
Setelah puas satu harian berputar - putar di kota Bali ini, Alisa sudah kelelahan. Menurutnya, Bali adalah kota yang sangat indah. Tak salah banyak turis kesini.
Waktu sudah malam. Tepatnya pukul sembilan malam. Waktunya dia kembali ke aparteman. Takutnya nanti Tuan Jimmy akan marah kepadanya. Sudah diberi kesempatan, malam ngelunjak.
Di sebuah kantor.
Jimmy masih betah di kantornya, walaupun sudah malam. Dia enggan pulang. Dan, ponselnya sedari tadi berbunyi. Banyak notif dari bankingnya. Ternyata, wanitu itu memanfaatkan keadaan. Benar - benar menikmatinya. Banyak sekali yang dipakainya.
Jimmy hanya geleng - geleng saja. Menurutnya itu, belum ada apa - apa nya. Tak mengurangi sedikit pun kekayaannya.
Dilihatnya jam dinding di kantornya. Sudah pukul sembilan malam. Tak ada lagi pekerjaan, dia hanya duduk berdiam sedari tadi. Masih memimirkan tentang Nessa.
***
Sudah jam sembilan, Bagas belum juga pulang. Tadi katanya akan pulang jam delapan, namun sampai sekarang belum pulang juga.
Tika sedikit khawatir, di telpon sedari tadi, ponsel sang suami tak aktif.
"Kemana sih, kamu mas." gumam Tika cemas.
Tika mondar mandir diruang tamu rumahnya. Sambil menunggu sang suami pulang.
Lima belas menit kemudian....terdengar suara deru mobil, dengan cepat, Tika melihatnya dari balik jendela. Tika bernapas lega, ternyata mobil sang suami.
__ADS_1
Tika langsung berlari menuju pintu dan membukanya.
Deg...
Suaminya Bagas, pulang bersama seorang wanita seksi sekali. Pakaian wanita itu minim sekali. Bagas sang suami, di bopong untuk berjalan. Bagas telah mabuk berat.
Dari mana sebenarnya sang suami. Kenapa pulang mabuk dan bersama dengan seorang wanita.
"Maaf mbak. Suami saya kenapa ya?" tanya Tika.
"Mas ini. Tadi dari klub...bersama teman - temannya. Merayakan sesuatu gitu." sahut wanita itu.
Kini, Bagas sudah berpindah ke Tika. "Mbak...kenapa sampai mabuk seperti ini?" tanya Tika.
"Terimakasih mbak." seru Tika.
Wanita itu mengangguk. Dan pamit balik pulang. Wanita bernama Yuna itu tak memberitahukan kepada istri dari tamunya diclub tadi. Pria mabuk itu dengan ganasnya mencium dirinya didalam mobil tadi. Hampir saja mereka melakukan zina didalam mobil. Bagas meracau memanggil nama Tika. Didalam bayangannya terlihat wajah cantik sang istri.
Yuna sangat senang, Bagas pria yang tampan, dengan senang hati dirinya untuk disetubuhi oleh Bagas. Yuna menyukai Bagas pada pandangan pertama.
Ketika mereka ingin melakukan perbuatan itu, ada seseorang yang mengetuk kaca mobil mereka.
Tok...tok...tok...
__ADS_1
"Buka?!" teriak orang itu.
Yuna mengumpat kasar. Dan wanita itu membukanya.
"Ada apa?!" jawabnya ketus.
"Hei...jangan kau sentuh Pak Bagas. Dia, pria baik." seru Heri, salah satu temannya Bagas.
"Ck. Bukan urusan Lo." sahut Yuna kesal.
"Dengar mbak. Biar saya saja yang mengantar pak Bagas." ucap Heri.
"Tidak usah. Biar aku saja." seru Yuna akhirnya.
Yuna melajukan mobilnya dan membawa Bagas pulang kerumahnya. Dipertengahan jalan, Yuna memberhentikan mobilnya.
Dia melihat kesampingnya, ditatapnya wajah tampan Bagas. Begitu sempurna pikirnya.
Yuna mendekatkan wajahnya kewajah Bagas, dia tersenyum sinis. Yuna mencium bibir Bagas dengan sangat bernafsu dan sambil memotret dirinya yang sambil berciuman panas dengan Bagas. Ini akan dijadikannya senjata untuk menarik perhatian Bagas nantinya.
Tidak hanya itu saja fotonya. Yuna menarik Bagas kedalam pelukannya, dan Bagas tertarik sehingga menimpah tubuh Yuna. Posisi Bagas diatas Yuna. Wanita itu pun menciumnya lagi dengan ganas. Seolah - olah, Bagaslah yang ingin menciumnya.
Setelah puas mendapatkan yang diinginkannya. Yuna mengantarkan Bagas pulang kerumahnya.
__ADS_1