
Malam tiba...
Di Aparteman mewah milik Jimmy, yang sekarang dihuni oleh seorang wanita muda dan cantik bernama Alisa. Dari siang sampai malam begini, Alisa hanya didalam Apart saja. Yang dilkukan Alisa hanya nonton tv, makan, bersih - bersih.
"Semua sudah aku kerjakan. Terus apalagi ya?" gumamnya.
Setiap ruangan sudah rapi dan bersih, bahkan makan malam juga sudah dimasak oleh Alisa. Mungkin makan saja yang dilakukannya sekarang, setelah itu dia akan tidur.
Begitu banyak makanan yang disajikan. Sementara dia hanya sendiri. Kalau tidak habis, akan ia panaskan dan masih bisa dimakan besok.
Jam dinding menunjukkan pukul dua belas malam lewat sepuluh menit. Apakah pria itu tidak datang ke aparteman ini? Sedari tadi Alisa bingung, dia ditinggal sendiri di Aparteman ini.
Alisa sudah tak bisa menahan kantuk lagi, tadinya Alisa menunggu kehadiran pria bernama Jimmy itu, tapi tak kujung datang.
Sementara itu, ditempat lain, di sebuah club malam di kota Medan, Jimmy lagi menikmati kesendiriannya, sambil menikmati segelas minuman. Jimmy menatap gelas yang berisi minuman itu, kenapa sangat susah sekali melupakan Nessa, sudah berbagai cara ia lakukan. Sampai rela merusak tubuhnya dengan meminum minuman keras agar melupakan Nessa wanita yang begitu dia cintai sampai sekarang ini.
Jimmy dapat laporan dari anak buahnya, hubungan antara adiknya Randy dan Nessa wanitanya semakin dekat saja. Ada rasa cemburu dihati Jimmy.
__ADS_1
Kenapa Nessa bisa membuka hati kepada Randy, kenapa tidak kepadanya saja. Padahal, kalau Nessa mau menerimanya, wanita itu akan dibuatnya selalu bahagia.
Jimmy memandang foto di ponselnya, foto Nessa dan Randy. Keduanya lagi makan malam romantis di sebuah restoran. Di foto itu terlihat kalau Randy melamar Nessa. Dan yang membuat dada Jimmy sesak, wanitanya menerima lamaran itu.
Arrgghh....rasanya kepala Jimmy mau pecah. Jimmy sudah terlalu banyak minum, dia tak akan bisa pulang sendiri membawa mobilnya. Jimmy menelpon supirnya, untuk menjemputnya di club malam itu.
"Antar aku ke Aparteman X, aku akan tidur disana." Seru Jimmy kepada sang supir. Supir Jimmy mengiyakan saja. Hamdan sang supir sempat mengernyitkan dahinya. Tumben sekali majiakannya itu minta diantar ke Aparteman X. Aparteman yang sudah tak pernah lagi di datangi Jimmy.
Jimmy memejam kan matanya sambil bersandar di jok mobil. Berat sekali sakit dikepalanya. Dua puluh lima menit kemudian, Hamdan memarkirkan mobil di basment aparteman. Mereka telah sampai.
"Tuan, kita sudah sampai." Ucap Hamdan.
Hamdan membantu majikannya untuk menuju unitnya.
Sampai di unitnya. Jimmy menyuruh Hamdan untuk pergi, dia rasa kalau sudah sampai sini dia sanggup.
Tanpa mengetuk atau memencet bel, Jimmy langsung masuk saja. Dia pastilah sangat tahu pasword kunci pintu Apartnya.
__ADS_1
Dengan sedikit sempoyongan, Jimmy berjalan. Tempat yang dia tuju sekarang adalah kamarnya, kamar yang sudah sangay lama tidak dia tempati.
Ceklek...
Gelapa...kamarnya gelap. Apa lampunya mati, tapi...ya sudahlah. Jimmy berjalan pelan menuju ranjangnya. Jimmy ingin cepat - cepat berbaring diatas ranjang.
Brugh...
Jimmy menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang. Sangat nyaman sekali.
***
Dirumah Sakit Bali...
Tubuh Tika sungguh sangat lelah sekali, gampang capek. Tika sungguh sangat bingung, kenapa dengan dirinya. Dia tak boleh sakit, nanti siapa yang akan menjaga sang suami.
Tika memijit tengkuk belakang lehernya, rasanya pegal sekali. Dan perut Tika mual sekali. Ada apa denga dirinya. Kenapa jadi seperti ini.
__ADS_1
Hoek...