Aku Cinta Dia

Aku Cinta Dia
Bab. 45


__ADS_3

"Hallo..." jawab seorang wanita.


Deg...


Nessa sungguh sangat terkejut, telponnya dijawab oleh seorang wanita. Suaranya begitu lembut didengar.


"Hallo..." sahut wanita itu.


Nessa melihat layar ponselnya lagi, takut salah menekan nomor, tapi, namanya benar, tertera di sana nama Bagas. Tapi kenapa seorang wanita yang menjawab.


"Hallo...siapa disana?" seru wanita itu. Wanita yang menjawab telpon Bagas adalah Tika, pasangan penagntin itu beristirahat sejenak, dikamar hotel, untuk berganti pakaian.


Tika kesal, siapa orang iseng yang menelpon suaminya. Karena tak ada jawaban, Tika memutus panggilan itu. Tika meletakan ponsel sang suami diatas nakas.


Bagas yang baru saja keluar dari kamar mandi, dia melihat wajah sang istri yang kelihatan sangat kesal sekali.


"Kenapa Yank, siapa yang nelpon tadi?" tanya Bagas, dia tadi mendengar ponselnya berdering.


"Gak tau mas, gak ada jawaban. Aku bilang halo, tak ada jawaban." Ucap Tika kesal. Sudah resmi menjadi suami istri, Tika merubah nama panggilan untuk suaminya yaitu 'Mas'.


Bagas mengernyitkan Dahinya. "Emang gak da namanya Yank?" tanya Bagas lagi. Pria itu sudah duduk di samping sang istri. Keduanya sedang menunggu para make up artis dan wardrobe, keduanya akan mengganti pakaian.


"Gak ada mas." Jawab Nessa.

__ADS_1


Bagas mengambil ponselnya, dan melihat ponselnya.


Deg...


Dia tahu nomor itu, itu nomor Nessa. Kenapa wanita itu menelponnya.


"Kamu kenal siapa mas?" tanya Tika.


"Nggak Yank." Jawab Bagas cepat. Dia tak ingin Tika sang istri salah paham, Bagas akan mengatakan tentang Nessa kepada Tika nanti saja, menunggu waktu yang tepat.


Tika diam sesaat, mungkin saja itu nomor iseng pikirnya.


Tok...tok...tok...


Pasangan pengantin baru itu berganti baju pengantin lagi, sekitar ada tiga baju yang dikenakan oleh Bagas dan Tika.


***


Kembali Ke Nessa.


Nessa diam terpaku, yang menjawab telpon Bagas kenapa seorang wanita, setahunya Bagas tak memiliki adik perempuan. Dan sore begini kemana Bagas?


Dada Nessa terasa sakit dan sesak, timbul rasa cemburu dihatinya. Apakah Bagas sudah memiliki kekasih.

__ADS_1


Nessa menatap nanar makanan yang berada diatas meja makan, begitu banyak sekali, mau diapakan itu.


Nessa menghela nafasnya berat, akhirnya Nessa memutuskan untuk mengundang para tetangga untuk makan malam dirumahnya, anggaplah sebagai undangan makan tetangga baru.


Nessa keluar rumahnya, dia akan memberitahukan kepada tetangga terdekatnya untuk mengundang tetangga lainnya untuk makan malam dirumah.


Bu Yuni, tetangga terdekat Nessa sangat senang sekali diundang makan malam dirumah Nessa, Bu Yuni akan memberitahukan kepada yang lainnya.


"Terimakasih ya Bu Yuni." ucap Nessa.


"Iya Mbak Nessa."


Jam menunjukka pukul tujuh lewat sepuluh menit malam. Para tetangga berbondong - bondong kerumah Nessa untuk makan malam. Rumah Nessa adalah rumah yang paling mewah diantara rumah yang lainnya. Tetangga sangat senang bisa diundang oleh Nessa, karena mereka menganggap Nessa adalah orang kaya.


Nessa mempersilahkan tetangganya masuk, dan langsung saja untuk menikmati makan malam yang tersedia.


Masakan yang dimasak oleh Nessa sangat enak enak semua. Para tetangga menyukainya.


"Wah...masakan Mbak Nessa enak banget ya?" ucap salah satu tetangga.


Nessa menanggapinya dengan senyuman saja.


"Iya, bener...masakan mbak Nessa sangat enak." Seru Bu Yuni juga.

__ADS_1


"Terimakasih ya ibu - ibu..." ucap Nessa.


__ADS_2