Aku Cinta Dia

Aku Cinta Dia
Bab 82


__ADS_3

"Mami, Papi. Uda siap belum sarapannya? Jihan lapar banget ini?!" teriak Jihan.


Nessa menoleh kebelakang, matanya melebar, Dia lupa, kalau sang anak berada disana.


"Mas...Jihan nungguin kita?" bisik Nessa ditelinga sang kekasih.


Randy menoleh kebelakang. Pria tampan itu pun nyengir. Lupa akan keberadaan sang anak.


"Mas, lupa sayang." bisiknya juga.


Keduanya tertawa bersama. Jihan memasang wajah cemberut.


"Papi, sama Mami masak apa sih. Kok, gaj kelar - kelar." tanya Jihan kesal.


Nessa berjalan mendekati Jihan.


"Maaf ya...anak Mami sayang. Udah selesai kok, ini, mami masak spagheti untuk kamu." Seru Nessa dan menunjukan sepiring spagethi kepada Jihan.


Dengan sangat antusias Jihan menerima sepiring spagethi itu. Makanan kesukaannya. Spagheti bautan sang mami sangat enak.


"Terimakasih Mami cantik." Seru Nessa antusias.


"Iya sayang. Dimakan ya?" Jihan memakan nya dengan lahap sekali.

__ADS_1


"Untuk, papi mana?" seru Randy.


"Papi kan bisa ambil sendiri." Seru Jihan.


Sementara itu, Alisa sibuk juga dengan masakannya. Pagi ini dia memasak untuk sarapan. Bedanya, dia memasak sendiri tak ada menemaninya.


Sudah beberapa hari Alisa tinggal di Bali. Tinggal bersama Jimmy, sang Tuan. Alisa bekerja dengan Jimmy tanpa digaji sepeserpun.


Pria tampan bernama Jimmy itu sudah rapi, pagi ini dia akan pergi kekantor. Banyak pekerjaan yang akan dia kerjakan selama di Bali ini.


Ceklek...


Mencium aroma masakan dari arah dapur. Sungguh sangat menggugah selera. Selama ada Alisa, perut Jimmy selalu disuguhi makanan enak - enak.


"Ehemm... Alisa, pagi ini aku harus kekantor lebih cepat. Jadi, kau bisa, tolong buat saja bekalku. Aku akan makan dikantor." pinta Jimmy. Pria itu tak pernah mau makan satu meja makan dengan Alisa selama di Bali ini.


"Iya Tuan." Seru Alisa, gadis itu pun langsung menyiapkan bekal sang Tuan.


"Ini Tuan. Saya, juga menyiapkan bekal makan siang Tuan." Alisa sekalian membuat bekal makan siang untuk Jimmy.


"Terimakasih." serunya.


"Apakah, malam ini. Tuan akan pulang larut malam lagi?" tanya Alisa.

__ADS_1


"Saya gak tahu." Seru Jimmy datar dan dingin. Bahkan pria itu langsung berlalu setelah mengambil bekalnya.


Alisa mendesah kecewa, selalu saja seperti itu. 'Dasar Kulkas...' . Alisa melanjutkan pekerjaannya. Setelah memasak, dia akan membersihkan aparteman ini.


Sebenarnya sangat lelah sekali, tapi...kalau tak bersama Jimmy, dia mau kemana lagi.


Kali ini, Jimmy tak menyetir mobilnya sendiri, dia menyuruh seorang supir. Entah kenapa beberapa hari ini, perasaannya tak enak. Seperti akan terjadi sesuatu.


Ketika semua mobil berhenti dikarenakan lampu merah. Mobil Jimmy berhenti di sudut kiri. Di pagi hari jalanan di kota Bali ramai. Sepasang mata Jimmy dapat melihat sosok wanita yang berjalan di pinggir jalan, wanita itu sangat cantik.


Deg...


"Nessa..." gumam Jimmy. Nessanya disini. Mata elangnya terus saja memandangi wanita cantik itu. Binar kerinduan itu sangat terlihat. Jimmy sangat merindukan sosok itu.


"Kau disini Nessa." gumamnya lagi.


Wajah tampan itu tersenyum. Lampu sudah hijau, berarti sudah mulai jalan. Begitupun mobil Jimmy sudah jalan.


Jimmy menghela nafasnya, mudah - mudah dia dapat melihat sosok itu lagi nanti.


Nessa berjalan menyusuri jalan. Wanita itu setelah memasak sarapan tadi, permisi keluar sebentar untuk ke mini market. Ada bahan yang ingin di belinya.


Ketika ingin masuk kedalam mini market, mata Nessa melihat sosok orang yang ingin dia temui, dia rindukan. Sekarang dia berada di sini juga. Di kota yang sama.

__ADS_1


Deg.....


__ADS_2