar ucapan mamanya, Tasya pun menganggukkan kepalanya.


"Mas, aku ambil biskuit buat Tasya dulu" ucap Rina kepada suaminya.


"Iya sayang" sahut Niko lalu Rina pun bergegas masuk ke dalam rumah dan menuju dapur bersih untuk mengambil biskuit yang memang sudah mereka sediakan buat anak anak jika main ke rumah.


Tidak lama Rina masuk ke dalam rumah, tiba tiba Niko mendapat telphone entah itu dari siapa, akhirnya dia pun meninggalkan Tasya dan mama Erina di teras belakang rumah menuju samping rumah. Dan mama Erina pun karena sibuk dengan merajut dengan duduk di kursi rodanya tidak mengetahui jika Niko tengah menjauh dari dirinya dan juga Tasya, tiba tiba ketika Tasya sedang bermain bola karetnya bolanya terlempar ke kolam renang, melihat bolanya terhanyut di kolam renang Tasnya pun merangkak dengan perlahan menuju ke arah kolam renang yang tidak jauh dari teras rumah, dia ingin mengambil bola tersebut. Ketika Tasya sudah hampir sampai kolam mama Erina menyadari jika Tasya tidak ada di dekatnya, mama Erina pun melihat sekeliling halaman belakang dia membulatkan matanya ketika melihat Tasya sedang merangkak ke arah kolam, dia mau minta tolong tapi tidak ada orang di sekitar mereka dengan sekuat tenaga dia mendorong kursi rodanya menuju kolam renang, karena terasnya ada undakan akhirnya kursi roda mama Erina pun terjatuh dan mama Erina pun tersungkur ke ke rumput dengan pandangan terus tertuju ke arah Tasya yang sudah sampai ke pinggir kolam, lalu mama Erina pun berusaha berdiri dan menggerakkan kakinya sekuat tenaga dia, ketika salah satu tangan Tasya terpeleset karena pinggir kolam licin banyak air dam hampir terjatuh mama Erina tiba tiba dapat kekuatan dari Allah mungkin, dia langung berlari dan langsung memeluk cucunya yang hampir terjatuh.


"Mama, Tasyaaaa...." twriak Rina ketika melihat mama mertuanya tiba tiba berlari ke arah Tasya, lalu dia pun langsung menjatuhkan toples biskuitnya dan menghampiri Tasya dan mama Erina.


"Mama gak papa?" Tanya Rina sembari mengambil Tasya dari pelukan ibu mertuanya.


"Gak papa, mama hanya syok saja melihat Tasya hampir jatuh ke kolam" jawab mama Erina yang tangan dan kakinya masih bergetar karena syok.


Niko yang sedang menerima telphone pun kaget ketika mendengar teriakan istrinya, lalu dia langsung mematikan telphonenya dan langsung ke teras belakang dan dia melihat istri, mama dan anaknya ada di pinggir kolam, lalu Niko pun langsung menghampiri mereka bertiga.


"Ini kenapa sayang?" Tanya Niko yang memang tidak tahu apa apa.


"Kamu dari mana sih mas, sampai ninggalin Tasya dan mama hanya berdua?" Tanya Rina dengan nada kesel.


"Aku tadi ngangkat telphone sayang, tadi ada telphone dari klien" jawab Niko

__ADS_1


"Weekend juga masih saja ngurusin kerjaan, nih lihat gara gara kamu tinggalin mama dan Tasya, tadi Tasya hampir saja jatuh ke kolam, alhamdulillahnya mama bisa menyelamatkan Tasya" omel Rina


"Maafin mas sayang" sahut Niko dengan merasa bersalah.


"Ya sudah kamu angkat mama masuk ke dalam" pintah Rina, Niko pun langsung mengangkat mama Erina dan membawanya ke kamar lalu Rina minta tolong kepada bi ijah untuk mengambil kursi roda mama Erina yang sudah rusak karena undakan tadi.


"Mama beneran gak papa?" Tanya Rina ketika melihat ibu mertuanya sudah duduk di tempat tidur.


"Iya mah, apa mama mau Niko antar ke rumah sakit?" Tanya Niko yang ikut khawatir juga dengan mamanya.


"Mama gak papa sayang, mama tadi hanya syok saja, mama istirahat saja di kamar ya" jawab mama Erina sembari meraih tangan menantunya yang tengah duduk tepat di hadapannya.


"Ya sudah kalau itu mau mama, tapi besok Rina buat janji sama dokter ya mah, Rina takut ada papa sama kaki mama" ucap Rina


"Iya sayang terserah kamu saja gimana baiknya" sahut mama Erina pasrah, dia tahu jika anak dan menantunya sedang khawatir dengan keadaannya. Setelah memastikan posisi mamanya tertidur dengan benar Niko dan Rina pun keluar dari kamar mama Erina.


***


Sedangkan di mansion Osmond Kelvin tengah panik ketika melihat istrinya kesakitan sembari memegangi perutnya.


