Aku Cinta Dia

Aku Cinta Dia
Bab. 65


__ADS_3

Seminggu Kemudian....


Pasanga Tika dan Bagas, keduanya lagi prepare untuk pergi ke Bali. Bagas ditugaskan oleh Dokter Ryan di Bali selama sebulan. Jadi, karena tak ingin berpisah lama dengan sanh istri. Bagas meminta izin kepada Dokter Rafi untuk mengikut sertakan Tika. Sekalian keduanya berbulan madu di Bali. Dokter Rafi pun setuju dengan ide nya Bagas.


Akhirnya, pasangan itu pun lagi sibuk memasukan barang - barang yang mau dibawa ke Bali.


"Udah semua Yank?" tanya Bagas kepada sang istri.


"Udah mas." Jawab Tika.


Ponsel Bagas berdering, ada sebuah nomor tertera di layar ponselnya. Seperti biasa, Bagas sangat hafal nomor siapa itu. Bagas membiarkannya saja.


"Mas...ponsel kamu bunyi terus tuh?" seru Tika. Ternyata Tika sangat terganggu.


"Biarkan saja Yank. Mas gak tau siapa." Jawab Bagas bohong.


"Mana tahu penting Mas."


"Gak kok Yank."


Tika menghela nafasnya. Ponsel sang suami selalu saja berbunyi, dan nomor yang sama, nomor itu selalu saja menelpon sang suami.


"Siapa sih? Kenapa, selalu menelpon mas Bagas ya?" Tika penasaran siapa.


Masih saja berdering ponselnya Bagas. Pria itu cuek saja. Sementara itu Tika sangat penasaran. Siapa gerangan itu.

__ADS_1


Bagas berdiri dari duduknya, pria itu ingin ke kamar mandi. Ponsel Bagas masih saja terus berdering diatas nakas. Tika, mengambil ponsel itu diatas meja nakas.


Tika menggeser tombol hijau di layar pipih itu. Dan...


"Hallo Gas, kemana aja sih kamu, aku kangen tau..." ucap seseorang di dalam telpon itu.


Deg....


Tika mendenagar suara wanita. Wanita itu mengatakan merindukan suaminya. Dan, Tika sepertinya mengenali suara itu. Ada apa sebenarnya.


Tika masih meletakan ponsel sang suami di telinganya, sedangkan wanita yang menelpon suaminya itu masih terus berbicara.


"Bagas ... kok malah diam sih? Gas, besok kerumah ya? Nanti, aku masakin makanan kesukaan kamu lagi. Kita makan bareng, kayak waktu itu." Wanita itu terus saja berbicara.


Ceklek...


Pintu kamar mandi terbuka, Bagas keluar dari kamar mandi. Bagas mengernyitkan dahi nya. Melihat sang istri, sedang menerima telpon. Wajah Tika tampak sedih, kecewa.


Bagas mendekati sang istri. "Kamu kenapa Yank? Siapa yang nelpon?" tanya Bagas penasaran. Setelah dilihat dengan seksama, ternyata Tika menerima telpon dari ponsel Bagas.


Deg...


Jantung Bagas berdegup kencang, melihat wajah sedih dan kecewa sang istri. Apakah sang istri menerima telpon dari Nessa?


"Yank..." seru Bagas lirih.

__ADS_1


Tika meletakan ponsel sang suami diatas nakas kembali, setelah memutuskan sambungan telponnya.


Tika menghela nafas berkali - kali. Apakah suaminya berselingkuh?


"Yank...kamu kenapa?" tanya Bagas panik. Karena di mata sang istri sudah mulai berkaca - kaca.


"Siapa dia mas?" tanya Tika lirih. "Siapa, wanita yang selalu nelpon mas itu?" tanya Tika dengan bibir bergetar.


Bagas menelan salivanya. Bagas harus jujur kepada sang istri. Kalau terus berbohong, rumah tangganya akan hancur.


"Di...dia...Nessa. Suster Nessa..." jawab Bagas terbata.


Tika menoleh kearah sang suami, menatap wajah sang suami yang terlihat sedih dan menunduk.


"Ada hubungan apa, kamu sama Nessa mas?" tanya Tika lagi. Kini air mata yang sudah menumpuk itu, sudah mulai mengalir.


"Sayang...mas, gak ada hubungan apa pun dengan Nessa. Mas akan jelasin semuanya." Seru Bagas. Dia akan jujur.


Bagas menceritakan semuanya. Dia menyembunyikan Nessa dari kejaran pria hidung belang, Nessa itu dijual oleh mantan kekasihnya yang bernama Dimas. Karena Nessa tak ingin berbuat dosa lagi. Bagas membantunya lari dari pria itu.


Bagas menyembunyikan Nessa di kota Binjai. Dirumah kontrakan Bagas. Hanya satu yang tak diceritakan oleh Bagas, yaitu kejadian di hotel kemarin. Itu akan menjadi rahasianya saja. Dan dia berjanji, tak akan mengulangi lagi.


Tika sudah mendengar semua penjelasan Bagas. Tika melihat dari mata sang suami, tak ada kebohongan.


"Kamu, percayakan sayang...mas bersumpah, tak ada hubungan apa pun dengan Nessa." Seru Bagas sangat yakin.

__ADS_1


__ADS_2