
Malam menyapa, sampai malam seperti ini Bagas masih saja bersama Nessa, menemani wanita itu yang lagi dirundung sedih, Nessa mendapat kabar kalau adiknya sedang sekarat. Nessa hanya bisa menangis dan berdoa.
Bagas setia menemaninya, sampai - sampai dia lupa sekarang mempunyai seorang kekasih. Baru jadian saja sudah mengabaikan.
"Gas, sudah malam. Sebaiknya kamu pulang saja." Ujar Nessa tak enak hati.
"Terus kamu gimana?" tanya Bagas.
"Aku gak apa. Kamu pulang aja."
"Tapi Nes,"
"Udah gak papa. Terimakasih untuk hari ini."
Bagas akhirnya menurut. Pria itu pulang. Lagi - lagi dia melupakan ponselnya. Ternyata ponselnya kehabisan baterai.
Bagas melajukan mobilnya, ternyata malam sudah larut, sudah pukul sebelas malam.
****
Seorang wanita sedari tadi gelisah. Tak ada kabar dari kekasihnya, ponsel kekasihnya tak aktif sedari tadi.
__ADS_1
"Kemana kamu kak?" gumamnya.
Karena sudah malam, mata Tika rasanya sudah sangat mengantuk. Tika meletakan ponselnya ditas nakas dan membaringkan tubuhnya diranjang. Berdoa sebelum tidur.
Begitupun dengan Bagas, pria itu sungguh sangat lelah sekali. Mengisi baterai ponselnya, dan dirinya pun bergegas membersihkan dirinya.
Sungguh sangat segar sekali, jam dinding sudah menunjukan pukul dua belas malam. Bagas membaringkan tubuhnya, rasa kantuk sudah melandanya. Bagas melupakan sesorang satu harian.
***
Mentari pagi menyapa Kota Medan.
Seminggu ini, Tika sendiri dirumah, ibu dan Ayahnya pulang ke kampung halamannya di Bandung. Neneknya lagi sakit.
Ojek online yang Tika pesan sudah menunggu. Ponsel sang kekasih masih belum aktif juga. Tika mulai meragu, mulai ragu akan cinta Bagas. Kemana pria itu dari semalam. Tak memberi kabar, apakah Bagas tak serius dengan nya.
Tika tak mau ambil pusing. Kalau memang berjodoh, alhamdulilah.
Kali ini Bagas kesiangan, pukul sepuluh Bagas baru bangun dari tidurnya. Melihat jam dinding pukul sepuluh. Bagas dengan gerak cepat bergegas ke kamar mandi. Sudah sangat terlambat dia.
Hanya butuh sepuluh menit Bagas selesai mandi. Memakai pakai untuk ke kantor. Semuanya selesai, Bagas mengambil kunci.mobil, dompet serta ponsel yang di carger nya diatas nakas.
__ADS_1
Ponsel yang sedari semalam belum dia aktifkan.
****
Dengan langkah gontai Tika masuk kedalam lobi rumah sakit. Belum juga satu hari jadian, Bagas sang kekasih sudah tak ada kabar. Apakah pria itu serius dengan dirinya ataukah hanya bermain - main saja.
Hah. Tika tak mau ambil pusing, baru pertama kali jatuh cinta sudah diabaikan. Tak mau terlalu dalam mencintai, ternyata sakit.
Bagas melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia teringat ada meeting dengan Dokter Rafi.
Sambil mengemudikan mobilnya, Bagas teringat akan ponselnya nya tidak aktif dari kemarin. Tangan sebelah kanan mengemudi, dan yang satunya Bagas gunakan untuk mengaktifkan ponselnya. Ternyata banyak sekali notifikasi chat dan panggilan.
Sekian lama Bagas baru teringat akan sang kekasih. "Shhit...Bagas memukul setir mobilnya." Melupakan sang kekasih, kekasih macam apa dirinya.
Begitu banyak chat atau panggilan dari sang kekasih. Bagas semakin mengencangkan lajuan mobilnya. Ingin meminta maaf kepada sang kekasih.
Karena kecepatan mobil Bagas terlalu kencang. Hanya butuh dua puluh menit Bagas sampai di rumah sakit.
Tiba di prkiran rumah sakit, Bagas langsung memarkirkan mobilnya. Bagas turun dari mobilnya dan berlari menuju tempat sang kekasih.
Bersambung.....
__ADS_1