Aku Cinta Dia

Aku Cinta Dia
Bab. 86


__ADS_3

Randy sungguh bahagia. akhirnya penantian panjangnya berakhir sudah. Nessa menerima lamarannya untuk menikah.


"Kamu...seriuskan sayang?" tanya Randy antusias.


"Iya mas. Aku serius. Aku, mau menikah dengan kamu." Ucap Nessa yakin.


Randy memeluk tubuh Nessa dengan sangat erat. "Terimakasih sayang. Kita menikah bulan depan." ucap Randy.


"Apa gak terlalu terburu - buru mas." tanya Nessa.


"Gak sayang. Besok...mas akan meminta, Mommy dan Daddy mas untuk ke Bali. Mas akan memperkenalkan kamu dengan mereka." seru Randy.


Karena masih berada diatas ranjang, dan terlalu senang keduanya meluapkan kebahagian mereka dengan penyatuan cinta mereka lagi.


***


Pagi hari menyapa...


Randy, pria yang baru saja melamar sang kekasih semalam, wajahnya tampak berseri - seri. Untuk melakukan pekerjaan hari ini dia begitu semangat. Rencananya hari ini, dia akan menelpon kedua orang tuanya. Mommy dan Daddy nya berada di Luar Negeri. Randy akan meminta kedua orang tuanya untuk datang ke Bali.


Sedangkan Nesaa, wanita cantik itu. Dirinya masih berpikir, apakah sudah benar keputusannya menerima Randy sebagai suaminya. Masih ada sedikit keraguan dalam hatinya. Dan, Nessa juga takut, apkah kedua orang tuanya Randy akan menerimanya.


Randy adalah anak kolongmerat se Asia. Sedangkan dirinya orang Miskin. Takut akan tidak selevelnya dia dengan Randy.


Namun, Nessa berpikiran positif saja, dia yakin Randy akan selalu mencintainya.

__ADS_1


Seperti biasanya, Nessa selalu menyiapkan sarapan pagi untuk princess kecilnya yaitu Jihan dan juga Randy papi dari Jihan, pria yang akan mejadi suaminya.


"Good morning Mami" sapa Jihan semangat. Gadis kecil itu memang selalu semangat kalau mau sarapan. Karena, dia sangat menyukai makanan buatan Mami Nessa nya.


"Morning sayang." sahut Nessa sambil tersenyum.


"Mami buat apa Mi?" tanya Jihan antusias.


"Hmm...tentunya, makanan kesukaan kamu dong sayang." seru Nessa.


"Wahh...masih lama gak Mi?" tanya Jihan tak sabaran.


"Sebentar lagi ya?"


"Pagi papi." sahut Jihan.


"Anak papi, sudah wangi?" seru Randy dan mengecup pipi nya dengan gemas.


Setelah itu Randy berjalan mendekati Nessa yang lagi menyiapkan makanan.


"Pagi sayang..." seru Randy sambil memeluk pinggang Nessa dari belakang.


"Pagi Mas..."


"Masak apa sayang?"

__ADS_1


"Seperti biasa mas."


Randy ingin mendaratkan bibirnya di bibir Nessa. Namun ditahan oleh Nessa.


"Mas...ada Jihan Lo." seru Randy memperingatkan.


Randy hanya nyengir. Dia pun melepaskan pelukannya. "Mas...tunggu di meja makan ya sayang." serunya.


"Iya Mas..."


***


Pasangan Randy dan Nessa lagi berbahagia. Beda dengan Jimmy, pria itu sedang patah hati lagi. Kemarin, dia melihat kemesraan Nessa dengan Randy. Harapannya sudah hilang, dia tak tega merampas kebahagian Sang adik. Randy sudah sangat bahagia dengan pilihannya yaitu Nessa.


Rasa cintanya kepada Nessa sangat sulit untuk dihilangkan. Nama Nessa masih terukir indah didalam hatinya.


Untuk pergi bekerja saja Jimmy rasanya malas sekali. Jimmy masih saja diatas ranjangnya, masih belum ingin beranjak.


Masih memikirkan Nessa. Jimmy mengusap wajahnya kasar. Dia harus move on. Mau tak mau, Jimmy harus melupakan Nessa.


Alisa seperti biasanya, selalu menyiapkan sarapan untuk Tuannya yaitu Jimmy. Tugasnya memang untuk memasak dan membersihkan aparteman.


Sebenarnya, dia ingin sekali keluar dari aparteman ini, untuk sekedar jalan - jalan. Apalagi, dia sekarang di Bali. Tempat impiannya. Percuma saja di Kota Ini, kalau hanya berdiam di dalam aprteman.


Alisa tak berani untuk meminta izin kepada Jimmy. Dan...juga, dia tak ada uang untuk pergi jalan - jalan.

__ADS_1


__ADS_2