Aku Cinta Dia

Aku Cinta Dia
Bab. 35


__ADS_3

Bagas masih mengumpulkan nyawanya, kepala masih sangat pusing. Tidur nyenyak di jam 3 pagi membuat kepalanya pusing.


Bagas milirik Nessa kesampingnya, Bagas masih bingung kenapa wanita itu bisa tidur bersamanya. Bagas tak ingin ambil pusing, dengan segera dia bangkit dari tidurnya dan dia ingin menyegarkan tubuhnya dengan mandi air hangat.


Bagas menaiki anak tangga menuju lantai dua, menuju kamarnya, kamar biasanya ia tempati di Villa ini.


Bagas membuka seluruh pakaiannya dan akan melakukan ritual mandinya. Jadwal hari ini dia akan kembali bertemu dengan Tuan Darma, melanjutkan kontrak kerjasama mereka.


***


Di Lantai Satu....


Nessa mengerjapkan matanya, tubuhnya kedinginan, dia membuka mata sepenuhnya, dilihatnya sekeliling, ternyata dia tidur di ruang tv.


Deg...


Seingatnya, tadi malam dia tidur bersama Bagas, dan....Wajah pipi Nessa merona merah, mengingat tadi malam, membuatnya malu, senang. Bagas lelaki yang diharapkannya menciumny dengan sangat lembut, dan lelaki itu memanggilnya 'Sayang'.


Sedari tadi Nessa tersenyum senang, sangat senang. Padahal tadi malam, Bagas mengigau dan bermimpi, pria itu bertemu dengan sang kekasih dan keduanya berciuman.


Nessa baru menyadari, ternyata Bagas sudah tak ada di sampingnya. Mungkin lelakinya sudah naik ke atas, ke kamarnya.


Nessa pun melakukan yang sama, dia naik kelantai dua, menuju kamarnya, dia juga ingin mandi. Namun, kekonyolannya timbul, rasanya tidak ingin mandi, kalau mandi wangi tubuh Bagas pasti akan hilang. Sungguh sangat konyol bukan?


Nessa tak ingin, seperti itu, dia harus segera mandi. Dia ingin memasak untuk Bagas. Dengan cepat Nessa masuk kedalam kamar mandi.


***

__ADS_1


Di Kamar Bagas....


Pria tampan itu sudah selesai mandi, dan sudah mengenakan pakaiannya dengan rapi. Di dalam lemari kamar ini, pakaian Bagas memang sengaja ia tinggalkan, suwaktu - waktu pasti dia akan kesini. Rencananya pun, dia dan Tika nanti akan berkunjung disini untuk menikmati indahnya pernikahan mereka.


Kalau mengingat keinginan itu, membuat Bagas tersenyum, pasti sangat menyenangkan sekali, berdua dengan orang yang kita cintai disini.


Perut Bagas sudah sangat lapar sekali, sebelum ke Villa, masih diperjalanan Bagas telah menghubungi Bibi Sari, pelayan di Villa.


Bagas mengatakan kepada Bi Sari untuk datang ke Villa, untuk memasak dan membersihkan Villa.


Bagas keluar dari dalam kamarnya, dan turun ke lantai satu, menunggu Bibi Sari datang.


Bagas melihat sekeliling, mencari Nessa. "Kemana dia?" gumam Bagas.


Bagas berada di dapur Villa, membuka kulkas, mengambil minuman kaleng dan meminumnya.


"Nes..."


"Kau ingin makan sesuatu? Biar aku masak." Seru Nessa menawarkan.


"Iya aku lapar, tapi kau tak perlu memasak. Nanti ada Bibi Sari yang datang untuk memasak. Kita tunggu saja, untuk sementara , minum susu dan roti saja. Ada banyak di dalam kulkas." Ucap Bagas.


Nessa mengangguk. Mereka berdua duduk di sofa tempat mereka tidur bersama sambil minum susu dan makan roti untuk sarapan.


Setelah menunggu setengah jam, Bibi Sari datang.


"Maafkan saya Nak Bagas, tadi ada sedikit keperluan." Bibi Sari memang datang terlambat.

__ADS_1


"Gak apa Bi." Sahut Bagas. "Bibi, saya ke Villa bersama teman saya. Kenalkan Bi, ini Nessa." Bagas memperkenalkan Nessa kepada Bi Sari.


"Sari Non. Nona Nessa cantik ya?" ucap Bibi Sari.


Setelah mengobrol sebentar, akhirnya Bi Sari permisi ke Dapur untuk memasak makan siang nanti.


***


Di Medan....


Tika semakin gelisah, sampai sekarang, Bagas tak kunjung ada kabar. Wajah Tika sangat lesu.


Mama Tika bingung melihat anak gadisnya, wajah Tika di tekuk.


"Kamu, kenapa sayang?" tanya mama.


"Kak Bagas gak ada kabar sampai sekarang Ma." Ucap Tika lesu.


Mama Tika tersenyum..."Mungkin Bagas bener - bener sibuk sayang." Ucap Mama menenangkan anak gadisnya.


"Tapi ma...biasanya Kak Bagas selalu saja memberi kabar ke aku." Ucap Tika.


"Ya sudah, nanti coba kamu telpon lagi. Sekarang kamu makan dulu, dari semalam kamu belum makan." Seru mama.


Tika mengangguk lemah. Dia menurut apa kata mamanya, dengan malas dia menyuapkan nasi kedalam mulutnya sambil sesekali matanya melirik ponselnya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2