Aku Cinta Dia

Aku Cinta Dia
Bab. 85


__ADS_3

Kepala Jimmy masih terasa pusing, pria tampan itu terbangun dari tidurnya. Dilihatnya disampingnya, ada seorang wanita terbaring di balik selimut dengan keadaan polos, sama seperti dirinya.


Jimmy berdecak kesal, ternyata dia sudah melakukan hubungan intim lagi. Sudah beberapa bulan ini, Jimmy tak melakukannya. Ini semua karena dia mabuk tadi.


Jimmy bangkit dari ranjang dan memunguti pakaiannya. Dia ingin pulang. Diambilnya dompetnya dan mengambil beberapa lembar uang ratusan dan ia pun meletakannya di atas nakas.


Setelah itu, dia langsung keluar dari kamar, pergi dari sana. Setelah kepergian Jimmy, wanita itu pun bangun...dia melihat ada beberapa lembar uang dengan jumlah banyak. Dengan mata berbinar, wanita itu mengambilnya. Senang mendapatkan uang yang banyak. Memang seperti itulah pekerjaannya, melayani nafsu pria - pria yang berada di club.


Dengan sedikit sempoyongan karena masih terasa pusing. Jimmy berjalan menuju pintu keluar, hari sudah sangat sore. Awalnya ingin kekantor, karena kejadian ini semua, Jimmy tak jadi kesana. Sebaiknya dia kembali ke Aparteman saja.


Dengan kecepatan sedang, Jimmy melajukan mobilnya menuju aparteman.


***


Pasangan suami istri, Bagas dan Tika. Mereka berdua baru saja selesai melaksanakan ibadah ranjang. Sedari tadi siang mereka lakukan, berakhir sampai sore hari, tepatnya pukul enam sore. Entah berapa jam mereka lakukan.


Bagas masih terlelap diatas ranjang. Sementara itu, Tika sudah bangun dan mandi. Karena sudah sore dan sebentar lagi magrib. Jadi, Tika membangunkan Bagas untuk membersihkan diri untuk sholat maghrib nanti.


"Mas...bangun. Udah sore Lho. Sebentar lagi magrib. Bangun yuk?" Ucap Tika membangunkan sang suami.


Ada pergerakan dari suaminya. Bagas membuka matanya perlahan, tampaklah wajah cantik istrinya. Dia pun tersenyum.

__ADS_1


"Iya sayang. Mas bangun." Ucap Bagas khas orang baru bangun tidur.


Bagas duduk dan menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang.


"Mandi dulu Mas. Terus, nanti kita berjamaah ya?" seru Tika.


"Iya sayang." sebelum menuju kamar mandi. Bagas sekilas mengecup bibir sang istri.


Maghrib pun tiba, pasangan suami istri itu melaksanakan sholat magrib bersama. Berdoa agar rumah tangga mereka selalu bahagia sampai menua.


Setelah melaksanakan sholat magrib. Tika bersiap - siap untuk menyiapkan makan malam untuk dirinya dan suaminya. Masak apa adanya saja, karena perut sudah sangat lapar sekali.


Makan malam bersama dengan menu sederhana, ini saja sangat nikmat, karena makan bersama orang yang kita cintai.


***


Seperti sekarang ini, Randy dan Nessa. Keduanya lagi berada di dalam kamar berdua. Diatas ranjang, berselimut menutupi tubuh mereka yang polos. Mereka baru saja melakukan hubungan intim.


Randy menghela nafasnya. Dia tak ingin seperti ini terus.


"Yank...mau sampai kapan, seperti ini terus?" tanya Randy pelan.

__ADS_1


Nessa yang berada didalam pelukan Randy, hanya diam. Dia juga merasa berdosa, melakukan hubungan tanpa menikah.


"Apa...kamu, gak cinta sama aku?" tanya Randy. Kalau cinta, pasti Nessa akan mau dinikahi.


"Gak seperti itu Mas. Jujur, hati ini, sudah mulai mencintai kamu Mas. Sudah lama. Namun, aku masih takut mas." ucap Nessa jujur.


"Apa yang kamu takutkan sayang. Mas, akan membahagiakan kamu. Kita akan bahagia bersama anak - anak kita kelak. Mas pengen punya anak dari kamu." seru Randy.


Apakah sudah saatnya, Nessa menerima Randy menjadi suaminya. Jauh dari lubuk hati terdalam, Nessa masih ingin bersama Bagas. Sudah lama sekali dia tak bertemu Bagas. Nessa merindukannya.


Nessa melepaskan pelukan dari Randy. Dia menatap wajah Randy. "Mas, yakin mau nikahi aku?" tanya Nessa.


"Sangat yakin." jawab Randy.


Berpikir sejenak. Randy pria yang baik. Menikah dengan Randy hidupnya tidak akan kekurangan. Pria yang perhatian, peyayang. Sosok yang sempurna. Wanita mana yang tidak menginginkannya, pasti pada ngantri.


Namun, pria tampan ini, memilih Nessa. Wanita yang dulunya kotor, jahat. Randy memaafkannya.


Sebelum mengatakan dan menjawab. Nessa menghela nafasnya.


Mata keduanya saling pandang. Mata pria itu menatapnya penuh dengan cinta.

__ADS_1


"Aku....mau Mas, nikah sama kamu."


__ADS_2