Aku Cinta Dia

Aku Cinta Dia
Bab 17.


__ADS_3

Nessa kecewa, Bagas yang tak bisa datang kerumahnya untuk makan malam. Tapi, Nessa tak mau egois, tak ingin memaksa mungkin Bagas masih banyak pekerjaan.


Melihat masakan yang begitu banyak di atas meja makan, Nessa menghela nafasnya. Sayang sekali makanan segini banyak dibuang. Akhirnya Nessa membungkus beberapa dan akan di bagi ke tetangga.


***


Malam harinya.


Tika lagi berdanda cantik di kamarnya, malam ini dia akan diajak makan malam sama Bagas. Tika beranggapan ini adalah kencan mereka.


Dirasa sudah cantik, Tika keluar dari kamarnya.


Ceklek....


"Anak mama mau kemana, kok cantik banget?" Mama Tika bertanya. Kedua org tua Tika sudah balik dari kampung.


"Aku mau pergi Ma. Sama kak Bagas." Ucapnya malu - malu. Tika sudah memberitahukan kepada orang tuanya kalau dia sudah memiliki kekasih. Mama dan papa Tika pun menyetujuinya. Nanti Bagas datang sekalian memperkenalkan diri.


"Sebelum pergi, suruh Bagas nemui mama dan papa ya sayang." pinta sang mama.


"Iya Ma."


Suara deru mobil terdengar dari halaman rumah Tika, kekasih hatinya telah sampai kerumahnya. Begitu sangat tampan sekali kekaaihnya itu. Tika dapat melihat dari jendela.


Dengan tampilan yang cantik, Tika membuka pintu rumah untuk menyambut kedatangan sang kekasih.

__ADS_1


"Assalamualaikum sayang...." sapa Bagas duluan.


"Walaikumsalam kak." balas Tika antusias.


"Masuk kak. Mama dan papa udah nunggu kakak." ucap gadis cantik itu.


"Iya sayang..."


Bagas melangkahkan kakinya masuk kedalam untuk menemui orang tua kekasihnya.


Kini mereka duduk di ruang tamu, Bagas ingin serius dengan Tika, ingin meminta restu kepada mama dan papa Kekasihnya.


Setelah mendapat restu dari mama dan papa Tika, barulah Bagas akan membawa kekasihnya untuk bertemu dengan Bunda dan Ayahnya.


"Insyallah tante, saya mencintai anak tante dan Om. Restui saya dan Tika ya Om." Ujar Bagas serius.


"Om, restui kalian. Tapi...kalau kau menyakiti Tika, maka...kami akan membawanya kembali bersama kami." ucap Papa Tika.


"Insyallah saya akan selalu mebahagiakan Tika Om, tante." Janji Bagas.


"Terimakasih Bagas, sudah mencintai anak tante. " ucap Mama Tika.


Tika dan Bagas permisi untuk keluar, keduanya akan makan malam diluar. Setelah mendapat restu tadi, minggu depan Bagas akan membawa Tika untuk bertemu dengan Bunda dan Ayah nya Bagas.


Bagas tak ingin berlama - lama pacaran, Tika akan segera dia nikahi. Tak ingin kebablasan, seperti waktu ketika mereka berlibur kemarin.

__ADS_1


Bagas sudah memesan tempat yang romantis, sebuah restoran mahal.


Tika sangat terharu sekali dengan kejutan yang diberikan oleh sang kekasih. Ternyata Bagas melamarnya, Bagas ingin menikahinya menjadikan istri satu satunya.


"Terimakasih sayang...mau menerima aku, aku janji akan selalu membahagiakan kamu." ucap Bagas sangat tulus.


Wajah keduanya saling berdekatan, Bagas medaratkan bibirnya ke bibir mungil sang kekasih. Bagas ******* dengan lembut bibir Tika, menyalurkan rasa sayangnya.


"Hmmpp...kakak." Tika kehabisan nafas.


Bagas melepaskan tautannya, Pria itu membuat bibir mungil Tika menjadi sedikit bengkak.


"Maafkan kakak sayang, bibir mu menjadi bengkak..." ucap Bagas terkekeh.


"Kakak..." ucap Tika cemberut.


"Minggu depan, kakak akan membawa mu untuk bertemu dengan Ayah dan Bundaku." Ucap Bagas.


"Ap...apa Ayah dan Bunda, nanti akan menyukai aku kak?" tanya Tika.


"Kau tenang saja sayang, Ayah dan Bunda akan sangat menyukai kamu sayang." Ucap Bagas.


Keduanya berpelukan dengan erat, menyalurkan rasa hangat.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2