
Nessa menaiki taxi yang sudah dipesannya. Tubuh nya serasa remuk sekali. Pria dihotel tadi sungguh membuat seluruh badan Nessa remuk sekali, benar benar maniak **** sekali pria itu.
Dadanya serasak sesak, padahal Nessa pernah berjanji tidak akan bekerja seperti ini lagi. Ini dia lakukan hanya demi adiknya, demi keluarganya.
Semenjak peristiwa itu, Nessa sudah bertobat. Dia tak lagi mengganggu Dokter Rafi lagi. Hampir saja kehilangan pekerjaan ketika itu, dipermalukan, sungguh sangat menyiksa batin dan pikiran untuk Nessa. Sekarang aja dia banyak dikucilkan di rumah sakit,tak ada teman. Hanya bekerja saja.
Nessa menghapus air mata nya yang terjatuh dari matanya. Dadanya semakin sesak saja. Sesekali dia terisak di dalam Taxi. Supir Taxi sungguh kasian sekali melihatnya.
Sementara itu Bagas masih mengikuti Nessa, pria itu teringat akan kejadian itu. Dialah yang berbuat wanita itu malu, mengancam kehilangan pekerjaan. Bagas dengan teganya menyebarkan Video mesum Nessa, sampai seantero penghuni rumah sakit tahu. Betapa malunya wanita itu ketika itu.
Sebenarnya Bagas kasihan, tapi, karena Nessa tak pernah mau mendengar pekartaannya.
"Maafkan aku..." bisiknya lirih.
Nessa sampai di kontrakannya, uang hasil pekerjaanya tadi telah masuk kerekeningnya. Dia sangat lega sekali, untuk sebulan kedepan, biaya untuk adiknya ada. Setelah membersihkan tubuhnya, Nessa duduk diatas ranjangnya. Menelpon sang ibu, akan mengatakan kepada ibunya, bawalah adiknya kerumah sakit dan lakukan pengobatan.
Tut...tut...tut...
Suara sambungan telpon. Tak berapa lama, panggilannya terjawab.
__ADS_1
"Halo Nessa." Sapa Sang Ibu.
"Ibu, bawalah adik bu, berobatlah. Nessa sudah ada uangnya. Nanti Nessa kirim ya bu. Uangnya akan cukup untuk sebulan untuk Adik berobat. Dan uangnya ibu sisihkan untuk beli sembako ya Bu." Ucap Nessa menahan tangisnya. Memberikan uang hasil perbuatan dosanya sungguh membuat dada Nessa sakit.
"Uang dari mana kamu Nak?" tanya Ibu disana.
"A...aku, meminjam dari rumah sakit bu. Setiap bulannya akan dipotong gaji bu." Sahut Nessa berbohong.
"Maafkan ibu Nak, selalu saja ngerepotin kamu." Seru sang ibu tak enak hati.
"Udah kewajiban aku Bu. Ya udah dulu ya Bu. Aku mau istirahat." Seru Nessa.
***
Hari sudah sangat larut malam. Jam menunjukan pukul sebelas malam. Suasana dikontrakan Nessa sudah sepi. Bagas sedari tadi masih memarkirkan mobilnya di dekat kontrakan Nessa.
Berkali - kali Bagas menghela nafasnya di dalam mobil. Bagas ingin menghampiri Nessa.
Bagas turun dari mobilnya, berjalan gontai menuju kontrakan Nessa. Entah kenapa, langkahnya terus saja berjalan menuju kontrakan kecil itu.
__ADS_1
Bagas sungguh tak rela Nessa melakukan pekerjaan jinah itu lagi. Bagas ingin tahu kenapa Nessa melakukannya lagi. Pria itu juga selalu melihat Nessa menangis.
Kini Bagas sudah berada di depan pintu kontrakan Nessa. Masih ragu untuk mengetuk pintu itu. Namun rasa penasarannya sangat tinggi.
Tok...tok...tok...
Dua kali, tiga kali, empat kali, ketukan kelima pintu dibuka.
Kriekkk....
Sesaat mata kedua saling memandang, wanita begitu terkejut dengan kedatangan seorang pria selarut ini. Sedangkan pria, merasa sangat tak enak hati bertamu di larut malam.
"Ba...bagas...ada apa?" tanyanya lirih.
Tanpa basa basi Bagas langsung to the point. "Kenapa melakukan pekerjaan itu lagi?" tanya Bagas datar.
Deg! Nessa sungguh sangat terkejut. Pria yang dihdapan nya ini kenapa bisa mengetahuinya.
Bersambung....
__ADS_1