
...***Selamat Hari Raya Idul Adha ya ........
...Minta like, komen, hadiah dan vote nya ya......
...Terimakasih*** ........
Bagas mengabaikan panggilan di ponselnya. Inisial 'N' itu adalah Nessa, waktu yang tidak tepat untuk menjawabnya.
Ponsel Bagas terus berdering. Namun Bagas mengabaikannya.
Tika mulai jengah dengan dering ponsel Bagas. "Kenapa gak diangkat?" tanya Tika kesal.
"Hah? Salah sambung kok." Jawab Bagas gugup.
"Salah sambung, tapi, di situ ada namanya. 'N', angkat aja." ketus Tika.
"Gak usah Yank. Gak penting kok." Jawab Bagas.
"Terserah sih." Jawab Tika cuek.
"Yank...nanti kita pulang bareng ya? Tunggu kakak di parkiran." Pinta Bagas.
"Gak bisa, aku udah ada janji." Seru Tika santai. Dia janji akan menjenguk mama nya Doni.
"Janji? Sama siapa Yank?" tanya Bagas tak terima.
"Ada deh." Seru Tika menggoda.
"Yank...kakak ikut ya? Kakak pengen tahu, kamu janjian sama siapa."
"Terserah." Tika berjalan menuju ruangannya mengabaikan Bagas.
Bagas masih setia mengikuti kekasihnya. Maaf itu harus dia dapat dari kekasihnya. Bagas sungguh merasa bersalah, menagbaikan sang kekasih.
Tika yang merasa di ikuti dari belakang, menolehkan tubuhnya kebelakang.
Bugh. ...
__ADS_1
Tika membalikan badannya dan membentur dada bidang Bagas.
"Kak Bagas!" pekik Tika.
Bagas terkekeh, Hap...Bagas menangkap tubuh Tika dan memeluknya dengan erat.
"Maafkan kakak sayangku...Ponsel kakak kemarin tidak aktif." Ucap Bagas.
Tika tak bergeming....Dia menyandarkan kepalanya di dada Bagas, begitu hangat. Tika bisa mendengar degup jantung kekasihnya.
Keduanya menikmati pelukan mereka. Ponsel Bagas berdering lagi, dengan nama yang sama. Bagas merogoh saku celananya. Dia berdecak kesal, Bagas merijek lagi.
"Siapa kak? Si 'N' ya?" tanya Tika pelan.
"Gak penting Yank. Yang terpenting kamu sayangku. Maafkan kakak." Ucap Bagas.
Bagas menangkup wajah Kekasihnya, mengecup dahinya dengan sayang. "Maafkan kakak sayang."
Akhirnya Tika mengangguk. Cintanya terlalu besar untuk Bagas, jadi mudah untuk memaafkan.
***
Ada beberapa jenis masakan yang dimasak Nessa. Ada ayam goreng, tumis kangkung, cumi goreng tepung dan lain sebagainya. Sebagai ucapan terimakasihnya.
Jam tiga sore Nessa sudah selesai semua masakannya. Kini Nessa tinggal beberes rumah saja, memang Nessa belum membersihkan rumahnya.
1
Setelah selesai semuanya, rapi dan wangi. Kini saatnya Nessa membersihkan diirnya, karena hari sudah sangat sore.
Entah apa yang dirasakan oleh Nessa ketika dekat Bagas. Entah itu rasa terimakasih atau memang Nessa menyukai Bagas. Mungkin sudah ada benih cinta yang tumbuh.
***
Dirumah sakit.
Bagas dan Tika lagi menikmati waktu sore mereka berdua. Tika hanya bekerja sampai sore saja, dan Bagas seperti biasa izin ke Dokter Rafi.
__ADS_1
Pasangan itu lagi menikmati ice cream coklat di taman kota. Duduk dibangku taman, tangan kekar Bagas merangkul bahu Tika.
"Yank...nanti malam, kita makan diluar Ya?" ajak Bagas.
"Dimana kak?"
"Ditempat yang romantis la Yank."
Tika mengangguk. "Kalau begitu, ayok kita pulang kak. Udah sore banget. Aku kan pengen dandan cantik." ucap Tika sambil mengerlingkan matanya ke Bagas.
"Uhh...gemes banget sih kamu Yank." Seru Bagas sambil mencubit kedua pipi Tika.
"Kamu itu, gak dandan aja udah cantik banget. Apalagi dandan, pasti cantik banget." Ujar Bagas.
Bagas mengantar Tika pulang kerumah. Karena nanti malam, keduanya ingin dinner.
Sepulang mengantar Tika pulang tadi, Bagas yang masih diperjalanan di dalam mobilnya. Lagi - lagi ponsel Bagas berdering.
Drrt....drrt....drtt....
Bagas menghela nafasnya. "Iya, Halo. Kenapa Nessa?" sahut Bagas disana.
"Aku ganggu ya?"
"Kenapa Nessa?"
"Gas, nanti malam kerumah ya. Aku uda masak makan malam untuk kamu. Kerumah ya nanti." Ucap Nessa.
"Malam ya Nes? Maaf ya Nes, aku gak bisa, udah ada janji." Seru Bagas.
Nessa kecewa. Bagas tak bisa memenuhi undangan makan malamnya.
"Maaf ya Nes."
"Iya Deh, lain kali, aku undang makan malam, kamu harus mau ya Has?" seru Nessa.
"Iya Nes."
__ADS_1
Bersambung.....