
Seminggu kemudian....
Sudah seminggu Bagas berada di Bali, pria itu sangat kesepian. Dia sangat merindukan sang istri. Selama dirinya Di Bali, Tika sang istri hanya mengabarinya sekali saja.
Malam ini, Bagas mencoba menelpon sang istri, sudah entah berapa kali, namun tak kunjung dijawab.
"Argghh.....!!" teriak Bagas, pria itu melemparkan ponselnya disembarang arah. Membuat ponselnya hancur.
***
Apa sikap Tika keterlaluan, mendiami sang suami. Sudah seminggu mereka tak kunjung berbaikan. Apa terlalu besar kesalahan sang suami. Bukannya sang suami sudah meminta maaf dan menjelaskan semuanya. Namun, entah kenapa, hati Tika sungguh sakit.
Ponsel Tika sedari tadi berdering, terdapat nama sang suami di layar ponselnya. Tak ada niat untuk menjawab panggilan itu.
Malam sudah larut, biasanya Bagas sang suami menghubunginya. Tapi kini, kemana suaminya itu. Hati mulai gelisah, pikiran buruk menghantui. Apakah suaminya lagi bertelponan dengan Nessa.
Ingin Tika memastikannya. Tika memegang ponselnya, mungkin dia mencoba untuk miscall sang suami.
Namun, hanya suara operator yang terdengar 'Nomor yang ada tuju tidak aktif', semangkin gusar saja Tika.
__ADS_1
Apa mungkin Nessa berada di Bali juga?. Kalau saja benar, Bagas sungguh sangat tega sekali. Lelah memikirkannya, Tika memutuskan untuk tidur saja, lagian malam sudah larut.
***
Keesokan harinya...
Dirumah yang cukup besar, Tika hanya sendiri saja. Sang suami sudah tujuh hari di Bali. Sejujurnya, Tika sangat merindukan Sang suami. Namun egonya terlalu tinggi.
Untuk mengisi kekosongannya, Tika meutuskan untuk memasak saja, mencoba resep - resep baru.
Tak terasa hari sudah siang. Tepatnya pukul dua siang. Kenapa sang suami tak juga menelponnya. Tika gelisah. Wanita itu mendial nomor Bagas. Lagi - lagi ponsel Bagas tak aktif.
Di Bali....
Bagas sungguh tak konsentrasi bekerja, pikirannya tertuju kepada istrinya. Mau menelpon, ponselnya hancur, pria itu belum sempat mengganti yang baru.
Bagas tak bisa seperti ini, di berhentikannya pekerjaannya. Dia ingin membeli ponsel baru. Bagas sudah sangat merindukan istrinya.
Kini Bagas sudah berada di dalam mobilnya, melajukan mobilnya menuju sebuah mal. Jalanan cukup renggang, sehinggah Bagas dapat melajukan mobilnya dengan kencang.
__ADS_1
Karena pikiran tak fokus, Bagas sedikit oleng membawa mobilnya, dan kecelakaan terjadi. Mobil Bagas menabrak tiang listrik. Tabrakan yang cukup parah. Bagian depan mobil Bagas hancur, dan kondisi Bagas juga cukup parah. Bagian kepala Bagas banyak megeluarkan darah.
Orang - orang sekitar dengan cepat menolongnya, dan menelpon ambulance. Bagas segera dilarikan kerumah sakit terdekat.
Prangg....
Tika tak sengaja menyenggol foto dia bersama suaminya diatas meja nakas. Bingkai fotonya pecah.
Deg...
Perasaan Tika semangkin takaruan. Ia teringat akan sang suami. Perasaannya mengatakan telah terjadi sesuatu kepada suaminya.
Tika semakin gusar saja, satu harian ini sanh suami tak ada kabar.
Sementar itu Bagas sudah dilarikan kerumah sakit di Bali, keadaan Bagas sangat parah di bagian kepala.
Tiba dirumah sakit, Bagas langsung ditangani. Para dokter dan suster sudah tahu siapa Bagas. Salah satu dokter menelpon dokter Ryan, pemilik rumah sakit ini. Mereka ingin mengabari, asisten Dokter Rafi telah kecelakaan.
Ryan yang mendapat kabar itu, langsung menuju rumah sakit. Semoga saja keadaan Bagas tak apa apa. Di perjalanan menuju rumah sakit, Ryan menelpon Rafi, pria itu juga mengabari kalau Bagas kecelakaan.
__ADS_1
Sama seperti Ryan, Rafi pun sangat terkejut. Dia pun harus segera ke Bali. Namun sebelum pergi, dia harus mengabari istri Bagas yaitu Tika.