Aku Cinta Dia

Aku Cinta Dia
Bab 39


__ADS_3

Bagas sampai di Villa.


Sore hari Bagas sampai di Villa. Bagas akan membawa Nessa. Wanita itu akan dia sewakan rumah di daerah Kota Binjai.


Bagas memarkirkan mobilnya di halaman Villa.


Sementara itu, Nessa mendengar suara deru mobil memasuki area halaman Villa, dia yakin kalau itu pasti Bagas.


Dengan langkah lebar, Nessa menghampiri Bagas dan membuka pintu untuk pria itu.


Ceklek....


Tubuh atletis Bagas sangat membuat Nessa terpesona.


"Gas,.." serunya.


"Nes." Bagas masuk kedalam Villa.


Keduanya duduk di ruang santai, Bagas ingin mengutarakan maksudnya datang.


"Nes, aku mau balik ke Medan. Ikutlah denganku." Ucap Bagas.

__ADS_1


"Tapi...kalau aku balik ke Medan, pria itu akan mengejarku kembali Gas." Seru Nessa takut.


"Untuk sementara, kau akan tinggal di Kota Binjai. Kebetulan disana aku ada kontrakan kecil disana. Jadi, tinggalah disana untuk sementara." Ucap Bagas menjelaskan.


"Binjai? Aku, belum pernah kesana Gas." Seru Nessa.


"Kotanya Bagus Nes, disana juga ada Mall nya." Jelas Bagas.


Nessa menghela nafas pelan. "Baiklah, aku ikut kamu." Ucap Nessa.


"Ya sudah, bersiaplah."


Nessa naik kelantai dua, menuju kamarnya. Dia akan megganti pakaiannya. Memakai pakaian awalnya. Senang bisa bebas dari rengkuhan Jimmy, dan apalagi bisa pergi bersama Bagas.


Nessa belum pernah ke kota Binjai, Bagas mengatakan kalau dia akan menetap disana untuk sementara. Itu berarti dia akan jauh dari Bagas.


Nessa turun dari lantai atas. Wajahnya sedih, harus jauh dari bagas.


"Kau sudah siap Nes?" tanya Bagas. Pria itu bangkit dari duduknya dan berdiri, "Kita pergi sekarang saja. " ajak Bagas. Mereka berdua berpamitan dengan Bibi Sari. Bi Sari sedih berpisah dengan Nessa, wanita tua itu sudah menyayangi Nessa seperti anaknya sendiri, walaupun pertemuan mereka hanya sebentar.


"Mainlah kesini sering - sering Ndok. Bibi akan membuatkan masakan enak untuk kamu." Ucap Bi Sari. Ness memeluk wanita tua itu.

__ADS_1


"Pasti Bi, Nessa akan kesini lagi. Nessa akan merindukan Bibi." Seru Nessa.


Bagas dan Nessa sudah masuk kedalam mobil, Bagaa harus segera pulang, dia sudah sangat merindukan sang kekasih hatinya.


Bagas sengaja tak memberi kabar kepulangannya, dia ingin memberi kejutan untuk Tika.


Perjalanan cukup jauh. Hari sudah mulai petang menjelang malam. Bagas dan Nessa masih diperjalanan. Tiba tiba mobil Bagas mogok, dan ketika itu hujan turun sangat deras.


"Sepertinya, Kita tak bisa melanjutkan perjalanan ini Ness." Seru Bagas.


Nessa mengangguk setuju. Bagas melihat ada sebuah hotel kecil, mungkin untuk sementara mereka akan bermalam dulu di hotel itu. Setelah pagi datang nanti, mereka akan melanjutkan perjalanan.


Karena jarak dari mobil ke hotel cukup jauh, membuat baju Nessa dan Bagas basah terkena hujan, keduanya berlari kearah hotel itu tanpa memakai payung.


Bagas ingin memesan dua kamar namun hanya tinggal satu kamar yang tersisa. Mau tak mau, Bagas memesannya juga.


"Kita satu kamar Nes, kau dengar sendiri tadi. Hanya tinggal satu kamar lagi." Jelas Bagas.


Nessa mengangguk, ada rasa senang didalam hati Nessa, dengan begitu dia dan Bagas bisa berdua didalam kamar yang sama dengan Bagas.


Keduanya memasuki kamar hotel yang dipesan. Kamar yang kecil, tempat tidur hanya ukuran tiga kaki, sepertinya hanya cukup satu orang yang tertidur.

__ADS_1


__ADS_2