Aku Cinta Dia

Aku Cinta Dia
Bab. 73


__ADS_3

Jimmy masih terpaku, gadis yang dia temui ditaman itu masih berada didalam pelukannya, gadis itu menangis sambil mengatakan, 'Tolong...bawa aku pergi'. Kata itulah yang sedari tadi diucapkannya.


"Tuan...hiks...bawa aku pergi." Isaknya dalam pelukan Jimmy.


Jimmy bingung, pria itu hanya diam tanpa membalas pelukan gadis itu.


Alisa Ayudia, gadis yang berusia 19 tahun. Gadis malang itu lari dari kurungan sang paman. Paman gadis itu ingin menjualnya. Niat ingin bekerja dikota, malah dapat musibah. Sang paman sangat kejam kepada Alisa. Karena tak tahan akan siksaan sang paman, Alisa kabur dari rumah sang paman.


Kini gadis yang bernama Alisa itu bingung ingin kemana. Tersesat di Kota Medan, tak ada keluarga yang dikenalnya.


****


Rumah Sakit Bali....


Sampai sekarang Bagas belum juga sadar dari komanya. Tika sang istri selalu setia menemani Bagas. Wanita itu selalu berdoa, semoga ada keajaiban suaminya akan sembuh dan sadar.


"Kapan sih, kamu bangun Mas. Apa kamu gak rindu sama aku Mas?" bisik Tika lirih.


Entah kenapa, beberapa hari ini, Tika mengeluh pusing kepala, mual - mual. Memang Tika tak menjaga kondisi kesehatannya semenjak Bagas koma di rumah sakit.

__ADS_1


Dengan badan yang lemas, Tika selalu setia menemani sang suami, menunggu suami tercintanya sadar dari komanya.


Duduk disamping brankar sang suami sambil bermain ponsel, Tika membuka sosial medianya. Disana terdapat seseorang memosting makanan, wanita itu menelan saliva nya kasar. Rasanya dia ingin memakannya.


Ternyata, makanan itu bisa diorder. Tika langsung order saja.


***


Sementara Tika sedang menunggu suaminya sadar. Seorang pria bernama Jimmy dibuat bingung oleh seorang wanita bernama Alisa. Wanita muda itu minta ikut bersamanya.


Mau tidak mau, Alisa pun ikut bersama Jimmy ke apartemannya. Alisa sedikit tenang, hidupnya akan merasa aman. Dia yakin, kalau Jimmy adalah pria yang baik.


Di dalam mobil, tak ada suara yang keluar dari mulut keduanya. Namun, Alisa memberanikan dirinya untuk ngomong.


Jimmy hanya melirik wanita itu saja. Pria itu masih enggan berbicara.


Mobil Jimmy, sampai di parkiran aparteman. Ternyata, Alisa dibawa ke aparteman Jimmy yang satu lagi. Ditempat itu, Alisa akan tinggal. Kalau mereka tinggal bersama, bisa - bisa Jimmy akan khilaf.


Masuk ke Aparteman.

__ADS_1


Ceklek...


Alisa masuk bersama Jimmy, Alisa sangat takjub melihat setiap ruangan di aparteman itu, diisi dengan barang - barang mewah. Dan, unit aparteman itu sangat luas sekali, memiliki dua kamar.


"Tuan...ini, rumah siapa?" tanya Alisa polos. Aparteman dibilang rumah.


"Kau, boleh tinggal disini." Ucap Jimmy datar.


"Aku?" tunjuknya kepada dirinya.


"Tapi, kau jangan senang dulu. Kau disini tak gratis." Jawab Jimmy tenang.


Alisa menoleh kearah Jimmy. "Jadi, aku harus bayar?" tanyanya polos.


Jimmy hanya menaikan bahunya saja. Jimmy memberikan id card masuk kedalam unitnya. Setelah itu, Jimmy meninggalkan Alisa sendiri di sana.


Alisa kebingungan. Ditinggal di aparteman semewah ini. Alisa berjalan menuju dapur, membuka kulkas, wah...ternyata isinya penuh dengan berbagai makanan. Perutnya sangat lapar. Alisa mengambil bahan makanan. Dia akan memasak untuk makan.


Setelah selesai masak, Alisa ingin mandi, rasanya sangat lengket sekali tubuhnya. Alisa berjalan menuju kamar, memilih salah satu kamar. Ternyata, Alisa memilih kamar utama unit itu. Sungguh sangat luas sekali. Mencari dimana lemarinya, ternyata, ruang pakaiannya ada khusus. Begitu banyak pakaian didalam sana. Tapi sayang, semua pakaian laki - laki.

__ADS_1


Alisa mengambil salah satu kaos pria. Alisa masuk kamar mandi untuk mandi. Sangat segar sekali. Selesai mandi, Alisa memakai kaos pria yang ia kenakan. Kaos itu sangat besar di tubuh Alisa.


Alisa duduk di kursi makan, ingin menyantap makanan yang dimasaknya itu. Karena Alisa masak begitu banyak. Sisanya dia simpan. Untuk makan malam nanti.


__ADS_2