
Sementara itu. Jimmy masih mencari keberadaan Nessa dimana. Dia sangat marah sekali, apalagi dengan Dimas. Jimmy memberi Dimas waktu seminggu untuk dapat menemukan Nessa.
Setiap waktu Jimmy selalu menelpon Dimas, untuk mengingatkan janjinya.
Jimmy membutuhkan pelampiasan. Pria itu menyuruh Asistennya untuk mencarikan seorang wanita untuk memuaskannya di ranjang. Sudah banyak wanita dicarikan Asistennya, namun tidak membuat Jimmy puas. Hanya tubuh Nessa yang dapat memuaskan kejantanannya.
Kali ini, Asistennya bernama Andi, telah mendapatkan wanita belia dan yang tentunya masih perawan. Malam ini dia akan menyerahkan kepada Bos nya itu.
Gadis belia itu baru saja tama sekolah SMU dia sangat membutuhkan biaya untuk orangtua nya yang sakit. Jadi, gadis itu rela menjual keperawanannya.
Andi telah sampai di Villa sang Bos. Andi mengajak Vita gadis belia itu untuk menemui Bos nya di dalam kamar.
Ceklek...
Tampaklah seorang pria bertubuh berotot dan memiliki wajah yang sangat tampan lagi memandang indahnya kota Brastagi dimalam hari.
"Permisi Bos, saya membawakan pesanan Anda." Andi berkata hormat ke Bos nya.
Jimmy menolehkan wajahnya, dia dapat melihat wajah gadis belia itu. Cantik. Tapi tak secantik wanitanya, tapi bolehlah. Malam ini dia akan mencicipi gadis belia itu.
"Kau boleh pergi Andi." Seru Jimmy.
Sementara itu, gadis belia yang bernama Vita itu berdiri diam di sana. Tubuhnya bergetar hebat, sebenarnya ia sangat takut sekali.
Jimmy berjalan mendekati gadis itu, di lihatnya wajah itu dari dekat. Jimmy memegang dagu mungil gadis itu, dan mengangkatnya agar wajah cantik itu dapat dilihat dengan jelas.
__ADS_1
"Cantik. Apa kau siap malam ini sayang..." bisik Jimmy mendesah.
Vita menelan ludahnya kasar. Mau menolak sudah kepalang. Akhirnya ia mengangguk pelan.
Jimmy menarik tangan gadis itu dan menuntunnya ke ranjang. Dia akan memulai aksinya, sepertinya malam ini dia akan tidurnya. Sepertinya juga, tubuh gadis belia ini akan nikmat secara masih perawan.
Jimmy mendudukan Vita diatas ranjangnya. Jimmy pun duduk disamping gadis itu. Dia mengabsen seluruh wajah Vita dengan tangannya.
Dengan perlahan, tangan yang berada di wajah Vita, turun kebawah, Jimmy membuka satu persatu kancinh kemeja yang dikenakan oleh Vita. Vita memiliki dada yang lumayan besar, dan pasti itu sangat kenyal sekali.
Baju kemeja Vita sudah terlepas dari tubuhnya, tampaklah dua aset berharga Vita yang masih terbalut dengan kain penutupnya.
Sebelum memulainya Jimmy mendekatkan wajahnya ke Vita, yang dituju pria itu adalah leher putih mulus milik Vita, sungguh sangat menggodanya.
Jimmy mengecupnya dengan lembut dan Jimmy memberi tanda kemerahan di leher itu. Terdengarlah suara ******* dari mulut Vita, itu sangat membuat Vita kegelian dan nikmat.
Jimmy semangkin tertantang mendengar suara itu, Jimmy terus bermain di area leher Vita. Ada dua tanda merah Jimmy berikan.
"Kita akan, mulai perlahan sayang..." bisik Jimmy menggoda.
Tangan nakal Jimmy perlahan membuka kain penutup dua aset milik Vita. Jimmy sangat terpesona melihat dua aset itu, bagian pucuknya masih sangat merah muda, memang masih belum terjamah, posisinya sangat pas sekali.
Jimmy membaringkan tubuh Vita diranjang, setelah itu dengan rakusnya Jimmy bermain di dua aset milik Vita. Seperti bayi yang kehausan, Jimmy memainkannya.
Lagi - lagi suara ******* keluar dari mulut Vita. "Arshh...huh..." Vita kenikmatan.
__ADS_1
"Apa kau suka sayang? Malam ini aku akan bermain pelan." bisik pria cassanova itu.
Entah bagaimana caranya, kedua tubuh insan itu sudah benar - benar polos tanpa sehelai benang pun.
Dengan perlahan Jimmy menyatukan kejantanannya ke milik Vita, awalnya sangat sempit, lama - kelaman gol juga. Malam itu, menjadi malam panjang bagi Jimmy dan Vita. Mereka berdua sangat menikmatinya.
Sampai pukul setengah empat pagi keduanya melakukan penyatuan. Tubuh Vita sangat lelah sekali, berbagai mode gaya Jimmy lakukan.
Jimmy sangat puas sekali, tubuh Vita hampir sama nikmatnya dengan tubuh Nessa. Akan membuat Jimmy tidur nyenyak.
Setelah melakukan penyatuan, Jimmy keluar dari kamarnya dan menuju ruang kerjanya. Di ruang kerjanya lah dia akan membersihkan sisa - sisa percintaannya dengan Vita.
Serasa sudah segar dan bersih, Jimmy tak berniat kembali kekamarnya. Malam ini dia akan tidur di ruang kerjanya saja. Kebetulan ada kamarnya juga.
***
Pagi Menyapa.
Tanda tangan kontrak dengan hotel Tuan Darma sudah selesai. Dan akan dilakukan pekerjaan setelah Bagas menikah dengan Tika. Sudah dua hari Bagas berada di kota Brastagi ini.
Mungkin besok dia akan kembali ke Medan. Bagas sudah sangat merindukan calon istrinya itu. Namun, sebelumnya sepertinya siang ini dia akan menemui Nessa terlebih dahulu.
Bagas memutuskan Nessa akan ikut dengannya ke Medan. Dan Bagas akan menempatkan Nessa di Kota Binjai, lumayan jauh dari Medan. Di Binjai, Bagas akan mencarikan tempat tinggal untuk Nessa, disana sepertinya Nessa akan aman.
Bagas bersiap - siap ingin menuju Villa dimana Nessa berada.
__ADS_1
Bersambung.....