
Bagas telah sampai di hotel milik Tuan Darma di Kota Brastagi, pria itu akan beristirahat sejenak. Perjalan menuju kota Brastagi sangat melelahkan.
Hotel milik Tuan Darma sangat lah mewah, sudah dikategorikan bintang lima.
Bagas telah di sediakan kamar President Suit di hotel itu, penyambutan kedatangan Bagas sangatlah ramah. Bagas sangat suka.
Mendapatkan kamar yang paling mewah, Bagas sangat senang sekali. Kapan lagi pikirnya. Bagas membuka jacket yang di kenakannya dan meletakannya di atas ranjang.
Membuka gorden jendela, dia dapat melihat pemandangan kota dari kamar itu. Bagas yang orang Medan saja, jarang sekali ke Kota Brastagi itu, jadi, ketika mendapat klien di Kota ini, dia sangat senang sekali.
Sebelum beriatirahat, Bagas memberi kabar Bos nya terlebih dahulu, yaitu Dokter Rafi. Mengabarkan kalau dia sudah sampai. Setelah menelpon Dokter Rafi, barulah Bagas menelpon sang pujaan hati, calon istrinya yaitu Tika.
Setelah mengabarinya, Bagas membaringkan tubuhnya di ranjang. Beristirahat sejenak. Setelah itu melaksanakan pekerjaan.
*****
Senja sore mulai menyapa di Kota Brastagi yang dingin. Dan kebetulan cuaca mendung, membuat Kota itu menjadi lebih dingin.
Pukul lima sore nanti, Bagas akan bertemu dengan Tuan Darma, pemilik hotel ini. Agenda Bagas hari ini akan menandatangani kontrak kerjasama dengan Hotel Tuan Darma.
Sebelum bertemu dengan Tuan Darma, Bagas mengirim Chat kepada Tika.
__ADS_1
"Assalamualaikum sayangku...Sore ini kakak akan bertemu dengan Tuan Darma, doakan semoga lancar ya sayang...I Love You..."
Tika yang lagi duduk santai bersama dengan sang mama, menikmati kue buatan sang mama. Ponsel Tika bergetar, ada notifikasi chat dari ponselnya.
Tika mengambil ponselnya di atas meja. Senyum manis terkembang diwajah cantiknya. Membaca chat dari sang kekasih. Dengan cepat dia membalasnya.
"Walaikumsalam sayangku...Doa terbaik untuk kamu Kak. Semoga segala urusannya lancar. I Love You Too...😘😘" balasan Chat Tika.
"Kamu kenapa senyum - senyum gitu Nak?" tanya mama Tika.
"Kak Bagas Ma, dia chat aku." Ucapnya tersenyum.
***
Nessa masih berada didalam kamar hotel, Jimmy tak mengizinkannya untuk kemana mana. Satu harian ini, Nessa melayani nafsu Jimmy.
Pria bernama Jimmy itu sangat puas sekali, tubuh Nessa membuatnya candu. Tak ada kata bosan sama sekali.
Nessa memandang kearah sampingnya, pria yang menggagahinya lagi terlelap nyenyak. Nessa akui, kalau Jimmy begitu ganas di Ranjang. Tubuh Jimmy begitu proposional. Dan juga wajah Jimmy begitu tampan.
Nessa turun dari ranjang, dia akan mandi membersihkan tubuhnya yang sudah sangat lengket.
__ADS_1
Entah sampai kapan Nessa diperbolehkan keluar dari kamar ini. Tubuhnya sungguh tak sanggup, sangat lelah sekali.
Ceklek...
Nessa sudah selesai mandi, tubuhnya sudah sangat segar. Nessa mengenakan pakaian nya. Dia ingin melangkah keluar dari kamar itu.
Ketika kaki Nessa melangkah ke arah pintu.
"Mau kemana!" tanya Jimmy datar dan dingin. Pria itu ternyata sudah bangun.
Deg...
Nessa terkejut, "A...aku, mau ..."
"Mau kemana?" tanya pria itu.
"Boleh...aku keluar?" tanya Nessa gugup.
Jimmy bangkit dari tidurnya dan berdiri, dia berjalan mendekati Nessa.
"Tunggu aku sayang...kita akan keluar bersama." Seru Jimmy. Dengan cepat Jimmy masuk kedalam kamar mandi untuk mandi, sore ini Dia dan Nessa akan keluar untuk berjalan - jalan di sekitar Hotel.
__ADS_1