Aku Cinta Dia

Aku Cinta Dia
Bab. 71


__ADS_3

Tika berlari ke ruangan ICU, Tika ingin langsung masuk kedalam menemui suaminya. Namun langkahnya terhenti.


"Tika..." panggil dokter Ryan.


Tika menoleh. "Dokter..." ia menatap dokter Ryan dengan mata berkaca - kaca.


Tika berlari kepelukan dokter Ryan. Ryan sudah menganggap Tika seperti adiknya. Dari awal mereka bertemu, Ryan sudah menyayanginya. Mama nya Ryan pun menganggap Tika sebagai anak perempuannya.


"Bagas Kak...hiks..." seru Tika terisak. Tika memang memanggil Ryan dengan sebutan kakak.


"Tenanglah, Bagas pasti sehat kembali." Ucap Ryan menenangkan sang adik.


Tika mengangguk. "Hiks...aku, boleh liat mas Bagas kan Kak?" tanya Tika tersedu.


Dokter Ryan mengangguk, dia mengizinkan Tika melihat kondisi Bagas.


Kriet....


Pintu ruang ICU terbuka, dengan langkah pelan, Tika berjalan menuju brankar sang suami yang terbaring tak sadarkan diri. Bagas koma.


Air mata Tika tak berhenti keluar, entah sudah berapa banyak air mata yang luruh. Terisak, tersedu Tika menangis. Menangisi sang suami.


Tika duduk di samping brankar Bagas. "Hiks...mas," isak Tika. "Maaf...Bangun mas, aku gak marah lagi." Serunya sambil menangis.


Tangis Tika pecah, sungguh sakit rasanya melihat suami yang dicintai terbaring lemah tak sadarkan diri.

__ADS_1


***


Seminggu sudah...


Sudah seminggu Bagas tak sadarkan diri, rasanya berat sekali untuk membuka mata. Bagas setiap harinya selalu mendengar sang istri bercerita, menangis merindukannya.


Sekuat tenaga Bagas melawan rasa sakitnya. Ingin membuka matanya. Melihat istri tercintanya lagi.


Siang ini, istrinya tak menjenguknya, kemana istrinya. Walaupun tak bisa melihat, memeluk sang istri, setidaknya dia bisa mendengar suara merdu dan lembut sang istri.


Ceklek....


Pintu ruangan ICU terbuka, hah! itu pasti Tika. Istri Bagas. "Ya Tuhan...bantu hamba untuk membuka mata ini, aku ingin memeluk istriku." Gumam Bagas dalam hati.


"Selamat siang suamiku. Masih betah menutup mata ya Mas. Gak pengen liat aku?" Ucap Tika. Dia mencoba untuk tak bersedih lagi. Tika harus bersabar menunggu suaminya bangun dari komanya.


"Kata, Dokter Ryan. Dokter Ryan suka dengan sup aku mas. Katanya enak." kekeh Tika.


"Mas harus bangun...nanti aku buatin yang banyak untuk kamu." Ceritanya.


Cukup lama Tika diruangan sang suami, bercerita entah apa saja.


***


Sedangkan di Kota Medan...

__ADS_1


Jimmy masih betah di Medan, untuk sementara dia akan menetap di Medan, menyembuhkan rasa sesak didadanya. Melupakan cintanya kepada Nessa.


Namun, Jimmy masih tetap, menyuruh anak buahnya untuk mencari tahu sejauh mana hubungan Nessa dengan Randy. Ternyata anak buah yang disuruh Jimmy, mengatakan yang sangat menyakitkan hatinya.


Hubungan Randy dan Nessa semangkin dekat saja, apalagi princessnya sangalah menyayangi Nessa nya. Princess Jihan ingin Nessa menjadi maminya.


"Aku doakan, semoga kau selalu Bahagia Ness, aku akan selalu mencintai kamu." Batinnya sambil menatap foto Nessa.


***


Binjai...


Hubungan antara Randy dan Nessa sudah mulai dekat, Randy tak pernah menyerah untuk meluluhkan Nessa. Wanita itu adalah cinta pertamanya.


Siang ini, Randy akan berkunjung kerumah Nessa sendiri, tanpa Jihan sang anak. Randy ingin mendekatkab dirinya lagi


Dari kantornya, Randy menuju kerumah Nessa. Dengan senyum yang selalu merekah diwajahya, Randy mengendarain mobilnya menuju rumah Nessa.


Randy juga tak lupa membelikan kue kesukaan Nessa dan sebuket bungan mawar merah. Semunya untuk sang pujaan hati.


Bersambung....


Maaf beribu maaf, aku selalu telat update. Semoga saja kalian masih ingin membaca cerita aku ini.


Beberapa hari ini, saya lagi mmepersiapkan ujian ANBK, jadi fokusnya kesana dulu. Ini aja di sempatin nulis.

__ADS_1


Terimakasih para readers yang masih setia diceritaku.


__ADS_2