
Bagas sudah sampai di hotel Tuan Darma. Dua jam lebih perjalanan yang ditempuhnya. Cukup melelahkan sekali. Bagas istirahat sejenak, masih ada setengah jam sebelum bertemu dengan Tuan Darma. Tepat pukul tiga sore nanti dia akan bertemu dengan Tuan Darma.
Mungkin mandi, akan membuat tubuh Bagas rileks. Memang benar, setelah mandi tubuh Bagas segar. Memakai pakaian rapi, masih ada waktu lima belas menit, dia akan menelpon kekasihnya lagi.
Sambungan telponnya tersambung, wanita cantik itu dengan cepat menekan tombol hijau untuk menjawab telpon sang kekasih.
"Hallo sayangku..." sapa Bagas.
Wajah cantiknya tersenyum, sungguh pemandangan yang indah. "Lagi apa kak?" tanya wanita cantik itu.
"Baru selesai mandi Yank. Setelah ini, kak akan ada pertemuan dengan klien." Sahut Bagas.
"Semoga berhasil ya kak kerjasamanya." Tika selalu mendoakan sang kekasih.
"Iya sayang...terimakasih. Tunggu kakak pulang Ya?" seru Bagas.
Tika mengangguk. Keduanya asyik mengobrol, tiba waktunya Bagas mengakhiri panggilan telponya dengan Tika, karena dia harus bertemu dengan Tuan Darma.
***
Di Restoran Hotel.
Bagas dan Tuan Darma telah bertemu, keduanya membahas kerjasama mereka, Tuan Darma sangat antusias sekali untuk bekerjasama dengan Cafe and Resto milik Dokter Rafi, menurut Darma, masakan di Cafe and Resto milik Rafi sungguh enak, karena Rafi memiliki chef yang sangat handal memasak. Maka dari itu, Darma sangat setuju untuk bekerja sama dengan Rafi.
"Saya sangat setuju Bagas, Kita akan memulainya setelah pernikahan kamu." Ucap Darma.
"Iya, Tuan Darma." Sahut Bagas. Keduanya berjabat tangan menandakan kerjasama mereka akan dimulai.
Akhirnya tugas Bagas selesai,hanya sedikit lagi, Bagas menunggu tanda tangan kontraknya saja. Berkasnya akan disiapkan oleh sekretaris Darma.
__ADS_1
Untuk saat ini Bagas bisa sedikit santai, hari mulai senja, setelah menikmati makan bersama Darma tadi, Bagas memilih beristirahat.
***
Di Villa.
Nessa menyibukan diri, membantu Bi Sari memasak, beres - beres Villa dan sebagainya. Ingin sekali Nessa menelpon Bagas, hanya sekedar menanyakan kabarnya. Nessa merindukan Bagas.
Ternyata sangat lelah sekali, mengurus Villa sebesar ini. Tapi Nessa senang, berkhayal, ketika nikah dengan Bagas nanti dia akan menjadi ibu rumah tangga saja, menunggu suami pulang kerja, melayaninya. Sungguh sangay konyol sekali, mudah - mudahan itu akan terwujud. Diaminkan saja.
Nessa membaringkan tubuhnya di atas ranjang, sambil memainkan ponselnya, melihat ruang chat wathapnya, ternyata Bagas online. Ingin sekali Nessa menchat Bagas, menanyakan kabarnya.
Nessa memandangi layar ponselnya, dia mencoba mengetikan sesuatu di nomor Bagas.
"Assalamualikum...." tulis Nessa di Chat nya.
Dua menit...
Tiga menit...
Hanya centang dua belum berwarna. Berarti Bagas masih belum membacanya. Lima belas sudah terlewat, tak ada balasan juga. Kemana pria itu, lagi apa.
Dengan wajah sendu, Nessa meletakan ponselnya di atas nakas. Dia mencoba memejamkan matanya. Baru saja memejamkan mata, Ponselnya Nessa bergetar. Ada sebuah notifikasi. Dengan cepat Nessa menyambar ponselnya.
Matanya berbinar senang, akhirnya Bagas membalas chat nya.
"Walaikumsalam...." balasan Bagas.
Nessa mulai mengetikan sesuatu lagi.
__ADS_1
"Gimana pekerjaannya? Lancar?" tanya Nessa.
"Alhamdulilah, lancar Ness." Balas Bagas.
Pria disana baru saja bangun tidur, ia tertidur ketika pulang dari pertemuannya dengan Tuan Darma.
"Apa kau, besok tidak ke Villa?" ketik Nessa. Dia berharap Bagas membalasnya dengan kata 'Iya'.
"Maafkan aku Nessa, sepertinya gak bisa. Kau tenang aja disana. Kau pasti aman. Karena aku sudah membuat penjagaan ketat" balas Bagas.
Kecewa rasanya, Bagas tak bisa datang. Padahal dia ingin memasak untuk Bagas.
"Ya sudah, gak apa. Terimakasih Bagas, sudah mau menolongku." Seru Nessa.
"Iya." balas Bagas singkat.
Setelah itu tak ada lagi balasan chat. Nessa menghela nafasnya pelan. Hari sudah mulai magrib. Untuk menenangkan hatinya. Nessa ingin mengadu kepada Allah. Wanita itu menunaikan sholat magribnya.
***
Di Hotel.
Bagas juga sudah menunaikan kewajibannya sebagai umat islam. Setelah itu, dia duduk di sofa yang ada dikamar hotel.
Langkah apa selanjutnya untuk menyelesaikan masalah Nessa, tak mungkin Nessa terus - terusan di Villa itu.
Atau, Bagas akan membawa Nessa kembali ke Medan. Sungguh sangat merepotkan.
Bersambung...
__ADS_1