Aku Cinta Dia

Aku Cinta Dia
Bab. 26 Persiapan Pernikahan 2


__ADS_3

Setelah mencoba baju pengantinnya, kini pasangan itu akan lanjut ke tempat pernikahan mereka. Yaitu disebuah hotel berbintang dan mewah di Medan. Hadiah yang diberikan oleh Dokter Ryan.


Keduanya langsung saja kesana. Ternyata tempatnya sangat mewah sekali, mereka harus berterimakasih kepada Dokter Ryan.


Aula hotel di sulap menjadi seperti istana, dekorasi yang sangat indah sekali. Tika sangat takjub sekali melihatnya.


"Kak, sungguh sangat indah kak." Seru Tika sambil melihat sekeliling.


"Iya sayang, dokter Ryan sangat baik."


Tika mengangguk setuju. Dokter Ryan sangat baik.


Seharian mereka berkeliling, ke toko perhiasan, butik, gedung pernikahan dan terakhir mereka ke Deli park, salah satu mall terbesar di kota Medan. Disana Tika dan Bagas mencari souvenir untuk pernikahan mereka. Bagas membeli parfum untuk souvenirya. Lagi lagi Tika tak enak hati, itu sangat mahal.


Bagas akan memberikan yang terbaik untuk pernikahan mereka. Dia memang sudah menyediakan bajet yang fantastik. Tika tak bisa menolak semua yang telah diberikan oleh Bagas.


Keduanya telah sampai di halaman rumah Tika, Bagas mengantar pulang sang kekasih hati, hari sudah sangat sore sekali.


Bagas membukakan pintu mobil untuk Tika, "Terimakasih kak."


"Kamu, langsung istirahat ya sayang." Ucap Bagas dan mengecup dahi Tika sayang.


"Maaf, kakak gak bisa mampir ya. Ini aja kakak mau kerumah Dokter Rafi." Ucap Bagas.


"Ya kak. Salam untuk Dokter Ceryl ya Kak."


Bagas mengangguk. Bagas langsung melajukan mobilnya menuju rumah Dokter Ryan.


Diperjalanan menuju kesana, Bagas tiba tiba ingat akan Nessa. Hah. Sudah seharian ini Nessa tak ada kabar. Dan...Bagas ingat, kemarin, Bukannya Nessa ditarik paksa oleh seorang pria. Siapa pria itu.

__ADS_1


"Semoga kau tidak dalam bahaya Nes." Perasaan Bagas menjadi khawatir. Bagas yang penasaran, mencoba menelpon Nessa. Hanya operator saja yang bersuara, mengatakan 'Nomor yang anda tuju tidak aktif'. Berkali kali Bagas mencoba, terus saja seperti itu. Atau Bagas mampir saja kerumahnya, Hah. Ya, sebaiknya Bagas kesana saja. Bagas memutar haluannya menuju rumah Nessa.


Sampai tempat yang dituju, Bagas memarkirkan mobilnya, dan turun. Berjalan menuju rumah Nessa. Sepi, tak ada orang didalamnya. Bagas meneriaki nama Nessa.


"Nes! Nessa?!" teriak Bagas.


Tok...tok...tok...


"Nes. Ini aku Bagas. Buka pintunya?!" teriak Bagas lagi.


Karena ribut, tetangga disebelah keluar. "Maaf mas. Orangnya tidak ada. Dari kemarin, gak pulang - pulang." Ucap tetangga Nessa.


"Gak tau kemana ya Pak?" tanya Bagas.


"Gak mas. Kemarin, mbak Nessa pergi kerja pagi, terus gak ada pulang sampai sekarang." Jelas Tetangga itu.


"Iya, gak papa Mas."


Bagas pergi dari rumah Nessa, rasa khawatirnya sangat kuat. Kemana Nessa. Bagas lagi - lagi mencoba menelpon Nessa, tapi sama, nomor Nessa masih tak aktif.


****


Malam Hari Tiba....


Nessa masih berdiam diri dikamar Villa. Tempat itu sangat dingin sekali sampai menusuk tulangnya. Nessa memandang pemandangan malam di tempat itu dari balik jendela. Nessa tak tahu tempatnya dimana, baru pertama dia kesini.


Entah sudah berapa banyak air mata yang dikeluarkan Nessa. Matanya sudah sangat sembab. Sangkin melamunnya, Nessa tak mendengar langkah kaki seseorang yang menuju kamarnya.


*Tap...tap...tap...

__ADS_1


Ceklek*....


"Hei, ******!" panggil Dimas dengan suara mabuknya. Dimas sudah sangat mabuk sekali.


Nessa tak bergeming. Dia tak memperdulikan Dimas yang masuk kedalam kamarnya.


Dimas yang dicuekin sangat geram sekali. Dengan sempoyongan, Dimas berjalan. Dia mendekat ke arah belakang Nessa dan....


Kreekk ...


"Arghh..." rambut panjang Nessa dijambak oleh Dimas sangat kuat.


"Dimas, saki. Lepas!!" mohon Nessa.


"Kau pantas mendapatkannya ******!" teriak Dimas masih menjabak rambut Nessa.


"Arrgghh...Sakit Dimas." Ucap Nessa menangis.


"Aku, gak peduli. Sebelum kau besok melayani pelanggan mu. Layani aku malam ini sampai puas." Teriak Dimas. Pria itu tertawa mengejek. "Aku ingin tahu, apa kamu masih senikmat seperti dulu." Bisik Dimas di telinga Nessa.


Deg...


Nessa, tak mau. Tidak. Jangan...Air matanya mengalir deras lagi. Ya Tuhan...tolong aku.


Bersambung.....


Bab ke 3....


Selamat Membaca.....

__ADS_1


__ADS_2