Aku Cinta Dia

Aku Cinta Dia
Bab 9. Pengakuan


__ADS_3

Tika tetap menghubungi Doni teman barunya itu. Namun tak ada jawaban, apakah Doni lagi sibuk. Akhirnya Tika hanya megirim pesan saja, mungkin dia akan membacanya.


Dua puluh menit Tika menunggu balasan chat yang dikirimnya untuk Doni, namun tak kunjung dibalas. Padahal di ruang chatnya, Doni berstatus online, bahkan pria itu membaca chat dari Tika. Tapi kenapa tak dibalas. Di telpon juga tak diangkat.


Tika menghela nafasnya, bosan menunggu Tika memutuskan menaruh benda pipihnya itu diatas meja nakas. Dia harus segera bersiap - siap untuk pergi bekerja.


Karena pagi ini jadwal menjaga Tika cukup padat. Didalam kamar mandi Tika masih berpikir kenapa Doni tak menjawab telpon dan membalas chatannya. Tak seperti biasanya, pria itu selalu gercep membalas.


Kini Tika sudah selesai bersiap untuk bekerja. Apakah pagi ini pagi yang sial untuknya, kenapa tak satu pun taxi atau angkot yang lewat. Kalau seperti ini dirinya akan terlambat.


Cukup lama Tika menunggu taxi atau angkot ataupun ojek. Mobil lumayan mewah melintas dan berhenti di depan Tika.


Seorang pria berpenampilan rapi dan tampan tampak turun dari mobilnya. Ternyata Bagas. Pria itu menampilkan senyum termanisnya untuk Tika.


"Taxi online mbak? Silahkan?" Bagas dengan hormat membuka pintu mobil untuk Tika.


Tika berdecak kesal, masih pagi diganggu. Tapi, jauh dilubuk hatinya terdalam, Tika sangat senang sekali, pria pujaannya menjemputnya. Tanpa sepengetahuan Bagas Tika tersenyum manis.


Didalam mobil hanya ada keheningan saja, keduanya masih belum berbicara. Tika menolehkan arah ke luar jendela saja.


Tika mengernyitkan dahinya, dia merasa kalau arah jalan tempat kerjanya bukan ini. Tika langsung menoleh kearah Bagas.


"Kak, kenapa terus? Udah kelewatan Lo?" tanya Tika bingung.


"Kamu tenang aja, hari ini tak mobilnya. Bagas akan membawa Tika ke suatu tempat yang indah.

__ADS_1


"Kita mau kemana kak?" Tika memang belum banyak tahu tentang Medan dan sekitarnya. Karena Tika bukannlah orang Medan asli.


Bagas tak menjawab. Pria itu hanya fokus kejalanan saja.


Tika kesal melihat Bagas tak menjawab pertanyaannya. Wajah cantiknya dia tekuk.


Bagas yang melihatnya hanya tersenyum tipis, wanitanya itu sangat menggemaskan sekali, ingin rasanya dia menarik Tika kedalam pelukannya. Bagas menahannya, ketika sampai ditujuan nanti barulah dia akan mengungkapkan perasaannya sebenarnya kepada Tika.


Perjalan memang sangat panjang, tempat yang ingin dituju memang lah jauh, bahkan sudah diluar kota Medan, tempat di Kawasan Brastagi, kabupaten Karo. (Bagi kalian para readers orang Medan pasti tau tempat ini) Bagas membawa Tika ke sebuah penginapan terlengkap, yang menyediakan pemandangan indah, pemandian air panas. Bagas ingin menghabiskan waktunya bersama Tika semalam saja. Ditempat itu Bagas akan mengungkapkan rasa cintanya kepada Tika.



(Pemandian Alam Pariban Brastagi)


Ternyata Bagas sudah menyiapkannya. Bagas juga membawa pakaian untuk sang pujaan.


"Pakailah ini Tika, tempatnya dingin." Bagas memberikan jaket nya.


Tika memakainya. Keduanya turun dari Mobil. Bagas sang pria menggenggam tangan Tika dengan mesra, mereka masuk kedalam. Bagas telah memesan satu Villa didalam.


"Kak? Kita nginap disini?" tanya Tika.


"Iya, kita liburan sehari disini." Jelas Bagas.


"Gimana pekerjaan kita Kak?" tanya Tika lagi.

__ADS_1


"Kamu tenang aja sayang. Kakak sudah meminta izin sama Dokter Rafi. Kakak mau bawa kekasih kakak liburan." Jelas Bagas santai.


Pipi Tika bersemu merah. Mendengar Bagas memanggilnya sayang.


Keduanya sampai di Villa mereka. Pemandangannya sangat indah. Tika menghirup udara nya. Sangat menenangkan.


"Kamu suka?" bisik Bagas dibelakang tubuh Tika.


"Banget kak."


Di teras villa mereka berdiri sambil melihat pemandangan. Berdiri di balkon Vila, Tangan Tika bertumpu di pembatas balkon, sementara Bagas berada dibelakang Tika. Tangan kekar Bagas memeluk pinggang Tika dengan erat.


"Kamu suka kan sayang?" bisik Bagas.


Deg! Jantung Tika berdebar sangat kencang sekali. Pria ini mengatakan sayang lagi. Bahkan pria itu memeluknya.


Tika berbalik menghadap ke Bagas. Keduanya saling tatap, dan tangan Bagas masih melingkar di pinggang Tika.


"Dengar kan kakak. Kau ingin tahukan tentang perasaan kakak sebenarnya. Ketika pertama kali melihatmu kakak sudah mulai ada rasa. Kakak jatuh cinta pada pandangan pertama sama kamu." Ucapan Bagas begitu lembut dan tulus.


"Kak."


"Aku mencintai kamu Tika." bisiknya lagi.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2