Aku Cinta Dia

Aku Cinta Dia
Bab 8. Cemburu


__ADS_3

Dua jam Tika dan teman kencannya ngobrol, bercanda, entah apa saja yang mereka dua bicarakan.


Sementara Pria yang berada diantara mereka sedari sangat kesal karena dicuekin terus. Tanpa keduanya ajak bicara. Bagas menjadi pendengar yang budiman. Sedari tadi hanya wajah Tika yang dipandanginya.


Tika yang terus di pandangi risih sekali. Tika menjadi salah tingkah. Tak terasa sudah tiga jam mereka disana. Akhirnya Doni pamit untuk pulang, dan keduanya sudah membuat janji akan bertemu kembali sabtu besok.


Kini hanya ada Bagas dan Tika. "Kak Bagas belum mau pulang?" tanya Tika, karena Tika sudah ingin pulang..


"Aku ingin masih melihat wajahmu." Ucap Bagas tanpa sedikitpun mengalihkan pandangannya.


"Aku mau pulang kak. Hari sudah sore." Seru Tika.


"Kakak antar ya?" ajak Bagas.


"Gak usah kak. Aku naik ojek online aja kak." Seru Tika.


Tak ingin mendengar lagi, Bagas dengan cepat menarik lengan Tika dan membawanya ke mobil. Dengan sangat lembut Bagas mendudukan Tika ke dalam mobil.


Mau tak mau, Tika menurutinya. Hanya keheningan yang ada didalam mobil itu. Jantung keduanya berdebar begitu kencang. Sama sama suka, tapi gengsi untuk mengungkapkan nya.


"Kau menyukai pria tadi?" Bagas memecah keheningan antara mereka dengan bertanya.


Tika mengernyitkan dahinya dan menoleh kearah Bagas.


"Maksud kakak, Doni? Dia laki laki yang baik kan? Kakak bisa melihatnya sendiri tadi." Ujar Tika tenang.


"Kakak tanya, apa kau menyukainya?" tanya Bagas tegas.


"Kalau aku suka, bukan urusan kakak kan?" sahut Tika masih dengan santai.


Bagas menghela nafasnya kasar. Bukan urusannya? Itu adalah urusannya, kalau saja sampai Tika menyukai pria itu, maka Bagas akan membuat pria itu menyesal seumur hidupnya. Tika hanya miliknya.


"Jadi, kau menyukainya?" tanya Bagas lagi.

__ADS_1


"Kalau iya, kenapa?" ucap Tika menantang.


Cittt......


Mobil yang Bagas kendaraian merem mendadak. Nafas Bagas memburu, kata itu membuat dada nya terasa sesak.


Bagas menoleh kearah Tika. Wanitanya sangat ketakutan, mobilnya direm mendadak. Hampir saja membentur dasbord mobil kalau saja tak mengenakan seatbelt.


"Kau, kenapa kak? Kita bisa saja celaka kak." Seru Tika takut.


"Biarkan saja." Ucap Bagas asal.


Tika menelan ludahnya kasar. Biarkan saja. Hah. Dirinya masih muda, belum menikah. Enak saja.


"Dengarkan aku. Kau tidak boleh bertemu dengan pria itu lagi besok!" ucap Bagas penuh dengan tekanan.


Tika melototkan matanya, apa maksudnya. Kenapa Bagas melarangnya?


"Kenapa tidak boleh? Mungkin saja kami berjodoh. Kenapa kakak melarangku." Ucap Tika tak terima.


"Aneh. Coba jelaskan kenapa tidak boleh?" tanya Tika. Gadis itu ingin tahu, kenapa Bagas melarangnya menemui Doni. Gelagat yang dilihat dari Bagas sepertinya pria itu cemburu. Tapi, Tika tidak mau ke ge er an.


"Pokokny tidak boleh!" tekan Bagas lagi.


"Aneh. Terserah aku dong." Ucap Tika ketus.


"Gak boleh Tika! Tidak boleh!", seru nya dengan suara meninggi.


"Kau hanya milikku Tika, aku cemburu." batin Bagas. Dia hanya bisa mengatakannya dalam hati saja. Bagas belum mempunyai keberanian untuk mengungkapkan rasa cintanya kepada Tika, rasa yang sejak awal ketika dia pertama kali bertemu dengan Tika.


Tika kesal sekali, tak ada alasan yang pasti. Egois sekali. Tika tak memperdulikan nya. Masalah besok dia bertemu atau tidak dengan Doni, itu akan menjadi urusannya saja. Kita liat besok saja.


Bagas menghidupkan mesin mobilnya lagi dan melajukan mobilnya, dia akan mengantar Tika pulang kerumahnya.

__ADS_1


Mobil Bagas sampai di halaman rumah Tika, sebelum turun dari mobil, Bagas meminta ponsel Tika.


"Berikan ponselmu." Pinta Bagas sedikit memaksa.


Tika mengernyitkan dahinya. Untuk apa pikirnya. "Untuk apa?"


"Berikan saja." Ucap Bagas datar.


"Gak." Tika tak mau memberikannya, dan dia membuka pintu mobil Bagas. Namun Bagas lebih cepat, pria itu mengunci pintu mobilnya.


"Kak! Kenapa dikunci. Buka!" bentak Tika tak terima.


"Berikan ponselmu." Seru Bagas.


Tika mendengus kesal, namun pada akhirnya dia memberikannya juga. Bagas mengambilnya dengan kasar. Pria tampan itu mencari nomor Doni, pria kencan Tika tadi. Setelah dia mendapatkannya, Bagas langsung menghapus kontaknya. Dan memberikan ponsel wanitanya kembali.


"Ini. Aku sudah menghapus.nomor Doni. Jadi kau tidak perlu lagi menemuinya. Sekarang, turunlah. Istirahat." Ucap Bagas tegas.


Tika melototkan matanya, dia benar - benar tidak terima. Tika menatap Bagas tajam sekali.


Tika keluar dari mobil Bagas dengan perasaan kesal sekali, bahkan gadis itu menutup pintu mobil dengan membanting kuat.


Bbrrraakkk....


Didalam mobil Bagas tersenyum. Melihat wanitanya marah sangat menggemaskan sekali. Tidak ada yang boleh dekat dengan wanitanya. Kecuali dia.


Bagas melajukan mobilnya kembali. Dia akan ke Cafe dan Resto kembali. Masih ada pekerjaan yang dikerjakannya.


Sementara itu Tika masih kesal, wanita itu masih berada dihalaman rumahnya. Memandang mobil Bagas yang sudah tak nampak lagi. Menghapus nomor Doni. Hak apa itu.


Namun, seketika itu, Tika tersenyum licik. Biar saja di hapus. Nomor Doni masih tersimpan di media sosialnya. Dan Tika akan menyimpannya kembali.


Tika masuk kedalam rumahnya dan masuk kedalam kamar merebahkan dirinya.

__ADS_1


Bersambung....


Like, komen, hadiah dan vote ya....


__ADS_2