Aku Cinta Dia

Aku Cinta Dia
Bab 94


__ADS_3

Seminggu lagi pernikahan Nessa dan Randy akan dilangsungkan. Jimmy hancur, patah hati hebat. Cinta sejatinya, akan hilang selamanya. Tak bisa digapai lagi.


Hanya wine yang membuatnya tenang. Melupakan Nessa. Setiap malam Jimmy pergi ke club. Menikmati banyak minuman. Sampai dia mabuk berat.


Malam ini, Jimmy tak bisa bergerak, kepalanya sangat pusing sekali. Ingin pulang ke Aparteman rasanya susah. Salah satu pelayan disitu, menelpon asisten pribadi Jimmy. Kebetulan, Jimmy adalah pelanggan setia.


Dengan tergesah, sang Asisten segera menyusul sang Bos. Sungguh merepotkan sekali. Asisten Jimmy membawa Jimmy pulang ke Aparteman.


Sampai di Pintu Apart, Jimmy menyuruh Asistennya pulang. "Ka..kamu...pulang saja." seru Jimmy mabuk.


"Tapi Tuan..."


"Saya, bisa...sendiri." seru.Jimmy lagi.


Jimmy menekan pasword pintu apart.


Klik...pintu pun terbuka. Dan langsung menutupnya. Meninggalkan sang Asisten.


Dengan sempoyongan Jimmy berjalan, hampir terjatuh. Ada dua pintu kamar dihadapannya. Karena mabuk berat, Jimmy bingung, mana kamarnya.


Karena terlalu pusing. Jimmy membuka pintu kamar yang sebelah kanan.


Ceklek....


Pintu tak terkunci. Itu berarti kamarnya. Pria tampan itu masuk dan menutup pintunya.


Berjalan sempoyongan, Jimmy menuju ranjangnya.

__ADS_1


Bugh.... Jimmy menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang empuknya.


Karena terlalu pusing, Jimmy tak dapat memejamkan matanya. Dia menolehkan wajahnya ke kanan.


Deg....


Pandangannya tampak berbinar. Dia melihat adanya Nessa di sampingnya. Tidur disampingnya. "Nessa..." lirihnya.


Digesernya tubuhnya untuk mendekat. Jimmy menghelus pipi wanitanya.


"Kau, sangat cantik sayang. Aku mencintai kamu." serunya. Jimmy hendak mencium bibir wanitanya.


Cup...


Bibir Jimmy menempel di bibir Alisa. Ya...Yang dilihat Jimmy, bukanlah Nessa, melainkan Alisa.


Jimmy senang, wanitanya tak merasa terganggu. Jimmy ********** dengan lembut bibir itu.


Alisa menikmatinya. Sungguh ciuman itu sangat lembut..


Ciuman itu semakin menuntut. Tubuh kekar Jimmy sudah berada diatas Alisa.


Alisa jadi takut. Kenapa jadi seperti ini. "Tuan...apa yang ingin anda lakukan." Alisa memberontak. Jimmy semakin brutal. Dua aset berharga Alisa sudah di sentuh.


"Tuan Jimmy...jangann....saya mohon." teriakan Alisa. "Tolong....jangan." isak Alisa. Gadis itu sangat takut. Sang Tuan akan memperkosanya. "Aku...mencintai kamu Nessa. Sangat mencintai kamu." Jimmy terus mencium seluruh tubuh Alisa.


Dengan paksa Jimmy merobek pakaian Alisa sampai bagian atas nya terbuka, menampakan dua gundukan itu tanpa penutup.

__ADS_1


Alisa tak bisa berbuat apa - apa. Tubuhnya serasa lemas sekali, tak bisa melawan.


Dengan paksaan dan dalam keadaan mabuk, Jimmy merenggut kesucian Alisa. Hancur sudah hati Alisa. Seharusnya mahkotanya diberikannya kepada suaminya kelak.


***


Sementara itu, Bagas dan Tika sudah mulai membaik. Gara - gara nasi goreng buatan Bagas. Tika mengidam nasi goreng, tapi buatan sang suami.


"Kamu...ingin apa lagi Yank. Bilang saja sama Mas." seru Bagas antusias.


Tika menggeleng. "Aku mau tidur." serunya datar. Wanita hamil itu bangkit dari duduknya. Dia ingin menuju kamar. Tanpa memperdulikan sang suami. .


Bagas sedih dan kecewa. Ternyata sang istri masih marah. Malam ini, dia akan tidur di luar lagi.


Dengan langkah berat, Bagas berjalan menuju sofa dan berbaring disana.


Bugh....Bagas menjatuhkan tubuhnya. Ketika ingin memejamkan mata.


Ceklek...


Tika keluar dari kamar, dan berjalan menuju Sofa yang ada Bagasnya.


Bagas sontak duduk. "Kenapa Yank? Kamu, mau apalagi?" tanya Bagas antusias.


Tika berdiri tegak menundukan wajahnya. Dia malu mengatakannya. Dia ingin tidur dipeluk sang suami.


"Yank...kenapa?" tanya Bagas.

__ADS_1


"Ma...mas, aku...mau, tidur dipelukan mas." serunya lirih.


Bagas melebarkan matanya. Dan melebarkan senyumnya. "Ayo Yank." dengan semangat empat lima Bagas mengajak Tika masuk kedalam kamar.


__ADS_2