
Nessa gugup sekali dan sekaligus takut, pria yang sekarang berada dihadapannya ini adalah, pria langganannya, pria yang pernah menyawa tubuhnya dulu.
Berkali - kali Nessa menelan salivanya kasar, bertemu kembali dengan pria yang membuatnya mabuk kepayang, pria itu pernah menyatakan suka kepadanya. Namun Nessa menolaknya, dulu ketika itu, pria yang ada didalam hati dan pikiran Nessa adalah Dokter Rafi seorang.
Randy, nama pria itu, sangat kecewa kepada Nessa, kalau saja Nessa menerima cintanya, pasti Nessa akan sangat bahagia sekali.
Tatapan pria itu begitu tajam memandang Nessa, ada rasa kecewa dan marah di mata itu. Nessa menunduk takut.
"Papi...sakit..." rengek Jihan sang anak.
Randy menoleh kearah sang anak gadisnya yang kesakitan.
"Kita, kerumah sakit ya sayang?" ajak Randy.
Gadis kecil itu mengangguk. Randy menggendong sang anak, dia akan membawa kerumah sakit.
"Papi, tante cantik ikut aja ya?" Jihan mengajak Nessa ikut kerumah sakit.
Randy memandang Nessa sejenak.
"Gak usah sayang, tantenya sibuk." Jawab Randy asal.
"Pokoknya tante cantik harua ikut." Jihan bersi keras.
Randy menghela nafasnya kasar, sang anak memang tak bisa dibantah. Akhirnya Randy mengajak Nessa.
__ADS_1
"Maaf...Nona, maukah, anda ikut kami?" ajak Randy.
Nessa sangat gugup. "I...iya, saya akan ikut." Jawab Nessa gugup.
Randy menggendong sang anak dan membawa ke mobil, dan Nessa mengikutinya di belakang.
Ketiganya sudah berada di dalam mobil. Nessa memangku tubuh kecil Jihan. Gadis kecil itu tak ingin jauh darinya.
Randy melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Tak ada suara di dalam mobil itu, sangat hening.
Sedari tadi jantung Nessa berdegup kencang sekali berdekatan dengan Randy.
Tak butuh waktu lama, mobil Randy sampai di rumah sakit. Dengan segera mereka turun dan masuk kedalam. Jihan sudah diobati oleh Dokter, hanya luka kecil saja.
****
Jimmy sang cassanova masih mengamuk ke anak buahnya. Dia sangat marah, Wanitanya belum juga ketemu.
"Kalian semua, tidak becus bekerja!!" teriak marah ke anak buahnya.
"Mencari seorang wanita saja tidak bisa!" bentak Jimmy.
Seluruh anak buah Jimmy tertunduk takut, sang Bos marah besar.
"Kami, akan mencarinya lagi Bos, kasih kami kesempatan sekali lagi." mohon mereka.
__ADS_1
Jimmy berdecak kesal. "Ck...baiklah. Aku kasih satu kesempatan lagi. Kalau kalian tidak bisa menemukan wanitaku..
kalian aku pecat?!!" amuk Jimmy.
***
Pengantin Baru.
Sore nanti Bagas dan Tika akan Check out dari hotel. Kedua keluarga mereka sudah check out duluan.
Pasangan itu lagi beberes dikamar. "Sudah semua Yank?" tanya Bagas.
"Udah mas, gak banyak yang harus disusun."
Serasa sudah selesai, keduanya pun keluar dari kamar hotel mereka.
Bagas akan membawa Tika kerumah baru, Bagas membeli rumah di komplek perumahan yang cukup mewah, dan tak jauh dari komplek perumahan Dokter Rafi. Bagas sengaja mencari rumah dekatan dengan Rafi.
"Mas, kita mau pualang kemana?" tanya Tika heran, seharusnya rumah orang tuanya bukan dari sini.
"Kita akan kerumah baru kita sayang." Jawab Bagas.
"Mas, beli rumah?" tanya Tika.
"Iya, agar kita bisa bebas olahraga dikamar." Ucap Bagas menggoda.
__ADS_1
"Ih...mas, pikiran kamu kesana mulu." Seru Tika malu.
Bagas hanya terkekeh. Ekspresi malu malu sang istri sangat menggemaskan. Kalau tak mikir ini di dalam mobil dan dijalan. Bagas sudah menarik Tika kepelukannya dan melakukan kegiatan panas kembali.