
Nessa dibawa pergi oleh pria yang bernama Dimas itu, pria itu adalah mantan kekasih Nessa yang baru saja keluar dari penjara.
"Kau mau apalagi? Tolong, jangan ganggu aku lagi." Isak Nessa.
"Diam!! Aku akan menjualmu. Kau harus membayar semua perbuatanmu. Kau sudah membuat aku masuk penjara!" teriak Dimas marah.
"Hiks...jangan Dim, aku mohon. Jangan..." mohon Nessa sangat.
"Ok, kalau kau, tak ingin aku jual. Berikan aku sejumlah uang. Seratus juta, sekarang." Ucap Dimas tega.
Nessa membelalakan matanya, seratus juta? Jumlah yang sangat banyak.
"Kau gila Dimas! Itu banyak sekali! Aku tak punya duit sebanyak itu." bentak Nessa.
Dimas tertawa sinis, "Kalau begitu, kau harus mau aku jual." Ucap Dima tega.
"Aku mohon Dimas, jangan." Mohon Nessa.
Ness terus melawan, memberontak. Karena terus memberontak, membuat Dimas geram dengan sekali sentak.
Plak....
Tamparan itu sangat kuat, sampai sudut bibir Nessa mengeluarkan darah. Karena masih kesal dan marah. Dimas menampar Nessa lagi.
Plak...
__ADS_1
Plak...
Tiga kali tamparan dirasakan Nessa, pipinya terasa panas sekali. Bahkan pipi Nessa memerah.
"Diam kau ******! Apa kau masih mau lagi aku tampar?!" bentak Dimas.
Nessa memegang pipinya yang panas. Dia bergidik ngeri, Dimas seperti orang kesetanan. Nessa menjadi takut. Tak ada lagi perlawanan. Nessa hanya diam saja. Dia pasrah mau dibawa kemana oleh Dimas.
***
Bagas sudah menjemput Tika, kini pasangan kekasih itu sudah berada di dalam mobil. Bagas diam, masih memikirkan dengan keadaan Nessa, apa yang terjadi dengan Nessa. "Ya Tuhan, semoga Nessa tidak kenapa napa." Doa Bagas dalam hati.
Melihat kekasihnya yang dia sedari tadi, membuat Tika bertanya - tanya.
"Kak...kenapa?" tanya Tika lembut.
"Kakak!" bentak Tika kesal.
"Hah. Iya kenapa sayang?" ujar Bagas.
"Kakak, kenapa? Sedari tadi aku panggil tak ada jawaban." Ucap Tika.
"Maafkan kakak sayang. Pekerjaan hari ini sangat banyak." Ucap Bagas bohong.
Tika menghela nafasnya. Sepertinya bukan karena itu. Ada sesuatu yang dipikirkan sang calon suami. Tika hanya memandang wajah tampan Bagas.
__ADS_1
Bagas tahu, kalau Tika memandang wajahnya, "Sayang...kita beli cincin yuk. Untuk pernikahan kita nanti." Ajak Bagas mengalihkan.
Tika mengangguk, ayo saja lah.
****
Nessa dibawa di sebuah villa yang jauh dari kota Medan. Nessa dibawa ke Villa di daerah Brastagi. Dimas sudah mencari sebuah villa, untuk Nessa menjual tubuhnya.
Besok, ada seorang pelanggan pertama untuk Nessa. Seorang pengusaha kaya, pengusaha itu berani membayar Nessa 50 juta sekali bercinta. Dengan senang hati Dimas menerimanya.
Dimas, sangat tahu, bagaimana nikmatnya tubuh Nessa. Karena dia sudah berkali - kali merasakannya. Sungguh nikmat. Pastilah pelanggan pertamanya akan puas.
Dimas dan Nessa sudah sampai di Villa itu, udara di daerah itu sangat dingin dekat pegunungan.
Nessa sudah pasrah akan kehidupannya kali ini. Nessa menurut apa saja yang dikatakan Dimas.
Nessa di kurung didalam kamar Villa, "Kau istirahatlah...besok pagi, persiapkan dirimu." Ucap Dimas dingin dan datar.
Brraakk...
Dimas menutup pintu kamar Villa dengan cara membanting kuat.
Nessa terkejut. Dia memejamkan matanya. Kenapa, begini terus nasibnya. Ingin memperbaiki diri, rasanya sulit sekali.
Nessa terduduk dilantai, dia menangis tersedu - sedu. Menangis nasibnya. Karena kelelahan menangis, Nessa tertidur dilantai kamat Villa. Malang sekali nasib kamu Nessa.
__ADS_1
Bersambung.....