"Kenapa sih boy kamu teriak teriak begitu?" Tanya Daddy Albert yang tengah di ruang keluarga.


"Dad, Nisa itu kesakitan aku gak tega lihatnya" ucap Kelvin


"Istri kamu dimana mamangnya?" Tanya Daddy Albert.


"Itu ada di kamar" jawab Kelvin.


"Terus kamu tinggalin dia sendirian, itu pasti cucu Daddy mau lahir itu, kamu gimana sih" omel Daddy Albert.


"Ada apa sih dad?" Tanya Mommy safa yang datang menghamoiri kedua pria yang tengah berdebat.


"Itu mom, Nisa kesakitan dikamar" ucap Kelvin


"Kamu gimana sih vin bukannya cepat di bawa ke rumah sakit ini malah di tinggalin sendirian istrinya di kamar" omel Mommy safa lalu langsung beranjak menuju kamar yang di tempati anak dan menantunya, dan di lihat Nisa dengan santai bersandar di sofa kamar yang asik dengan acara TV-nya, Mommy Safa dan Daddy Albert pun saling pandang.

__ADS_1


"Mana katanya istri kamu kesakitan, kamu mimpi atau apa sih boy, tuh istri kamu sedang asyik nonton begitu" ucap Daddy Albert.


Nisa yang mendengar suara ayah mertuanya pun menengok ke arah pintu kamar.


"Loh mom, dad ada apa?" Tanya Nisa, bukannya menjawab pertanyaan Nisa, mommy Safa langsung menghampiri menantunya dan duduk di samping menantunya.


"Kamu gak papa sayang, kata Kelvin kamu tadi kesakitan, mana yang sakit?" Tanya mommy safa dengan khawatir lalu tangannya terulur mengusap perut besar menantunya.


"Gak papa mam, sakitnya dari tadi hilang kadang muncul lagi seperti mau pup" jawab Nisa


"Kenapa kamu gak bilang dari tadi sayang, dari kapan kamu merasa mulesnya keluar terus hilang lagi?" Tanya mommy safa.


"Dari sekitar 2 jam yang lalu mom" jawab Nisa, dia memang sudah merasakan mules yang tiba tiba terus hilang lagi sekitar dua jam yang lalau tapi dia tidak bicarakan itu semua ke suaminya takut membuat suaminya khawatir dan panik.


"Dad suruh supir siapin mobil, boy cepat angkat istri kamu ke mobil kita bawa ke rumah sakit sekarang" pintah mommy safa mendadak membuat ketiga orang di hadapannya itu panik.


"Aku gak papa mom, mommy gak usah panik begitu" ucap Nisa


"Kalau begitu tuh artinya kamu mau melahirkan sayang" ucap mommy safa


"Tapi kan Nisa baru delapan bulan mom kandungannya" sambung Kelvin


"Sudah cepetan bawa istri kamu ke rumah sakit, mommy gak mau terjadi sesuatu sama menantu dan cucu cucu mommy boy" pintah Mommy safa, mendengar perintah ibunya yang begitu serius pun Kelvin langsung memapah istrinya berjalan menuju mobil. Lalu mommy safa menyusul dari belakang sebelum keluar dari kamar Nisa, mommy safa mengambil koper yang memang sudah mantunya siapakan untuk persiapan melahirkan nanti.


Akhirnya mereka semua pergi bersama menuju rumah sakit, ketika di tengah tengah perjalanan Nisa pun merasakan sakit lahir di bagian bawah perutnya seperti di ada dorongan dari dalam perutnya.


"Mas..., sakit banget" ucap Nisa dengan merintih kesakitan.


"Tuh kan mommy bilang apa istri kamu tuh mau melahirkan ini” ucap Mommy safa.


"Sabar ya sayang, hey jagoan jagoan papa sabar ya jangan buat mama sakit dulu sayang" ucap Kelvin sembari mengelus perut istrinya dan mengelus kepala sang istri dia berusaha menenangkan istri dan calon anak anaknya.


"tolong cepat dikit pak joko" pintah Kelvib


"Baik tuan" sahit pak joko, ketika mobil yang membawa mereka sudah masuk halaman rumah sakit, rasa sakit itu pun tiba tiba hilang. Sesampainya di rumah sakit Nisa langsung di periksa oleh dokter dan ternyata Nisa baru mengalami pembukaan 5, mungkin kurang lebih sekitar tiga sampai empat jam lagi baru akan proses melahirkan, tadinya Kelvin meminta kepada istrinya untuk melahirkan dengan oprasi tetapi Nisa tetap kekeh dia ingin merasakan melahirkan anak anaknya secara normal, lalu Kelvin pun menanyakan perihal kesehatan istri dan calon anak anaknya bisa tidak istrinya melahirkan secara normal dan setelah di cek oleh dokter, dokter pun memperbolehkan Nisa melahirkan normal karena semua keadaannya setabil gak ada gangguan apa pun.

__ADS_1


__ADS_2