
Tika masih memasang wajah sedih diwajah cantiknya. Wanita itu menunduk. "Sayang...Hei, kamu kenapa?" Bagas menangkup kedua pipi sang istri. Kenapa wajah sang istri menjadi sedih seperti ini.
"Kamu kenapa Yank?" tanya Bagas khawatir.
"Mas..." luruh sudah air mata Tika. "Hei, sayang, kamu kenapa?" Bagas semakin panik saja. Kenapa istrinya menjadi menangis.
"Sayang, kamu kenapa? Apa, mas ada salah sama kamu?" tanya Bagas semakin khawatir saja.
"Hiks...Mas, a..aku..." isak Tika. Tika juga bingung. Kenapa air matanya menjadi keluar.
"Mas...aku sangat menyayanginya. Maafkan aku." Ucap Tika memulai aktingnya.
Deg...
Apa maksud istrinya ini. Siapa?.
"Maafkan aku, aku membagi cintaku. Maaf Mas." Seru Tika menunduk, dia tak mau melihat wajah sang suami, itu akan membuatnya tertawa dan tak tega.
Deg...
jantung Bagas berdebar, wajahnya menjadi pias. Membagi cinta? Istrinya membagi cinta dengan siapa? Apakah Tika berselingkuh? Tidak, tidak boleh. Tika hanya miliknya seorang.
"Maksud kamu apa? Jangan seperti ini." Bagas sudah gemetaran, antara marah, kecewa, tak percaya menjadi satu.
__ADS_1
Tika semakin menundukan kepalanya. Lagi dan lagi wanita itu berkata 'Maaf". "Maafkan aku mas. Dia akan datang. Dia akan datang." Seru Tika lirih.
"Siapa?!" seru Bagas sedikit teriak. "Siapa, kamu selingkuh?!" teriak Bagas. Dia tak terima diduakan oleh Tika. Tidak, tidak boleh.
"Maaf." lirih Tika semakin menunduk. Sejujurnya Tika sudah tak tahan lagi untuk tertawa. Tapi dia akan menahannya demi kejutannya.
Bagas mengangkat wajah sang istri. Ditangkupnya kedua pipi sang istri. "Kenapa? Kamu kenapa Tika. Apa yang kamu lakukan? Apa salahku?" tanya Bagas lirih dan matanya berkaca - kaca. Bagas tak sanggup, kalau sang istri mendua. Dia sangat mencintanya.
Tika melihat wajah suaminya begitu kasihan, matanya memerah menahan tangisnya. "Jangan tinggalin aku Tika. Aku mencintai kamu." Luruh sudah air mata Bagas.
Tika ikut mengeluarkan air matanya. "Maaf" bisiknya lirih. Bagas menggelengkan kepalanya kuat. "Tidak. Tidak Tika. Aku mohon." Bagas sudah terisak.
"Aku sangat menyayanginya. Aku harus membagi sayang dan cintaku dengan kamu Mas. Harus mas. Aku mencintainya." Seru Tika tega.
"Tega kamu Tika. Tega." lirihnya.
"Mas...lihat aku mas. Tolong..." seru Tika. Kini giliran Tika yang menangkup wajah sang suami. Wajah suaminya sudah berlinang air mata.
"Mas...dengarkan aku..." Bagas menggelengkan kepalanya. Dia tak ingin mendengarnya.
"Mas...aku harus membagi cinta dan sayangku, harus mas. Sebentar lagi dia akan datang mas. Kau harus menerimanya. Dia...dia masih ada disini mas." Tika menarik tangan sang suami, mengarahkannya kearah perutnya yang masih rata.
Deg...
__ADS_1
"Dia masih ada didalam sini mas. Dia masih tumbuh kembang disini mas." Seru Tika lagi. Wanita itu masih mengarahkan tangan suaminya keperutnya dan menggerakkan tangan itu.
Wajah cantik itu tersenyum manis. "Dia...dia yang akan berbagi cinta dengan kamu Mas." Seru Tika antusias. Bagas masih belum mengerti, apa maksud sang istri. 'Dia', kenapa di dalam perut sang istri. Ada apa ini.
Bagas sungguh tak paham, Tiba - tiba wajah sang istri tersenyum lebar. "Maksudnya...?" tanya Bagas.
Tika terkekeh geli melihat suaminya, yang tadinya menangis terisak, sekarang wajah suaminya itu seperti orang kebingungan.
"Mas...Dia itu...Anak kita Mas, anak kita akan segera hadir. Dia sudah ada didalam sini." Tika mengatakan yang sejujurnya. Dia sungguh tak tega mengerjai sang suami lama - lama.
Bagas melebarkan matanya. 'Anak'. Apa dia tak salah dengar. 'Anak', berarti...istrinya lagi Hamil. Senyum itu akhirnya terbit juga. Yang tadinya menangis, sekarang pria tampan itu tersenyum bahagia. "Kau...kau hamil sayang?" tanya Bagas antusias.
"Iya Mas. Aku Hamil, buah hati kita." Seru Tika.
Bagas memeluk Tika dengan erat. "Terimakasih sayang. Terimakasih. Aku akan menjadi seorang Ayah." Seru Bagas bahagia.
Bagas melepaskan pelukannya. Bagas menghela nafasnya. "Kau, mengerjai Mas sayang?" tanya Bagas akhirnya.
Tika terkekeh. "Maaf mas. Kan benar, aku akan membagi cinta dan sayangku untuk mas dan anak kita nanti."
"Hah. Ya Tuhan, jantung mas hampir lepas rasanya. Mas pikir kamu selingkuh sayang. Kalau itu benar, mas bisa gila Yank."
"Mana mungkin aku selingkuh mas. Aku Sangat Mencintai Kamu." Seru Tika.
__ADS_1
Mereka berdua berpelukan dengan mesra, menyalurkan kebahagian. Keduanya akan menjadi orang tua. Bahagia sekali rasanya. Buah hati mereka telah hadir.