Aku Cinta Dia

Aku Cinta Dia
Bab. 13


__ADS_3

Nessa duduk di atas trotoar jalan. Menangis pilu. Sangat lelah sekali. Untung saja Bagas menjawab telponnya. Ada sedikit perasaan lega, sang penolong akhirnya datang.


Bagas melajukan mobilnya dengan kecepatab tinggi, rasa khawatir itu timbul. Mengkhawatirkan Nessa, untung saja jalanan tidak terlalu macet, sampai akhirnya Bagas dapat melihat sosok yang sedang terduduk di pinggir jalan diatas trotoar.


Bagas memberhentikan mobilnya di tepi jalan. Bergegas turun dan menyusul Nessa.


"Nessa?!" pekik Bagas.


Nessa yang mendengar suara yang memanggilnya mendongakan kepala. Dengan gerak cepat wanita itu berdiri dan menghambur kedalam pelukan pria itu.


"Bagas.." pelukan di tubuh Bagas begitu erat. Pria itu pun membalas pelukan itu.


"Kau kenapa Nes?" tanya Bagas.


"Hiks...aku...aku butuh uang lagi. Tabungan ku tak cukup. Ibu...ibu membutuhkan uang lagi." Ucapnya tersedu.


"Berapa yang kau butuhkan Nes?" tanya Bagas.


Bagas merenggangkan pelukannya. Dia memandang wajah Nessa yang begitu sembab, apakah wanita ini menangis sedari tadi.


"A...aku, membutuhkan uang Lima Juta." Bisiknya lirih.


Bagas menghela nafasnya, "Aku akan memberikannya." Uang lima juta tak susah untuk Bagas, gaji yang diberikan Dokter Rafi sangat lah besar. Belum lagi gaji dia menjadi manager cafe dan Resto.


Bagas menstransfer uang kerekening Nessa berjumlah sepuluh juta.


Notifikasi di ponsel Nessa berbunyi. Matanya membelalak. Nominal uang yang dikirim Bagas sangat banyak.

__ADS_1


"Bagas...ini terlalu banyak. Aku hanya membutuhkan lima juta." Ucap Nessa.


"Simpanlah, aku ikhlas memberikannya kepada kamu. Tak perlu kau ganti." Seru Bagas tulus.


"Gak usah Bagas, Aku pinjam, nanti aku akan mencicilnya."


"Aku memberikannya untuk kamu. Sudah simpan saja."


Bagas sangat baik sekali, sudah beberapa kali pria itu selalu membantunya. Kalau seperti ini, bagaimana dia akan membalasnya.


Bagas mengantarkan Nessa pulang ke kontrakannya. Setelah kejadian waktu itu, hidup Nessa menjadi sangat susah sekali. Wajah yang dulu terawat kini kusam.


"Kau sudah makan?" tanya Bagas.


Nessa menggeleng, memang sedari tadi dia belum makan.


***


Dirumah sederhana milik Tika.


Gadis cantik itu sangat bahagia sekali, senyum diwajahnya selalu terkembang. Seperti mimpi rasanya, cinta nya yang dipendam sejak lama akhirnya terbalaskan. Pria yanh bernama Bagas itu, telah mengungkapkan perasaan cintanya kepadanya.


Sungguh Tika tak akan menolaknya, Karena dirinya sudah menunggu lama akan itu.


Tika melihat jam di dinding, ternyata sudah pukul tiga sore, Tika ingin membuatkan sesuatu untuk sang kekasih. Tika akan mengantarnya ke Cafe dan Resto. Pasti pukul sekarang Bagas nya berada di sana.


Tika ingin membuat brownie coklat, seperti nya Bagas menyukai kue itu. Dengan penuh cinta Tika membuatnya. Mencampurkan bahan satu ke yang lainnya. Satu jam kemudianya brownie coklat buatan Tika telah selesai. Tika mengemasnya dengan cantik. Setelah itu Tika membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya. Dia akan memberikan brownies coklat kepada kekasihnya.

__ADS_1


Kota Medan kalau sudah sore seperti ini ramai. Tika menaiki ojek online menuju Cafe dan Resto.


Tukang Ojek mengantar kan Tika kesana. Dua puluh lima menit kemudian, Tika sampai di Cafe dan Resto.


Dengan sangat antusias, Tika berjalan menuju tempat itu. Ternyata disore hari tempat itu pun ramai.


Tika mencari sosok pujaan hatinya, "Permisi mbak, Kak Bagas nya ada gak ya?" tanya Tika kepada karyawan lainnya.


"Pak Bagas, belum datang." jawab karyawan itu.


Tika megernyitkan dahinya, kenapa belum datang. Bukankah tadi Bagas mengatakan kalau dia langsung kemari. Atau mungkin kekasihnya itu lagi dirumah sakit.


"Mbak, saya boleh menunggu di sana?" Tika menunjuk kursi di pojok Cafe.


"Silahkan mbak."


Tika duduk menunggu Kekasihnya datang. Satu menit, dua menit, bahkan tiga puluh menit, orang yang ditunggu belum menampakan dirinya.


Tika mencoba menelponnya, namun ponsel Bagas tak aktif. Mencoba menunggu saja dulu, mungkin kekasihnya lagi sibuk.


Hari sudah mulai gelap. Ternyata Tika menunggu Bagas sudah lima jam lamanya. Karena Bosan Tika pamit pulang saja, menitipkan brownies nya kepada karyawan yang lain saja.


"Mbak, saya titip ini saja, nanti kalau kak Bagas kesini. Berikan sama dia. Tapi, kalau tidak dimakan saja mbak." Ucap Tika kepada karyawan tadi.


Karyawan itu mengangguk. Tika berjalan gontai menuju pintu, ada rasa kecewa. Kenapa kekasihnya itu tidak mengabarinya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2