
Bagas sudah berada di jalan menuju Kota Brastagi, Bagas tidak membawa mobil sendiri, dia membawa supir. Karena dari Medan ke Brastagi cukup lah jauh, kira kira dua jam lebih di perjalanan.
Belum separuh jalan, sang kekasih hati sudah menelpon dan mengirim chat kepada Bagas.
"Hallo...kakak sudah sampai dimana?" pekik Tika. Wanita itu sudah merindukan kekasihnya.
"Sayang....baru juga pergi, belum separuh jalan. Kenapa? Kengen?" Seru Bagas menggoda.
"Kangen dong, semenit gak ketemu kakak, aku udah kangen banget." Seru Tika manja.
"Gombal kamu Yank..."
Tika terkekeh geli, semenjak bersama Bagas, sikap Tika begitu manja.
"Ya udah, kamu hati - hati dijalan ya sayangku?" seru Tika.
"Iya sayang, nanti kalau sudah sampai, kakak akan nelpon kamu." Ucap Bagas.
Sambungan telpon antara sepasang kekasih itu terputus.
***
Di Hotel...
Akhirnya, Nessa jatuh kedalam pelukan seorang pria cassanova, pria itu bernama Jimmy. Pagi itu Jimmy habis menikmati tubuh Nessa tanpa henti, seolah - olah tubuh Nessa candu untuk nya.
Memulai permainan dari pukul sepuluh pagi sampai keduanya tak mengenal waktu, tak terasa hari sudah siang pukul satu siang. Sungguh remuk badan Nessa dibuat pria itu.
Nessa benar - benar sangat pasrah, pasrah mau apa pun dibuat oleh pria itu. Saat ini Nessa di beri izin untuk istirahat sejenak, karena waktunya makan siang, setelah itu mungkin pria itu akan melanjutkan aksinya untuk menikmati tubuh Nessa.
__ADS_1
"Kau, makanlah dulu, beristirahatlah, setelah itu, aku akan melanjutkan untuk membuatmu mendesah nikmat dibawah tubuhku." Seru Jimmy terkekeh. Benar - benar pria mesum.
Nessa hanya diam menanggapinya, saat ini rasanya dia tak sanggup untuk mengucapkan kata untuk membalas ucapan Jimmy. Tubuhnya sangat lelah dan remuk, bahkan untuk bangkit dari ranjang saja rasanya dia tak sanggup.
Banyak makanan telah tertata di meja, Jimmy banyak memesan makan untuk mereka nikmati.
Sedangkan Nessa masih berbaring di atas ranjang. Mau bangkit masih belum sanggup. Jimmy melihat Nessa kelelahan, dia mengangkat tubuh Nessa, menggendongnya ala bridal, dia membawa Nessa ke kamar mandi.
Jimmy sudah mengisi air hangat di dalam bathtub, pria itu menaruk Nessa kedalam bathub.
"Berendalam sejenak, agar tubuh indahmu ini relaks. Dan setelah itu, kau makanlah." Ucap Jimmy dengan lembut kepada Nessa. Sesungguhnya pria itu tak tega melihat keadaan Nesaa sekarang, akibat ulahnya.
Jimmy mengecup dahi Nessa dengan lembut dan dalam. Setelah itu dia meninggalkan Nessa didalam kamar mandi sendiri.
Setelah Jimmy keluar dari Kamar mandi, Tangis Nessa pecah. Menangisi nasib nya. Dijual oleh mantan kekasihnya. Dia tak tahu, apa setelah ini akan adakah pria lainnya yang akan menikmati tubuhnya.
"Bagas...hiks...tolong aku, bawa aku pergi dari sini...hiks...hiks...Bagas." Gumam Nessa dalam hati.
Nessa masih menangis didalam bathub. Dengan terpaksa Nessa akhirnya membersihkan tubuhnya dengan mandi. Cukup lama Nessa berada didalam kamar mandi.
Jimmy menjadi khawatir dengan wanitanya, yang begitu lama didalam kamar mandi. Jimmy menyusul Nessa kedalam kamar mandi, tapi ternyata pintu kamar mandi telah Nessa kunci.
*Tok...
tok...
tok*...
"Nessa?!! Kenapa lama sekali? Apakah kau baik - baik saja?!" teriak Jimmy dari luar.
__ADS_1
Berkali - kali Jimmy mengetuk pintu kamar mandi, namun Nessa tak membukakannya.
"Nessa?!!" teriak Jimmy.
Ceklek...
Pintu kamar mandi terbuka. Tampak Nessa yang sudah segar setelah mandi, tubuh seksinya hanya di balut handuk sebatas dada dan pahanya saja.
Jimmy menelan ludahnya kasar, sungguh sangat pemandangan yang menakjubkan. Wanitanya sungguh seksi sekali.
Dengan gerak cepat, Jimmy menarik pinggang Nessa, sehingga tubuh keduanya merapat.
"Seksi..." bisik Jimmy. Dengan tak sabarannya Jimmy ******* lembut bibir Nessa. Lagi - lagi Nessa hanya menurut saja.
Jimmy melepas ******* bibirnya. Dia memandang wajah cantik Nessa. Dikecupnya dahi Nessa.
"Makanlah dulu.sayang...." bisiknya. Jimmy menuntun Nessa ke sofa, dia ingin mengajak makan Nessa.
"Bo...boleh, aku...memakai pakaian dulu?" Ucap Nessa gugup.
"Baiklah sayang.... Pakailah di hadapanku." Bisik Jimmy menggoda.
Nessa menelan salivanya, Nessa berdiri dan berjalan menuju almari, mengambil pakaiannya dan memakainya di hadapan Jimmy.
Melihat tubuh telanjang Nessa membuat bagian bawah Jimmy kembali tegang. Dia harus menahannya, memberi Nessa amunisi. Setelah itu barulah dia akan mengukung Nessa dibawahnya.
Bersambung....
Maaf telat lagi up nya. Semoga masih ada yang membacanya.
__ADS_1