
Bagas tidur diluar, di sofa. Sudah beberapa hari dia tidur disana.
Perut, Tika berbunyi...tandanya dia lapar, bayi dalam perutnya kepingin sekali makan nasi goreng ayam pedas. Dan, sialnya. Calon bayi nya ingin dimasakin sang Ayah.
"Duh...sayangnya mama, bisa pengen yang lain aja gak. Kita, makan nasi goreng buatan mama ya sayang." seru Tika sambil mengelus perutnya.
Ternyata, sang calon bayi tak mau berkompromi, tetap ingin nasi goreng buatan sang Ayah.
Tika menurunkan egonya. Akhirnya Tika keluar dari kamarnya.
Ceklek...
Deg...dia menghela nafasnya. Lagi - lagi sang suami tidur disofa ruangan televisi.
Sebenarnya, Tika kasihan melihatnya. Sang suami tidur tanpa selimut. Beberapa hari ini, cuaca selalu mendung dan hujan.
Perlahan, Tika mendekati sang suami yang masih tidur.
"Mas..." panggilnya lihir, membangunkan suaminya.
Tak ada pergerakan, Tika mencoba membangunkannya sekali lagi.
"Mas...mas Bagas." panggilnya.
Bagas yang merasa terganggu, pria itu membuka matanya.
Deg...
__ADS_1
Spontan saja Bagas langsung duduk dari tidurnya. Antara senang dan kaget ternyata sang istri tercinta yang membangunkannya.
"Sayang...kamu kenapa? Kepingin sesuatu? Mau apa?" tanya Bagas antusias.
"Mas...aku, pengen makan nasi goreng ayam pedas." serunya.
"Serius sayang, tunggu ya. Mas belikan dulu, kamu di rumah dulu ya sayang." ketika Bagas hendak ingin bangkit. Tangannya ditahan oleh Tika.
"Mas...aku pengen nasi goreng, buatan mas." seru Tika pelan sambil menunduk
malu.
Hah! Bagas tak salah dengar, sang istri ingin masakannya.
"Kamu...serius sayang?" tanya Bagas sekali lagi.
Tika mengangguk pelan. Ini semua mau anaknya. Sebenarnya dia masih kesal dengan sang suami.
Tika, menatap punggung sang suami. Begitu lihainya sang suami memasak. Tika sudah sangat merindukan suaminya. Ingin sekali memeluk sang suami dari belakang, melepas rindu selama beberapa hari ini tidak berpelukan.
Tika berjalan menuju dapur dan mendudukan dirinya dikursi makan sambil memperhatikan sang suami masak.
Dua puluh lima menit kemudian, nasi goreng telah selesai dibuat. Dengan semangat Bagas menyajikannya untuk sang istri.
"Sayang...ini, nasi gorengnya sudah selesai. Silahkan dinikmati ya...semoga, anak kita suka." seru Bagas antusias.
Tika tak menjawabnya, dia hanya memberikan senyuman saja. Rasa kesal itu masih ada.
__ADS_1
Tika menyuapkan nasi gorengnya kedalam mulutnya. Dan, benar saja, nasi goreng buatan sang suami sangat enak sekali. Tanpa sadar, Tika menghabiskannya tanpa tersisa.
Bagas yang melihatnya pun sangat senang, Tika sangat menyukai masakannya.
"Gimana sayang? Enak kan?" tanya sang suami.
"Hmm..." jawab Tika singkat.
***
Di tempat lain...
Nessa sungguh senang, ternyata kedua orang tua Randy menyukainya. Pernikahan mereka akan segera dilaksanakan, waktunya satu bulan lagi.
Saat ini, Nessa lagi di dapur bersama calon mertuanya. Mereka berdua akan menyiapkan makan siang.
"Ternyata kamu pandai juga masak ya sayang." seru sang calon mertua.
"Mommy bisa aja. Aku tuh, memang suka masak Mom." jawab Nessa.
"Mommy senang sayang. Randy menemukan tambatan hatinya." ujar mommy Randy.
Kedua wanita itu pun melanjutkan masak mereka.
***
Jimmy sudah mendengar, kalau sang adik sudah mendapat restu dari mommy dan daddy mereka. Semakin hancur saja hati Jimmy. Sudah tak ada celah untuk mendapatkan Nessa. Perasaan cintanya harus disimpannya didalam hatinya dengan rapat.
__ADS_1
Bulan depan, sang adik akan melangsungkan pernikahannya dengan Nessa. Jimmy harus hadir disana. Mempersiapkan hatinya yang patah.
Bersambung....