
Bagas sudah berada di halaman rumah Tika, dia akan berpamitan untuk pergi ke luar kota.
Bagas turun dari mobilnya dan tak lupa dia membawa aneka kue yang dibawanya tadi.
Kebetulan sekali mama Tika berada di teras rumah, kebiasaan dari mama Tika untuk berkebun di pagi hari, merawat bunga bunganya dan menyiraminya agar tumbuh sehat.
Mama Tika hanya ibu rumah tangga, mengurus rumah, anak dan suami, Mama Tika mempunyai usaha kecil kecilan, mama Tika menjual cake online, siapa yang order langsung dibuatnya. Usaha yang dimiliki mama Tika lumayan untuk kebutuhan mereka.
"Assalamualaikum Ma." Sapa Bagas. Bagas memang sudah memanggil orang tua Tika dengan sebutan mama dan papa.
"Walaikumsalam... Bagas?" sapa Mama Tika.
"Ma..." Bagas mencium punggung tangan mama.
"Gimana kabar mama?" tanyanya.
"Baik Nak, kamu nyari Tika ya?"
"Iya Ma."
Bagas ingin berpamitan kepada Tika, sebenarnya sangat berat sekali untuk berjauhan dengan sang pujaan hati.
Mama mempersilahkan Bagas sang calon menantu untuk masuk kedalam rumah.
Bagas duduk di sofa sambil menunggu mama memanggil Tika.
"Kak..." sapa Tika.
"Sayang..." sahut Bagas dengan senyum manis di wajahnya.
__ADS_1
Tika duduk di samping Bagas. Menatap wajah sang kekasih sekejap. Semakin hari, semakin tampan saja kekasihnya itu.
"Yank...kakak kesini, mau pamit. Kakak harus keluar kota." Jelas Bagas.
Tika mengernyitkan dahinya. "Mau kemana kak?" tanya nya.
Bagas menjelaskan, bahwa ada pekerjaan yang mengharuskan dia tinjau, tidak bisa diwakilkan. Sepertinya disana nanti akan butuh waktu seminggu. Sementara pernikahan mereka dua minggu lagi.
"Lama banget kak?" ucap Tika. Wajah Tika ditekuk nya. Seminggu itu waktu yang sangat lama. Entah kenapa ada sesuatu rasa yang aneh akan terjadi.
Tika diam sejenak, dan menghela nafasnya pelan. Bagas pergi untuk bekerja, dia tak ingin egois. Toh...ini juga untuk masa depan keduanya.
"Disana, hati - hati. Jangan lirik cewek cewek." Ucap Tika sedikit kesal.
Bagas menanggapinya dengan tersenyum. Mana mungkin dia berani lirik wanita lain, wanita yang ada di hatinya sekarang hanyalah Tika seorang.
"Iya sayang...kakak gak mungkin lirik yang lain. Yang ada di hadapan kakak aja sudah cukup." Ucap Bagas tulus.
"Kakak, akan pergi pagi ini. Kesini hanya pamit sama kamu Yank." Seru Bagas.
Tika mengangguk. "Iya." Tika melirik kekanan dan kiri, mencari keberadaan sang mama. Terasa aman, Tika mengecup pipi Bagas dengan sayang. "Hati - hati kak, jaga hati kamu." Ucapnya setelah mengecup pipi Bagas.
"Kok cuma di pipi Yank...disini gak?" Bagas menunjuk bibirnya.
"Ih...kakak. Nanti ada mama." Ucap Tika.
"Heheh...iya sayang, kakak pergi dulu ya...Kakak cinta sama kamu." Bagas pun mengecup dahi Tika.
Tika mengantar Kepergian Bagas sampai ke mobil. Melambaikan tangannya.
__ADS_1
****
Disinilah Nessa, di sebuah kamar hotel VIP. Nessa menunggu kedatangan pelanggannya. Seorang pria yang akan dia puaskan.
Nessa sudah pasrah akan jalan hidupnya kedepan, entah seperti apa. Ingin rasanya dia menelpon Bagas, untuk membawanya dari sini.
Terdengar suara pintu kamar hotel terbuka.
Ceklek....
Seorang pria tampan dan gagah masuk kedalam kamar itu, seorang pengusaha muda di Kota Medan, banyak wanita yang menyukainya.
Pria yang pernah patah hati yang hebat, karena itulah dia jadi menyukai sentuhan dan disentuh oleh wanita, membalaskan rasa sakit hatinya.
Wajah Nessa sangat cantik sekali, hampir seperti mantan terindah yang telah mematahkan hatinya.
Nessa takut, melihat pria itu berjalan mendekat. Pria itu sudah berdiri tegak dihadapannya.
Jimmy menarik lembut dagu Nessa, agar wanita itu menatapnya. Nessa menatap pria itu, tak dapat dipungkiri, wajahnya sangat tampan sekali. Nessa hampir saja terpesona.
"Cantik" gumam Jimmy.
Jimmy menundukkan wajahnya, dia sudah sangat tak tahan untuk ******* bibir seksi Nessa. Dengan penuh dengan kelembutan, Jimmy mencium dan ******* bibir itu dengan lembut, merasakan manisnya.
Cukup lama Jimmy mencium bibir Nessa, sedikit bengkak bibir Nessa dibuatnya.Tapi, itu menurut Jimmy sangat seksi sekali.
Jimmy tak ingin menundanya, tak ingin menunda merasakan bagaimana rasanya tubuh Nessa.
Posisi Jimmy masih berdiri menghadap Nessa yang duduk diatas ranjang hotel. Jimmy membuka satu persatu kancing kemeja yang dipakainya. Kancing terakhir, Jimmy melepas baju kemejanya dan menyampaka nya kesembarang arah. Terlihat lah tubuh Jimmy yang profosional, bentuk perutnya kotak kotak seperti roti sobek.
__ADS_1
Bersambung....