Aku Cinta Dia

Aku Cinta Dia
Bab. 10 Jadian


__ADS_3

Bagas mengungkapkan rasa cintanya kepada Tika, wanita yang dari pertama dilihatnya. Jatuh cinta pada pandangan pertama.


Keduanya saling memandang. Bagas menunggu jawaban cintanya. "Kakak, me cintai kamu Tika, sangat cinta." Ucap Bagas sambil mengelus pipi Tika.


Tika menatap dalam mata Bagas, tatapan yang begitu tulus dan sayang. Pria itu tulus mengatakannya, tak ada kebohongan. Momen seperti ini yang sangat di inginkannya. Pujaan hatinya mengatakan cinta kepadanya.


Namun, seketika Tika mengingat akan kejadian kemarin, dimana Bagas lagi memeluk seorang wanita. Wanita yang dipeluknya menangis tersedu. Dia bisa melihat kalau Bagas memeluknya dengan erat.


Untuk sesaat Tika terdiam, apa dia harus menerima ungkapan cinta dari Bagas? Atau Tika harus menanyakan kepada Bagas.


"Ka...kakak ," bisik lirih.


Seketika wajah Tika menjadi sendu. Bagas masih menunggu jawaban dari Tika. "Kenapa, hmm?" tanya Bagas. "Apa kamu..."


Tika menggeleng cepat. "Aku Juga Cinta kakak." seru Tika cepat.


Senyum Bagas terkembang, dirinya merasa lega, cintanya dibalas. Bagas memeluk Tika dengan erat. "Terimakasih sayang. Kakak juga mencintai kamu, sangat." bisik Bagas.


Tika membalas pelukan Bagas dengan erat juga. Di bawah langit senja, Bagas dan Tika telah menjadi sepasang kekasih. Bagas merenggangkan pelukannya, dia menatap wajah cantik kekasihnya. Bagas mendekatkan wajahnya kewajah Tika, melihat bibir merah Tika, membuat Bagas tak tahan untuk **********.


Cup....


Dengan begitu lembut Bagas mencium bibir kekasihnya itu. Ini bukan ciuman pertama Bagas, ketika waktu SMU Bagas sudah pernah mencium seorang perempuan. Tidak untuk Tika, ini adalah ciuman pertamanya. Dengan seadanya Tika juga membalas ciuman Bagas, mereka menikmati ciuman mesra itu dibawah langit senja di kawasan pegunungan yang dingin.


Bagas melepaskan ciumannya itu, karena melihat kekasihnya sudah mulai kehabisan pasokan udara.

__ADS_1


"Hah...kakak?" seru Tika lirih. Gadis itu sungguh sangat malu.


"Apa ini ciuman pertama kamu?" tanya nya kepada sang kekasih.


Tika mengangguk malu. "Kau akan kakak ajari setiap hari sayang.." bisik Bagas mesra.


"Kakak!" pekik Tika. Tika menyandarkan kepalanya kedada bidang Bagas. Malu sekali rasanya. Kekasihnya ini ternyata mesum juga.


****


Di Kota Medan.


Di kontrakan kecil di kota Medan. Seorang wanita lagi sangat resah. Uang yang di dapatkannya dari hasil menjajakan tubuhnya kemarin habis, untuk biaya pengobatan sang adik. Kini ibu dari wanita itu menelponnya, dengan terpaksa sang ibu mengatakan kalau dia membutuhkan uang lagi, nominalnya hanya lima juta saja. Sementara tabungannya tinggal satu juta lagi, inipun belum membayar uang kontrakan nya. Nessa wanita itu, kemana lagi dia harus mencari, apa harus menjual tubuhnya lagi. Dia tak mau, dirinya saja sudah terlalu banyak dosa, tak ingin ditambah lagi.


Teringat akan nama pria. Ya...Bagas, pria itu. Mudah - mudahan saja dapat menolongnya. Nessa mengambil ponselnya di dalam kamar diatas nakas.


Ponsel sudah ditangannya, Nessa duduk di pinggir ranjangnya. Menatap sejenak benda pipih ditangannya itu. Apa Bagas mau membantunya? Biarlah, dicoba saja dulu, masalah di bantu atau tidaknya masalah belakangan.


Nessa mencari nama Bagas di layar ponselnya. Dengan tangan gemetar, Nessa menelpon Bagas.


Tut...tut....tut...


Nada dering tersambung, tak ada jawaban. Mencoba sekali lagi. Juga taka ada jawaban. Sekali lagi, sama saja. Bahkan Nessa sudah menelpon Bagas yang kesepuluh kalinya, masih juga tak ada jawaban. Apa Bagas masih sibuk kerja? Atau Bagas tak membawa ponselnya.


Nessa semangkin frustasi, apa dia harus menemui Bagas langsung? Hah...mau tak mau, Nessa harus bertemu dengan Bagas. Nessa ingat kalau malam ini Bagas ada di Cafe dan Resto.

__ADS_1


****


Kembali ke pasangan Baru.


Malam hari telah tiba, suasana di tempat itu semakin dingin saja. Pasangan yang baru jadian itu, saling memberi kehangatan. Keduanya duduk di bangku di balkon kamar Villa mereka.


"Dingin ya sayang?" tanya Bagas lembut. Bagas merasakan kalau kekasihnya ini sangat kedinginan, terasa dari pelukan sang kekasih yang sangat erat.


Tika mengangguk. "Iya, kak." bisiknya.


"Mau pindah kedalam kamar Sayang?"


"Aku mau disini dulu. Mau peluk kakak dulu." Seru Tika malu - malu.


Bagas terkekeh dibuatnya. Kekasihnya sangat menggemaskan. Bagas mengecup pucuk kepala Tika dengan sayang.


Menikmati udara dingin dimalam hari, dibawah sinar bulan dan bintang. Sepasang kekasih itu saling berbahagia. Cukup lama keduanya duduk di bangku itu, sampai sampai Tika memejamkan matanya, Tika terlelap didalam pelukan Bagas.


Terbuai akan elusan lembut dikepalanya oleh sang kekasih membuatnya mengantuk. Bagas tak tega melihatnya, pria itu menggendong Tika dan membawa kedalam kamar, dia baringkan Tika di atas ranjang.


Menyelimuti Tika, memandang sejenak wajah cantik itu. Mengelus pipi mulus itu. "Terimakasih sayang, menerima cinta kakak." gumamnya.


Bagas mengecup dahi Tika dengan lembut. Karena malam sudah larut, Bagas juga merasa ngantuk. Bagas membaringkan tubuhny di ranjang yang sama dengan Tika, tepat di sebelah sang kekasih.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2