Aku Cinta Dia

Aku Cinta Dia
Bab. 20 Lamaran Sekaligus Tunangan


__ADS_3

...***Selamat Membaca.......


...Jangan lupa like, komen, hadiah dan Vote*** ......


Hari yang ditunggu telah tiba. Acara Lamaran sekaligus Tunangan antara Bagas dan Tika akan dilangsungkan nanti sore dirumah Tika.


Kedua keluarga nanti akan menetapkan tanggal pernikahan calon pengantin.


Kelurga Bagas ingin bulan depan di adakan pernikahan. Sedangkan Keluarga Tika hanya ngikut saja.


Waktunya tiba. Keluarga Bagas telah sampai dikediaman Tika, Bagas juga mengikut sertakan Dokter Rafi dan istri. Karena Dokter Rafi sudah dianggapnya sebagai kakak laki lakinya.


Acaranya dimulai, Tika sangat cantik sore ini, Dia mengenakan pakaian couple bersama Bagas.



(Seperti ini lah kira kira pakaiannya.) Mereka berdua sangat serasi sekali, pasangan yang sangat cocok sekali.


Tika juga memberikan sesidikit dekoran agar acaranya semakin meriah saja. Dekoran yang sangat sederhana.



Acara telah dimulai, keluarga Bagas memulainya, mengatakan niat mereka datang, untuk melamar Tika, menjadikan Tika menjadi menantu.


Bertanya kepada Tika, bersediakah dia untuk menikah dengan Bagas, putra sulung dari pasangan Ayah Mahendra Nugroho dan Bunda Amira Azhari.


Dengan menundukan kepalanya malu malu, Tika menjawab, Dia bersedia dan menerima Bagas sebagai suaminya.

__ADS_1


Ayah dan Bunda mengucap syukur, begitu pun Bagas. Sebentar lagi dia dan kekasih hatinya akan menuju pelaminan. Tika akan menjadi tanggung jawabnya. Dia berjanji akan selalu memberikan Tika kebahagian.


Tibalah saatnya pemasangan cincin. Bagas akan memasangkan cincin di jari Tika, Tika pun sebaliknya.



Alhamdulilah acara berjalan dengan sangat lancar, Pernikahan mereka ditetapkan sebulan lagi. Dokter Rafi dan Ceryl memberikan selamat kepada Bagas dan Tika.


"Selamat ya Tika," ujar Ceryl.


"Terimakasih, Dokter Ceryl."


"Bagas, Dokter Ryan tadi menelpon saya. Gedung dan catering akan dia berikan sebagai kado. Jadi kau tak usah pusing pusing." Ucap Rafi memberikan kejutan untuk Bagas.


"Benarkah Dok? Wah...alhamdulilah. Dokter Ryan memang the best. Nanti saya akan menelpon Dokter Ryan, untuk mengucapkan terimakasih." Ujarnya senang.


Kini pasangan itu duduk santai di Bangku taman belakang rumah Tika. Tangan mereka berdua saling menggenggam. Kepala Tika bersandar di bahu sang kekasih. Sambil memandang bintang dilangit


"Apa kamu bahagia sayang?" tanya Bagas.


"Sangat kak. Sangat bahagia." jawab Tika.


"Kakak, sangat mencintai kamu sayang."


"Aku juga kak."


Malam sudah larut, jam dinding menunjukan pukul 12 belas malam. Bagas berpamitan untuk pulang.

__ADS_1


"Hati - hati dijalan ya kak." Ucap Tika.


"Iya sayang." Sahut Bagas dan pria itu pun mengecup dahi kekasihnya dengan sayang.


Tika mengantarkan Bagas sampai di depan mobilnya.


***


Bagas membawa mobilnya dengan kecepatan sedang, suasana hatinya sangat bahagia sekarang. Senyuman diwajah tampannya selalu terbit.


Lagi - lagi Bagas menerima panggilan telpon dari Nessa. Bagas menarik nafasnya panjang. Haruskah dia menjawabnya. Abaikan saja. Namun ponselnya terus berdering.


Bagas berdecak kesal. Akhirnya ia menjawab telpon itu.


"Hallo...ada apa Nes." To the point Bagas.


"Gas...a...aku, boleh...pinjam duit lagi?" lagi - lagi Nessa meminjam duit. Dia memang sangat membutuhkan uang, kali ini jumlah sepuluh juta.


"Berapa?" tanya Bagas.


"Sepuluh...sepuluh juta." Bisiknya lirih.


"hah...baiklah. Nanti aku transfer."


"Terimakasih Bagas."


Bagas memutus panggilannya. Bagas langsung menstranferkan sepuluh juta ke rekening Nessa. Bagas menarik nafasnya lagi. Sesusah itu kah kehidupan Nessa sekarang.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2