Aku Cinta Dia

Aku Cinta Dia
Bab. 52


__ADS_3

Waktu sudah larut malam. Pastinya semua orang telah masuk kedalam mimpi mereka masing - masing.


Tapi, tidak dengan pasangan pengantin baru Bagas dan Tika, dilarut malam seperti ini, mereka lakukan untuk olahraga malam. Ritual setiap malamnya yang dilakukan oleh mereka.


Bagas ingin segera memiliki anak dari Tika, maka itu, setiap malam, bahkan ketika ada kesempatan mereka berdua melakukannya.


"Masshh...."desah Tika nikmat. Suaminya sungguh sangat perkasa sekali diatas ranjang. Membuat dirinya berseru kenikmatan.


"Sayang...akh..." Keduanya telah mencapai puncak bersama. Entah berapa kali mereka melakukannya, dan tentu saja dengan gaya yang berbeda - beda.


Pasangan itu mengatur nafas, setelah melakukan pertempuran hebat mereka.


"Capek mas...udah ya?" rengek manja Tika. memang dia sudah sangat lelah. Ini adalah yang keempat kalinya mereka membuat bayi.


Bagas terkekeh. "Iya sayang, maaf, buat kamu kelelahan. Habis kamu candu Yank." Seru Bagas.


"Hmm..." Tika tak sanggup berkata - kata lagi.


Bagas menutupi tubuh polos sang istri dengan selimut. Mencium kening Tika dengan sayang. "Selamat tidur sayangnya Mas..." bisik Bagas lembut. Sepertinya Tika memang benar - benar lelah sehinggah dia sudah terlelap.


Bagas bangkit dari tidurnya, dia akan mandi membersihkan dirinya. Setelah itu, dia akan ikut bergabung bersama sang istri untuk tidur.

__ADS_1


Rasanya segar sekali habis mandi. Masih memakai handuk yang terlilit di pinggangnya Bagas, berdiri di depan cermin. Tubuh atletisnya banyak tanda merah yang dibuat oleh sang istri. Ternyata istrinya liar juga.


Bagas menggeleng - gelengkan kepalanya. Mengingat setiap percintaan mereka, sang istri sangat menggemaskan sekali.


Bagas mengambil kaos dan boxer di dalam lemari dan memakainnya. Dia juga sangat mengantuk sekali. Ingin segera bergabung dengan sang istri.


Setelah memakai kaos dan boxernya. Bagas bergegas naik keranjang. Dan merebahkan badannya di atas ranjang. Namun, terganggu dengan dering ponselnya.


"Siapa sih?" Bagas mengambil ponselnya di atas nakas.


Huft. Ternyata Nessa lagi. Mau apa sih wanita itu. Mungkin dijawab saja.


"Hallo..." sapa Bagas.


"Ada apa Ness?" tanya Bagas pelan, tak ingin didengar sang istri.


"Maaf ganggu Gas. Kenapa gak pernah kesini? Apa disana aman Gas?" Tak lupa Nessa menanyakan situasi Medan. Apakah Jimmy datang kesana mencarinya.


"Maaf Ness. Aku sibuk. Di sini Aman. Kau tenang saja. Gimana kabar mu?" akhirnya Bagas bertanya kabar Nessa.


"Aku baik Gas. Apa...kau besok pagi, bisa kesini Gas?" seru Nessa berharap. Wanita itu merindukan Bagas. sudah hampir sepuluh hari dia tak bertemu dengan Bagas.

__ADS_1


"Oke, aku kebetulan. Ada pekerjaan di Binjai. Jadi, nanti aku akan singgah ketempatmu." Ucap Bagas.


"Terimakasih Gas."


tut...tut...tut....


Bagas, tanpa menjawab langsung memutus panggilannya. Sungguh sangat mengantuk rasanya.


Bagas ikut masuk kedalam selimut bersama sang istri. Memeluk sang istri. Menyandarkan kepala sang istri ke dadanya. Keduanya pun terlelap.


****


Pagi hari menyapa kota Medan dan Binjai....


Seperti biasanya, pengantin baru selalu bangun terlambat dan kesiangan. Syukurnya Bagas tak banyak pekerjaan. Hanya ada satu kerjaan yang di lakukannya siang nanti. Dia akan ke Kota Binjai. Meninjau lokasi Cafe and Resto cabang. Lagi - lagi Rafi akan mengembangkan bisnis kulinernya. Kali ini dia akan membukanya di Binjai.


Sementara itu di Binjai....


Dengan raut wajah bahagia, Nessa bangun tidur. Siang ini sang pujaan hati akan datang. Dia harus memasak, masakan kesukaan Bagas. Bergegas mandi, dan akan ke pasar untuk berbelanja.


Disini kendaraan umum ada angkot, dan juga di Binjai ada ojek online. Jadi, sepertinya Nessa akan naik ojek online saja, biar gampang.

__ADS_1


Sudah mandi, Nessa segera memesan ojek onlinenya. (Kalau di Binjai dan Medan, kalau naik ojek atau motor. Mereka bilang Naik kereta. Lucu kali kan. Kami ke 'Pasar' atau sering dibilang pajak. Kami naek kereta, hebat kan. 😂😂😂😂).


__ADS_2