Aku Cinta Dia

Aku Cinta Dia
Bab 51


__ADS_3

Randy marah dan cemburu, mereka bertengkar hebat.


"Dasar wanita murahan?!!" teriak Randy emosi. Sudah ia katakan, jangan lagi berkencan dengan pria lain, cukup hanya kepadanya saja.


"Iya...aku memang murahan! Jangan atur hidupku, kau bukan siapa - siapa aku!" teriak Nessa tak mau kalah.


Randy mengepalkan kedua tangannya. Emosinya sudah di ubun - ubun.


Plak....


Karena emosi, Randy menampar pipi mulus Nessa dengan sangat kuat. Dada Randy naik turun, karena sangkin emosinya.


Nessa melotot tak percaya, seorang Randy berani menamparnya. Randy yang penyayang ternyata bisa marah juga bahkan menamparnya.


"Menyesal aku mencintai kamu Nessa. Kau tak pantas menerima cintaku. Aku akan pergi jauh dari kamu. Teruslah menjual diri mu." Ucapan Randy sangat menyakitkan hati Nessa. Mata Nessa berkaca - kaca. Melihat pria itu begitu marah kepadanya sangatlah merasa bersalah.


Randy meninggalkan Nessa berdiri terdiam disana. Mungkin dia dan Nessa tak berjodoh.


***


Nessa menghembuskan nafasnya, ada rasa bersalah kepada Randy. Tapi, cinta tak bisa dipaksa bukan. Waktu itu Nessa memang benar - benar tak mencintai Randy. Dia hanya suka duitnya saja.

__ADS_1


Ya sudahlah...mau gimana lagi. Mungkin Randy sudah bahagia bersama pasangannya. Buktinya sekarang, Randy memiliki seorang putri kecil. Dan itu tentunya, Randy sudah menikah.


Lupakan Randy, Nessa masih sangat penasaran sekali dengan Bagas, kenapa pria itu tak menjawab telponnya. Dan sepertinya Bagas enggan untuk bertemu dengannya lagi. Kenapa? Apa karena kejadian waktu itu?.


Nessa membuka galeri fotonya di ponsel, ternyata ada beberapa foto Bagas yang diambilnya diam - diam. Bagas sungguh sangat tampan sekali. Wajah Nessa sumringah sekali memandangi foto Bagas.


Nessa berniat ingin menelpon Bagas lagi, tapi sia - sia tak dijawab. Padahal sambungan telpon tersambung.


"Kemana sih, kamu Bagas. Aku rindu banget sama kamu." Seru Nessa kesal karena telponnya tak kunjung di jawab.


Mencoba berkali - kali, Bagas enggan menjawab telpon dari Nessa.


****


Bagas, sang pengantin baru, kini pasangan itu sudah berada dirumah baru mereka. Bagas lagi bersantai disofa ruang nonton tv. Santainya Bagas terganggu oleh suara dering ponselnya. Pria itu melihat ada nama siapa di layar ponselnya itu. Bagas menghela nafasnya, walaupun si penelpon tak memiliki nama hanya nomor saja, Bagas tahu siapa yang telah menelponnya.


Dari kemarin, Nessa selalu saja mengganggu nya. Bagas membiarkan ponselnya terus berdering.


Tika yang sibuk di dapur memasak untuk makan siang mereka. Sedari tadi dia mendengar suara ponsel berdering. Semua masakan kita sudah selesai, Tika juga membuat cemilan untuk sang suami. Serasa sudah selesai, Tika membawanya ke tempat suaminya berada.


"Mas...siapa sih, yang nelpon kamu sedari tadi?" tanya Tika.

__ADS_1


Bagas hanya mengangkat bahunya saja, berarti dia tidak tahu.


"Gak tahu, mas sayang." Ucap Bagas bohong.


Tika hanya beroh ria saja, sejujurnya Tika penasaran siapa orang yang selalu menelpon suaminya itu. "Ini mas, aku buat kue untuk kamu." Tawar Tika.


"Wah...pasti enak ini, pinter banget ya istri aku ini." puji Bagas. Pria itu mencoba satu kue yang dibuat oleh Tika sang istri.


Bagas menikmatinya terlebih dahulu. Ternyata benar - benar enak sekali kue buatan sang istri. Bagas mengambil lagi, dan lagi. Hampir separuh kue dihabisin Bagas.


"Mas...kamu doyan, apa laper sih mas?" tanya Tika heran melihat suaminya begitu lahap memakan kue buatannya.


"Ini enak banget sayang, sumpah. Enak banget. Masih banyakan sayang?" tanya Bagas yang masih memakan kuenya.


Tika tersenyum senang, sang suami menyukai kue buatannya. "Aku buat banyak mas."


Keduanya menikmati hari santai mereka dirumah baru, sambil memakan kue buatan sendiri.


***


Lagi - lagi Nessa bedengus kesal, Bagas tak juga menjawab panggilannya. Karena hari sudah mulai sore. Nessa beranjak dari tempatnya bersantai. Ternyata bosan juga tinggal sendiri jauh dari orang yang kita kenal.

__ADS_1


Nessa sudah mulai bosan, apa dia harus pulang ke Medan? Tapi...dia takut akan bertemu dengan Jimmy.


Untuk mengisi kebosanannya Nessa memasak sesuatu untuk cemilan dimalam hari.


__ADS_2