Aku Cinta Dia

Aku Cinta Dia
Bab. 72


__ADS_3

Ditangan kanan Randy ada sekota kue, dan ditangan kirinya ada sebuket bunga. Ini semua untuk sang pujaan hati tercinta.


Dengan langkah tegapnya, Randy berjalan menuju rumah Nessa.


Sebelum mengetuk pintu, Bagas sedikit bercemin di kaca jendela. Serasa sudah rapi, Randy mengetuk pintu rumah Nessa.


Tok...tok...tok...


"Assalamualaikum..." sapanya.


Beberapa menit kemudian, pintu rumah Nessa terbuka.


"Assalamualaikum Ness." sapa pria itu lagi.


"Mas Randy? Ayo masuk mas." ajak Nessa lembut.


Keduanya sudah berada di ruang tamu Nessa.


Hening....


"Ini. Untuk kamu." Randy menyerahkan sebuket mawar merahnya dan kuenya.


Nessa menerimanya dengan senyuman hangat, mungkin Nessa akan membuka hatinya untuk pria lain. Walaupun dihatinya sekarang masih ada nama Bagas.


"Terimakasih mas. Jihannya mana mas?" tanya Nessa.


"Jihan dirumah, mas tadi dari kantor." Jawab Randy. Hubungan antara Nessa dan Randy sudah membaik.

__ADS_1


Keduanya duduk di sofa ruang tamu rumah Nessa. Ngobrol asyik. Mata Randy selalu memandang wajah Nessa yang cantik.


Nessa yang sadar akan tatapan mata Randy yang memandang wajahnya, menjadi salah tingkah. Pipinya merona.


Randy, perlahan mengelus lembut pipi mulus putih Nessa dengan sayang.


"Cantik..." bisik Randy. Nessa semakin merona.


Tubuh Randy semakin mendekat ke Nessa. Wajah mereka semakin dekat, melihat bibir mungil Nessa, ingin Randy menciumnya. Randy masih ingat rasa bibir itu, bahkan rasa seluruh tubuhnya pun Randy masih ingat. Sungguh sangat Nikmat.


Bibir keduanya semakin dekat saja, entah siapa yang memulai, bibir keduanya sudah bersentuhan. Tak ingin menyia - nyiakan kesempatan yang ada, Randy mencium lembut bibir mungil itu.


Terdengar suara kecapan mengisi ruangan itu. Tangan Randy tak tinggal diam, tangannya meraba - raba seluruh tubuh Nessa. Memasukkan tangannya kebalik kaos yang dikenakan Nessa. Lama kelamaan tangan itu naik keatas, tepat dia aset milik Nessa. Randy meremasnya dengan lembut.


Bibir mereka masih menyatu dengan tangan Randy yang masih berada di aset milik Nessa. Suara lenguhan terdengar dari bibir Nessa. Wanita itu merespon dengan baik.


Direbahkannya Nessa perlahan diatas ranjang. Melanjutkan ciumannya. Entah siapa yang memulai, kedua pakaian mereka sudah terlepas dari tubuh mereka. Kini keadaan tubuh mereka polos tanpa pakaian.


Randy menatap wajah dan tubuh Nessa dengan penuh cinta dan minat. Sungguh sangat menggemaskan. Siang ini, Randy akan memberikan kenikmatan kepada Nessa.


Randy mengabsen seluruh tubuh Nessa, wanita itu sangat menikmatinya. Tak dipungkiri, Randy memang sangat ahli dalam memberi kenikmatan.


Puas dengan mengecup seluruh tubuh Nessa,Randy sudah sangat tak tahan untuk menyatu, ingin memasuki wanitanya. Membuat Nessa menjerit Nikmat dibawah kungkungannya.


Perlahan tapi pasti. Randy mengarahkan miliknya.


"Sshhs..." Nessa mendesah nikmat. Milik Randy jauh berbeda dengan milik pria yang pernah menidurinya.

__ADS_1


Satu yang sama nikmatnya, milik pria yang bernama Jimmy. Punya Jimmy juga tak kalah nikmatnya. Ngomong - ngomong tentang Jimmy. Kemana pria itu. Kenapa tak mencarinya lagi. Tapi syukurlah, dirinya menjadi aman.


Pasangan yang belum menikah itu, menikmati penyatuan mereka di siang hari. Sudah hampir dua jam Randy menghetakan tubuhnya ke tubuh Nessa.


***


Menjelang Sore....


Mungkin, dengan jalan sore ke taman apartemen, Jimmy dapat merileks kan tubuhnya.


Suasana taman disore hari sangat ramai, banyak muda - mudi duduk santai di bangku taman.


Memakan sebuah ice cream, Jimmy juga duduk di salah satu bangku taman sambil melihat - lihat para muda mudi pacaran.


"Hiks...hiks..."


Jimmy mendengar suara isakan seorang wanita. Dia mengedarkan matannya, ada seoranh gadis, duduk di bangku taman disudut, gadis itu menangis.


Jimmy mencoba mendekatinya, tepat dihadapan gadis itu.


Dengan tiba - tiba gadis itu berdiri dan memeluk erat tubuh Jimmy.


"Tolong....bawa aku, bawa aku pergi jauh dari sini. Aku takut." Ucapnya dipelukan Jimmy.


Jimmy tak tahu harus berbuat apa, gadis itu menangis pilu dipelukannya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2