
Nessa sudah kembali dari pasar, banyak belanjaan yang di belinya. Hari ini Nessa akan memasak. Karena akan ada orang special yang akan datang kerumah.
Nessa menyiapkan semua bahan yang akan dimasaknya. Setelah semuanya lengkap, Nessa memulai masak. Dengan hati senang dan gembira Nessa memasak masakannya.
***
Di sebuah Rumah di Kota Binjai....
Seorang gadis kecil sudah kelihatan sangat rapi dan cantik, hari ini dia akan bermain kerumah Nessa, gadis kecil itu sangat merindukan Nessa. Jihan sudah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Nessa.
Jihan menunggu sang papi yang masih berada di dalam kamarnya. Entah lagi apa sang papi. Padahal hari ini sang papi tak pergi ke kantor, karena Jihan memaksa sang papi untuk menemaninya kerumah tante Nessanya.
Dengan wajah yang ditekuk oleh Jihan, gadis kecil itu memanyunkan bibirnya. Kenapa papinya lama sekali.
Setelah menunggu hampir setengah jam, akhirnya sang papi keluar juga dari kamarnya.
Randy melihat anak gadisnya itu cemberut. "Maafkan papi ya sayang, tadi ada sedikit pekerjaan." Ucap Randy merasa bersalah.
Jihan masih memanyunkan bibirnya. "Papi nyebelin." Kesal Jihan.
"Maaf sayang, ya sudah, ayok kita pergi." Randy dengan segera mengajak sang anak.
Jihan berdiri dari duduknya, dan berjalan duluan ke arah pintu keluar.
Didalam mobil pun, Jihan masih enggan menegur sang papa. Gadis kecil itu masih dengan mode ngambeknya.
Randy yang mengemudikan mobilnya, sesekali melirik kearah putri kecilnya itu.
__ADS_1
"Sayang...gak singgah dulu di Toko kue? Kita beli untuk tante Nessa." Randy terus berusaha mengajak sang anak berbicara.
Gadis kecil itu menganggu setuju. Randy mengarahkan mobilnya kesebuah toko kue.
Banyak macam aneka kue dan roti yang di beli Jihan untuk Nessa. Ada kue coklat, stroberry, dan lain sebagainya.
***
Siang ini Bagas akan pergi ke Binjai, ada satu pekerjaan yang akan diselesaikannya. Teringat dengan Nessa, wanita itu disana, apa salahnya kalau Bagas ingin bertemu dengan Nessa. Bagas hanya memenuhi undangan makan siang saja.
Bagas sudah bersiap akan pergi, jam dinding sudah menunjukan pukul Dua belas siang. Saatnya untuk pergi.
"Yank..."teriak Bagas memanggil sang istri. Bagas menuruni anak tangga, dia mencari keberadaan sang istri.
Bagas melihat Tika sang istri berada di dapur.
"Kenapa mas?" tanya Tika.
"Mas, mau pergi. Siang ini, mas akan ke kota Binjai Yank." Ucap Bagas.
"Emang ada apa Mas?" tanya Tika lagi.
"Ada pekerjaan Yank, biasa...disuruh Bos."
"Ya sudah...makan dulu ya Mas, aku uda siap masak ini." Seru Tika.
Bagas melepaskan pelukan di perut sang istri.
__ADS_1
Melihat banyaknya masakan sang istri membuat perut Bagas lapar, masakan istri tercintanya itu sangat lah enak. Bagas memakannya dengan sangat lahap sekali.
***
Kembali Ke Binjai...
Masakan Nessa hampir semuanya selesai. Ada lima jenis masakan yanh dimasaknya. Itu semua makanan kesukaan Bagas.
Seperti biasa, Nessa langsung saja menata makananya diatas meja makan.
Wanita cantik itu tersenyum puas melihat hasil masakannya, sempurna.
Tin...tin...tin...
Suara klakson mobil terdengar. Randy dan gadis kecilnya telah sampai. Dengan semangat Jihan turun dari mobil sang papi, sudah tak sabaran untuk bertemu dengan tante cantiknya.
Randy hanya geleng - geleng kepala melihat tingkah sang anak. Padahal, dirinya sangat membenci tuan rumah itu. Menghela nafasnya dan menghembuskannya perlahan. Demi anak gadisnya, Randy rela menyampingkan egonya.
Nessa berlari kecil dari dapur menuju ruang tamu, mengintip dari balik gorden, ingin melihat siapa yang datang, apakah pangeran hatinya, kalau iya, kenapa secepat ini.
Setelah Nessa menyingkap sedikit kain gorden itu.
Deg...
Nessa melototkan matanya, kenapa harus mereka yang datang. Nessa melihat sosok pria dan anak perempuan kecil lagi berjalan bergandengan tangan menuju pintu rumahnya Nessa.
Bersambung....
__ADS_1