Aku Cinta Dia

Aku Cinta Dia
Bab. 15 Maafkan Aku


__ADS_3

...Selamat Hari Raya Idul Adha ya untuk readers yang merayakannya.....


...kalian ramaikan like, hadiah, komen dan vote novel baru aku ini ya ......


...😍😍😍😍😍😍...


Bagas berlari kecil mencari keberadaan sang kekasih. Diruangannya Tika tak ada, kemana kekasihnya itu. Di setiap langkahnya Bagas terus menggerutu dalam hati, kenapa dirinya bisa melupakan Tika, wanita yang dicintainya.


Bagas mencari setiap ruang, sudut, Tika nya tak ada. Bagas sangat frustasi, apakah kekasihnya itu marah?.


Selagi mencari Tika, ponsel Bagas berdering, ada panggilan masuk, ternyata dari Dokter Rafi. Lagi - lagi Bagas mengumpat. "****..." Dia lupa akan meeting hari ini. Mau tak mau, mencari keberadaan Tika ditunda dulu, Bagas mengutamakan Rapat dengan Dokter Rafi. Menghela nafas berkali - kali, Bagas berjalan gontai menuju ruang meeting.


Bagas kurang fokus mengikuti meeting ini. Pikirannya tertuju ke kekasihnya saja. Bagaimana cara meminta maaf.


***


Di Taman Belakang Rumah Sakit.


Tika lagi duduk bersama seorang pria, Tika penasaran dengan pria itu, kemana saja dia selama dua hari. Kenapa chat nya tak pernah dibalas.


"Kamu kemana aja sih Don?" pria itu bernama Doni. Doni adalah teman kencan Tika waktu itu.


"Maafkan aku Tik. Aku tak bisa lagi, sering - sering chatan sama kamu." Ujar Doni takut.


"Kenapa?" tanya Tika penasaran.


"Gak apa. Aku hanya sibuk saja." Ucap Doni beralasan. Bukannya banyak kerjaan, tapi karena ancaman seorang pria. Pria itu sangat menakutkan. Ancamannya sangat menyayat hati.

__ADS_1


"Oh...kamu sibuk. Tapi, apa gak bisa menyempatkan membalas chat aku?" tanya Tika masih penasaran.


"Maaf Tik, gak bisa. Mungkin, beberapa hari ini kita berdua bisa bertemu dirumah sakit ini. Karena, mama aku lagi dirawat di sini." Seru Doni.


"Mama kamu sakit? Sakit apa? Nanti, setelah aku selesai bekerja, bolehkan aku jenguk mama kamu?" tanya Tika.


Doni mengangguk. "Iya."


Mereka berbincang cukup lama, karena Tika masih ada pekerjaan, Tika pamit kepada Doni. Setelah bekerja, Tika akan menemui Doni lagi.


Tika teringat, tadi Dokter Rafi memintanya data pasien yang tadi pagi berobat. Tika akan memberikan data itu kepada Dokter Rafi.


Meeting telah selesai, semua peserta meeting undur diri, hanya Dokter Rafi dan Bagas yang masih tertinggal di ruangan itu.


Dokter Rafi heran melihat Asisten nya itu uring - uringan.


"Kamu, kenapa Gas?" tanya Rafi penasaran.


"Bukannya, kalian, kemarin bersama ya? Apa masih kurang?" tanya Dokter Rafi. Rafi memang memberi Bagas cuti sehari untuk berduan dengan Tika. Asistennya itu meminta cuti untuk mengungkapkan perasaannya kepada Tika.


"Bukan Dok. Ada yang harus saya selesaikan." Ucapnya pelan.


"Kenapa? Kamu ditolak?" tanya Rafi lagi.


Bagas menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Ada masalah sedikit Dok. Izinkan saya sehari ini lagi dok." Mohon Bagas.


Rafi menghela nafas dan menghembuskannya. "Baiklah, selesaikan masalah kalian." Ujar Rafi.

__ADS_1


Bagas sangat berterima kasih kepada Dokter Rafi. Atasan yang sangat baik dan pengertian.


Waktunya sudah makan siang, seperti biasa Tika akan membawa bekalnya dan memakannya di kantin rumah sakit. Menu yang selalu dibawa Tika, adalah menu sederhana. Sejak SMU Tika sudah pintar memasak. Masakannya selalu dipuji enak.


Dia masukan sesuap, dua suap kedalam mulutnya, menikmatinya sendirian. Ketika ingin menyuapkan lagi makanannya kedalam mulut. Tiba - tiba suara seseorang mengejutkannya.


"Sayang..."teriak orang itu.


Tika sangat hapal dengan suara itu. Suara pria yang sedari semalam tidak ada kabarnya. Tika memutar matanya malas.


"Sayang...kakak cariin dari tadi, ternyata kamu disini." Ujar Bagas.


"Hmm...ada apa?" seru Tika ketus dan dingin.


"Yank...maaf Ya? Kemarin kakak gak ada ngabari kamu." Ucap Bagas merasa bersalah.


"Ya." jawab Tika singkat. Tika nyuekin Bagas, dia asyik menyuapkan makanannya kedalam mulutnya.


"Yank..." rengek Bagas. "Kok jawabannya singakat banget."


"Iya aku maafin."


"Benerkan?"


Tika mengangguk. "Tuh kan. Kamu gak ikhlas maafin aku Yank." Bagas melihat kekasihnya itu diam saja setelah mengatakan memaafkan. "Yank...jangan...."


Drrt....drrt....drrt....

__ADS_1


Ponsel Bagas berdering. Ada panggilan masuk, tertera nama di layar 'N' nama itu hanya satu huruf.


Tika tanpa sengaja melihatnya. Berpikiran negatif, siapa yang menelpon. Apakah selingkuhan. Kenapa tidak seger dijawab dan kenapa harus berinisial saja. 'N' siapa dia?


__ADS_2