Aku Cinta Dia

Aku Cinta Dia
Bab. 56


__ADS_3

Kini Bagas sudah berada di dalam mobilnya. Terdiam sejenak. Apa yang sudah dilakukannya tadi, dia sudah mengkhianati sang istri. Kalau saja Tika tidak menelponnya, mungkin sudah terjadi sesuatu antara dia dan Nessa.


"Arrgghh..., maafkan Mas, sayang." Teriak Bagas di dalam mobil.


Waktu sudah senja, sudah pukul enam lewat lima belas menit. Bagas harus segera pulang. Ingin bertemu dengan sang istri.


Sementara itu, dirumah Nessa tersenyum bahagia, Bagas telah datang. Walaupun hanya sebentar untuk makan dan...santai sejenak. Nessa tersenyum mengingat tadi, mencium pipi Bagas.


Kalau saja, tidak ada yang menelpon Bagas tadi, pasti mereka berdua akan menikmati keromntisan. Pasti kejadian dihotel kemarin akan terulang, dan Nessa berharap lebih dari itu. Dia siap untuk menyerahkan seluruh hidupnya untuk Bagas, pria yang sangat ia cintai.


Senyuman manis selalu terkembang diwajah Nessa yang cantik.


***


Dikota yang sama, yaitu Kota Binjai. Seorang pria tampan sang cassanova, Jimmy. Dia datang berkunjung kerumah sang adik. Pria itu ingin bertemu dengan keponakan cantiknya, pria itu merindukan gadis kecil itu.


Jimmy banyak membawa mainan dan coklat untuk keponakan cantiknya. Mobil yang membawa Jimmy telah sampai di halaman rumah adiknya. Dengan gagah, Jimmy turun dari mobil mewahnya dan berjalan menuju rumah yang cukup mewah itu.


Ting...tong...ting...tong....

__ADS_1


Bel berbunyi dengan kuat. Jimmy sudah tak sabar untuk bertemu dengan Keponakan nya itu.


Ceklek...


"Assalamualaikum..." sapa Jimmy ramah.


"Walaikumsalam...Tuan Jimmy, mari masuk Tuan." Balas sang asisten rumah tangga rumah itu. Bi Asih namanya.


"Terimakasih Bi." Seru Jimmy. Pria itu celingak celinguk melihat dalam rumah.


"Kemana smeaunya Bi? Kenapa sepi?" tanya Jimmy. Rumah adiknya itu sepi.


Jimmy manggut - manggut. "Kalau begitu, saya kekamar ya Bi. Dan ini, tolong simpan Bi. Ini untuk princes..." Dirumah ini, Jimmy memang sudah biasa, dia sering menginap disini, sang adik pun tak pernah melarangnya.


"Baik Tuan. Apakah, Tuan sudah makan? mau saya buatkan sesuatu?" tanya Bi Asih.


"Gak usah Bi. Saya mau istirahat saja dulu." Jawabnya. Pria itu pun berlalu menuju kamarnya.


***

__ADS_1


Dijalanan....


Randy melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dia merutuki dirinya, kenapa rasa cinta dan sayangnya untuk Nesa masih ada, bahkan masih banyak. Sangat sulit untuk melupakan wanita itu. Wanita yang membuatnya nyaman.


Randy ingin, bisa bersama Nessa. Namun ia sadar, wanita cantik itu tak pernah mencintai nya.


Randy melirik kesampingnya, putri kecilnya sudah terlelap. Kelelahan bermain bersama Nessa tadi. Jihan sangat ingin Nessa menjadi maminya. Sedari kecil, Jihan tak pernah mendapatkan kasih sayang mami nya. Bertemu dengan Nessa, membuat Jihan sang anak sangat bahagia, Jihan selalu bercerita sebelum tidur, dia mengatakan bahwa dia ingin memiliki mami seperti Nessa. Rasanya sesak sekali, itu tak mungkin terjadi, Nessa tak akan mau.


Randy menghela nafasnya. Kenapa jalan cintanya begitu rumit.


***


Jimmy kini didalam kamarnya. Kamar dirumah adiknya. Dia merebahkan tubuhnya diatas ranjang, sampai sekarang, dia masih mencari keberadaan Nessa. Entah kemana wanita itu.


Jimmy sudah jatuh cinta kepada Nessa. Jimmy berjanji, ketika Nessa ketemu nanti, dia tak akan pernah melepaskan wanita itu lagi.


Jimmy berkali - kali menelpon anak buahnya. Dan memarahi mereka, kenapa mencari wanita saja mereka tak becus.


Suara Deru mobil terdengar di halaman rumah. Dan Jimmy pun mendengarnya, itu pasti sang adik dan keponakan kesayangannya.

__ADS_1


Dengan segera dia turun dari ranjangnya dan keluar dari kamar. Jimmy sudah sangat merindukan keponakannya itu.


__ADS_2