
Alisa masih asyik memasak, tanpa tahu kalau Jimmy sudah pulang, wanita muda itu masih asyik saja memasak menu makan siang.
Alisa memasak beberapa masakan. Kalau Tuannya tak suka, biar dia saja yang akan memakan semuanya.
Serasa sudah selesai semua masakannya. Alisa pun membersihkan dapur yang cukup berantakan karena dia memasak tadi. Siap membersihkan dapur, Alisa istirahat sejenak, dilihatnya jam di dinding, masih pukul dua belas siang, belum waktunya makan. Makan siang menurut Alisa adalah pukul satu siang.
Ketika dia ingin mendudukan dirinya di atas sofa, tiba - tiba terdengar suara pintu terbuka.
Kriek...
"Ehhmmm..." terdengar suara deheman.
Alisa sontak terkejut melihat siapa itu, ternyta sang Tuan sudah pulang. Seperti maling saja, pikirnya.
"Tuan...anda sudah pulang? Maaf, saya tak tahu." Serunya takut sambil menunduk.
"Ck. Alisa...segera kemasi barang - barang kamu." Seru Jimmy.
Deg....
"Ma...maksudnya, Tuan...mengusir saya?" Alisa takut diusir, mau kemana lagi dia akan pergi. Dan kalau dia pergi dari sini, pasti orang - orang jahat itu pasti akan mengejarnya.
"Ck. Aku ingin ke Bali, dan ... kau ikut." Ucap Jimmy kesal.
__ADS_1
Mata Alisa berbinar. Bali? Wah...wanita itu sangat senang sekali diajak ke Bali. Karena dia memang ingin kesana.
Alisa langsung berlari kekamarnya dan menyusun pakaiannya. Tak banyak pakaiannya hanya beberapa saja.
Wanita itu pun keluar dari kamarnya dan sudah membawa tasnya. "Sudah Tuan, kapan kita pergi?" tanyanya antusias.
Jimmy hanya geleng - geleng kepala saja. Seperti bocah saja.
"Jam tiga, dan ini baru pukul setengah satu. Jadi, masih ada waktu untuk makan siang. Kau memasakan?" ucap Jimmy dan berlalu menuju dapur.
Alisa mengangguk cepat dan dia pun mengikuti Jimmy menuju dapur. Dia akan menyiapkan masakan yang dimasaknya tadi untuk di hidangkan diatas meja makan.
Jimmy menatap minat dengan menu masakan Alisa, sungguh sangat menggiurkan.
"Iya Tuan. Aku gak tahu makanan kesukaan Tuan. Jadi, aku masak banyak lauk." Jelas Alisa.
Keduanya pun menikmati hidangan yang tersaji. Jimmy mengakui masakan Alisa sungguh sangat enak sekali.
***
Di Rumah Sakit Bali.
Tika sudah kembali kerumah sakit setelah dari minimarket tadi. Dia akan segera memberikan kejutan bahagia ini kepada sang suami. Bahwa dia sedang mengandung.
__ADS_1
Tika berjalan dengan langkah lebarnya, tak sabar ingin memberitahukan tetang kehamilannya kepada sang suami. Namun, ingat akan pertemuannya dengan Nessa tadi, Tika takut kalau nanti ketika suaminya sudah pulang dari rumah sakit, dan bertemu dengan Nessa. Tika tak ingin itu terjadi. Nantu sajalah itu akan dia pikirkan.
Tika sampai di ruang rawat Bagas.
Ceklek...
"Sayang...kok lama banget sih?" seru Bagas. Pria itu menunggu lama.
"Hah...maaf Mas...aku tadi ke minimarket sebentar, beli cemilan." Tika menunjukan bawaannya.
Bagas merentangkan tangannya. "Sini Yank...peluk Mas." serunya manja.
Tika terkekeh. Kenapa suaminya menjadi manja seperti ini?.
Dengan senang hati Tika memeluk erat tubuh sang suami. Menghirup aroma tubuh sang suami, begitu menenangkan. Bayi dalam kandungannya sangat menyukai.
Ingat akan bayi. Bukannya Tika ingin memberi sebuah kejutan kepada sang suami.
"Mas...." bisik Tika lirih, ia merenggangkan pelukannya.
Ditatapnya wajah tampan sang suami. Tika memasang waja sesedih mungkin.
"Mas..." bisiknya semakin lirih. Matanya hampir saja mengeluarkan air mata.
__ADS_1