
Jangan Lupa like, komen, hadiah dan vote ya...biar aku semangat up tiap harinya.
...Terimakasih....😍😍😍...
Tika dan Bagas melaksanakan ibadah bersama, bahkan mama dan papa Tika juga, Bagas yang menjadi Imamnya.
Setelah melakukan ibadah, Bagas dan Tika berpamitan kepada mama dan papa untuk pergi kerumah Bagas.
Dengan bergandengan tangan Bagas berjalan keluar menuju ke mobil. Seperti yang dilakukan nya dengan Nessa, dengan Tika pun sama..
Diperjalanan, di dalam mobil, pasangan itu selalu saling menggenggam dan saling mengobrol mesra.
Bagas sungguh sangat mencintai Tika. "Kak, lepas dulu tangannya. Fokus kedepan aja. Nanti bahaya mas." Ucap Tika lembut.
"Gak apa sayang. Kakak, akan hati - hati yank." Ujar Bagas.
Sampailah mereka dirumah Bagas, rumah yang lumayan besar, rumah hadiah dari dokter Ryan.
Bagas membukakan seatbelt nya Tika, Karena wajah keduanya terlalu dekat, melihat bibir sang kekasih begitu menggoda, Bagas dengan tak sabarannya, mengecup bibir Tika. Awalnya hanya kecupan, lama kelamaan kelepasan. Bagas ******* bibir Tika dengan lembut.
Kerasa kehabisan nafas, Bagas melepas cumbuannya.
"Manis banget Yank." Ucap Bagas. "Bibir kamu buat candu aja sayang." Ucap Bagas lagi.
__ADS_1
Sebelum keluar dari mobilnya, Tika merapikan pakaiannya. Sedikit berantakan dibuat Bagas.
Seperti biasa pasangan itu berjalan sambil bergandengan tangan. Bagas tak pernah melepaskannya.
Jantung Tika berdegup kencang, apakah Ayah dan Bunda nya Bagas akan menyukainya.
Tangan sang kekasih tampak dingin sekali. "Sayang...tenang, Ayah dan Bunda pasti suka dan sayang sama kamu. Mereka tak memiliki anak perempuan." Ucap Bagas menenangkan.
Tika hanya membalas dengan senyuman. Keduanya sudah berada di pintu masuk rumah Bagas. Bagas tahu, Ayah, Bunda dan sang adik Bima, mereka bertiga lagi menunggu kedatangannya dan kekasihnya.
Yang paling antusias adalah sang Bunda. Sebentar lagi akan bertemu dengan calon mantunya. Calon mantunya seorang Suster dirumah sakit ternama di Medan ini dan calon mantunya berwajah sangat cantik, sangat cocok dengan anak nya Bagas.
"Assalamualikum...." sapa pasangan tersebut.
"Duh...calon mantu Bunda, cantik sekali kamu sayang..." sambut Bunda dan memeluk Tika.
Tika sungguh tak percaya, ternyata Bunda kekasihnya itu sangat antusias bertemu dengannya.
"Makasih Bunda...Bunda juga cantik." Puji Tika balik.
"Cantikan kamu sayang..."
Bunda mengajak keduanya ke ruangan makan, karena memang sudah waktunya makan malam. Bunda sudah memasak makanan kesukaan sang calon mantu. Bunda sangat mengetahui semuanya, karena Bagas telah menceritakan tentang Tika kepadanya. Mulai dari makanan kesukaan, dan lain sebagainya.
__ADS_1
Tika disambut dengan hangat oleh kedua orang tua Bagas, Ayah juga sangat antusias bertemu dengan calon mantunya.
Makan malam yang sangat hangat dan menyenangkan.
Setelah selesai, mereka semua berkumpul diruangan santai sambil menonton tv. Adik Bagas yang bernama Bima sangat menyukai calon kakak iparnya itu, peebedaan usia mereka hanya terpaut tiga tahun, yang mana lebih tua Tika. Tika berumur 22 tahun, sementara Bima berumur 19 tahun.
Keduanya telah mendapat restu dari kedua belah pihak, dari mama dan papa Tika, dan mendapat restu dari Bunda dan Ayah Bagas. Bundanya Bagas meminta niat baik harus disegerakan. Tidak boleh menunda terlalu lama.
Bagas akan datang bersama Kedua orang tuanya kerumah Tika, untuk melamar Tika. Dan disana nantinya akan ditentukan kapan tanggal pernikahan mereka berdua. Lamaran akan dilakukan dihari Rabu, itu berarti tiga hari lagi.
Tika sudah mengabari mama dan papanya. Mereka sangat bersyukur, anak satu satunya mereka akan segera melangsungkan pernikahan.
Bahkan dokter Rafi sudah mendengar kabar tentang lamaran Bagas dan Tika. Bagas meminta Dokter Rafi dan istri ikut serta kerumah Tika nantinya.
"Selamat ya Gas, semoga nanti pernikahan kalian langgeng sampai hari tua." Doa seorang Rafi.
"Amin Dok."
Bagas sudah menyiapkan beberapa barang yang akan dibawah kerumah Tika, seperti hantaran begitu.
Mulai dari perhiasan, pakaian, tas, sepatu dan lain lainnya. Tak terasa lamaran akan berlangsung satu hari lagi. Untungnya semuanya telah siap.
Tika sudah tak sabaran sekali, menanti hari itu tiba. Sebentar lagi dia akan bersanding dengan pria yang sangat dicintainya sedari Dulu seorang Bagas Abdi Nugroho.
__ADS_1
Bersambung.....