
Uangnya telah ada, kini Nessa bisa membayar hutangnya yang dulu kepada renternir. Nessa jadi tak enak hati kepada Bagas, selalu saja merepotkan laki laki itu. Nessa sudah tak mau lagi meminta bantuan kepada Bagas. Dia ingin mencari kerja sampingan selain jadi Suster.
"Aku harus cari pekerjaan tambahan. Aku tak ingin selalu menyusahkan Bagas." Ucap Nessa berjanji.
***
Ditempat lain.
Seorang gadis yang sebentar lagi akan menjadi seorang istri, Tika selalu saja mengembangkan senyumannya. Pagi ini di hari Senin, Tika ada jadwal pagi sampai jam tiga sore dirumah sakit.
Seperti biasanya, Tika selalu membawa bekal untuk makan siang, kali ini dia membawa dua bekal, yang satu untuk calon suami tercinta. Karena dia tahu, kalau Bagas hari ini jadwalnya kerumah sakit, senin sampai kamis, sedangkan jumat, sabtu Bagas mengurus Cafe dan Resto.
Calon suami yang baik, yang selalu ada setiap kali wanitanya membutuhkan. Seperti sekarang ini, Bagas mengantar jemput Tika bekerja.
"Terimakasih kak. Kakak hari ini jadwal di rumah sakit kah?" tanya Tika sebelum turun dari mobil Bagas.
"Kakak, ke Cafe and Resto dulu Yank. Nanti pas makan siang kakak ke rumah sakit." Jelas Bagas.
Tika mengangguk. "Hati - hati dijalan ya kak." ucap Tika.
"Ok sayang." jawab Bagas sambil mengecup dahi dan bibir Tika.
***
Mobil Bagas berjalan dengan santai, jadwal pagi ini dia akan ke Cafe, dia ingin memeriksa keuangan, setelah itu akan di laporkan kepada Dokter Rafi.
Mobil Bagas berhenti ketika lampu merah, jalanan cukup ramai, mungkin sedikit terlambat dia akan sampai.
__ADS_1
Ketika ingin menjalankan mobilnya, Mata Bagas tanpa sengaja melihat sosok wanita yang lagi menunggu. Wanita itu selalu melihat jam yang melingkar di tangannya.
Nessa sepertinya dia terlambat untuk pergi bekerja, kali ini Nessa sedang menunggu angkutan umum. Sedari tadi dia menunggu selalu saja penuh dengan penumpang lainnya.
Nessa sungguh lelah sedari tadi berdiri, kalau seperti ini dia akan terlambat, terlalu sering dia datang terlambat kerumah sakit, bahkan dia sudah ditegur oleh kepala Suster.
Bagas menghela nafasnya, kenapa hidup Nessa menjadi susah seperti itu. Bagas sungguh tak tega melihatnya, akhirnya Bagas menghampirinya.
Tin...tin...tin...
Bagas menekan tombol klakson mobilnya, Bagas memberhentikan mobilnya tepat di samping Nessa.
"Nessa!! Naiklah." Teriak Bagas dari dalam mobilnya.
"Eh, Bagas. Gak usah Gas. Aku naik angkot aja." Tolak Nessa.
"Ck. Naiklah. Biar aku antar kamu." Paksa Bagas.
"Kenapa tak naik taksi saja." tanya Bagas dan Bagas pun melajukan mobilnya.
"Sayang ongkosnya Gas," jawab Nessa.
"Uang yang aku kasih kemana?" tanya Bagas to the point.
Deg...
"Uang...hah...uang itu. Ya Tuhan, apa aku harus memberitahukan kepada Bagas?" batin Nessa dalam hati.
__ADS_1
Nessa meminta uang, tepatnya meminjam kepada Bagas kemarin. Tanpa bertanya untuk apa Bagas langsung menstransfer kerekening Nessa. Mungkin Bagas ingin membantu Nessa.
"Nes...kenapa diam? Kemana uangnya?" tanya Bagas lagi.
"I..itu, uangnya ada, untuk adik ku." Ujar Nessa berbohong.
Flashback On
Nessa lagi memasak dirumah kontrakan nya yang kecil, acara memasaknya di ganggu dengan kedatangan mantan kekasih Nessa dulu. Mantannya itu orangnya sangat kasar sekali, ketika pacaran dulu, Nessa selalu saja dipukul, apalagi kalau Nessa tidak melayani nafsu bejatnya.
Setelah melayani nafsunya, pria itu selalu meminta uang kepada Nessa. Pria itu dulu kaya, tapi setelah kekuarganya mengalami kebangkrutan, kekayaannya habis tanpa tersisa.
Nessa ingin pergi dari pria itu, tapi dia tak bisa, pria itu selalu mengancamnya, dia akan menyebarkan video panas mereka ke media sosial. Nessa tak mau itu, dia akan sangat malu pastinya.
Ketika itu, ada kesempatan untuk pergi, Nessa pergi dari pria kejam itu. Namun sia sia, Nessa tertangkap oleh pria itu.
Nessa habis dihajar oleh pria itu. Nessa sungguh tak sanggup, dia melaporkan perbuatan pria itu ke polisi, dan akhirnya pria itu ditangkap polisi.
Flashback Off
Setelah tiga tahun ditahan, pria itu bebas, dan kini pria itu mendatangi Nessa lagi. Dan mengancam Nessa, pria itu masih dendam dengan Nessa. Pria itu meminta sejumlah uang kepada Nessa kalau tidak dikasih, pria itu akan menyebarkan video panas mereka. Ternyata dia masih menyimpannya.
"Nes..." panggil Bagas.
"Maaf Bagas, aku selaku nyusahin kamu. Aku janji tidak akan meminjam uang lagi." Ucap Nessa lirih.
"Hah. Apa adik mu masih sakit?" tanya Bagas.
__ADS_1
Nessa mengangguk.
Bersambung....