
Cukup lama Bagas memandang wajah Tika yang tertidur pulas di ranjangnya. Bagas sungguh tak sanggup dengan keadaan seperti ini. Didiami Tika membuatnya kehilangan semangat.
Cukup lama Tika tidur disiang hari. Karena kehamilannya ini membuatnya mengantuk saja.
Bagas masih setia menunggu sang istri terbangun. Dengan setia Bagas duduk di pinggiran tempat tidur.
Satu jam kemudian. Tika menggeliatkan tubuhnya. Rasanya sudah cukup dirinya tertidur. Tubuhnya lumayan enakan sekarang. Dibukanya matanya, Tika masih belum sadar ada Bagas di sampingnya. Wanita hamil itu merenggangkan ototnya. Dan mendudukan dirinya. Sesaat kemudian.
Deg.
Suaminya Bagas terlihat lagi memandangnya. Wajah Bagas terlihat pucat. Pria itu kelihatan parah. Apa karena dirinya yang mendiami sang suami.
Mengingat kejadian kemarin, kekecewaan Tika timbul, dia kesal dengan sang suami.
"Sayang..." sapa Bagas dengan senyumannya.
Tika tak membalas sapaan Bagas. Wanita itu cuek saja. Bahkan, Tika mengacuhkan pria yang berstatus suaminya itu. Seolah - olah tak ada di hadapannya.
Tika turun dari ranjangnya. Dia ingin mandi, agar tubuhnya lebih fresh. Meninggalkan Bagas sendiri ditempatnya.
__ADS_1
Bagas merasakan sesak didadanya. Dia memandangi sang kekasih hati yang bersikap acuh kepadanya. Dipandanginya Sang istri masuk kedalam kamar mandi.
Dua puluh menit Tika didalam kamar mandi. Wanita cantik itu keluar dari kamar mandi. Tika cukup kaget, ternyata sang suami masih berada didalam kamar. Dan, masih duduk ditempatnya.
Jujur saja, Tika pun merasa tak tega melihat sang suami. Namun, dia masih kesal.
Tika keluar dari kamarnya, meninggalkan Bagas sendiri.
Brakkk....
Tika membuka dan menutup pintu kamar dengan kasar.
Bagas memejamkan matanya, matanya berkaca - kaca. Dengan gontai Bagas bangkit dari duduknya dan ikut keluar juga dari kamarnya. Dia ingin menyusul Tika. Bagas akan terus meminta maaf kepada istri cantiknya itu.
***
Rumah yang ditempati orang tua Randy sangat megah dan besar sekali. Nessa menjadi merasa tak pantas.
Tangan Nessa begitu dingin sekali, Randy pun merasakannya.
__ADS_1
"Sayang...jangan gugup. Mommy dan Daddy aku orangnya baik." ujar Randy menenangkan.
Pasangan itu sudah masuk kedalam rumah mewah itu. Mereka disambut dengan antusia oleh Mommy dan Daddy.
"Mom, Dad." sapa Randy. Randy pun memperkenalkan Nessa kepada keduanya.
Mommy nya Randy berkenalan dengan Nessa, kekasih sang anak. Mommy menatap wajah calon dari Randy. Sangat cantik menurutnya. Mommy Riana menyuki Nessa. Begitupun dengan Daddy Ilham. Kedua orang tua Randy menyukai Nessa. Mereka sangat setuju, kalau Randy menikah dengan pilihannya.
Pertemuan itu sangat hangat dan humble. Nessa yang awalnya gugup, wanita itu jadi lega. Ternyata keduanya begitu baik. Mommy dan Daddy sudah cerita sama saja.
***
Kembali lagi ke Bagas dan Tika
Keduanya masih perang dingin, Bagas pun tak akan pernah nyerah untuk mendapatkan maaf dan hati dari sang iatri.
Diluar sangat panas rasanya. mau keluar pun saranya malas banget.
Ibu hamil itu ingin keluar, sangat bosan sekali dirumah melulu. Namun, diurungkan niatnya untuk keluar rumah, karena begitu panas sekali.
__ADS_1
Akhirnya Tika memutuskan untuk dirumah saja. Mau pergi pun dia bingung mau kemana. Sejujurnya Tika sangat merindukan sang suami. Apalagi sang anak dalam kandungan, calon bayi nya sangat merindukan ayahnya.
Sementara Tika didalam kamar, Bagas sendiri masih menunggu diluar. Selalu menunggu Tika.